2
harga tersebut sering terjadi perbedaan harga terhadap saham yang samaantara di pasar perdana dan di pasar sekunder. Hal ini yang mengakibatkanterjadinya
underpricing
atau
overpricing. Underpricing
terjadi apabila penentuan harga saham saat IPO lebih rendah dibandingkan dengan hargayang terjadi di pasar sekunder pada hari pertama. Sebaliknya, bila hargasaham saat IPO lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang terjadi di pasar sekunder pada hari pertama maka hal ini disebut
overpricing
(Gerianta, 2003:2).Pada saat menentukan harga saham perdana untuk IPO, emitendan
underwriter
mempunyai kepentingan yang berbeda. Sebagai pihak yang membutuhkan dana, emiten menginginkan harga saham perdanayang tinggi karena dengan harga yang tinggi maka akan semakin besar pula dana yang diperoleh. Namun di pihak lain,
underwriter
sebagai penjamin emisi berusaha untuk meminimalkan resiko yang akanditanggungnya yaitu membeli saham yang tidak terjual di pasar perdana.Untuk itu,
undewriter
akan berusaha menurunkan harga saham tersebut di bawah harga idealnya yaitu dengan cara memanfaatkan ketidaktahuanemiten tentang kondisi pasar.
Underwriter
sebagai pihak yang lebih sering berhubungan dengan pasar memiliki kelebihan informasi dibandingkan dengan emiten yangmerupakan pendatang baru yang belum mengetahui bagaimana kondisi pasar yang sebenarnya. Kondisi asimetri informasi ini, menyebabkanterjadinya
underpriced
dimana
underwriter
sebagai pihak yang memiliki