Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
QADA DAN QADAR

QADA DAN QADAR

Ratings: (0)|Views: 76 |Likes:
Published by princessaries89

More info:

Published by: princessaries89 on Mar 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2011

pdf

text

original

 
QADA DAN QADARAllah SWT berfirman dalam surat Ali Imran :
          
 
"(Dan) Tidaklah manusia itu akan mati melainkan dengan izin Allah, (yang merupakan) suatu ketentuan yang sudah dijanjikan" 
 
(Ali
Imran 145).
 Juga firman-Nya dalam surat Al-A'raaf:
           
 
"(Dan) Setiap umat ada ajalnya.Apabila ajal itu sudah datang, tidak dapat mereka(berusaha) mengundurkan atau memajukannya walaupun sesaat" 
 
(Al-A'
raaf 34).
 Firman-Nya yang lain dalam surat Al-Hadid:
                     
 
"Bencana yang terjadi di bumi atau atas dirimu sendiri telah tertulis di dalam Kitabsebelum Kami melaksanakannya. Sesungguhnya hal demikian mudah bagi Allah" 
 
(Al-H
ad
i
d 22).
 Begitu pula firman-Nya dalam surat At-Taubah :
              
 
"Katakanlah: 'Tidak (ada bahaya yang) akan menimpa kami kecuali apa yang telahditetapkan Allah atas kami. Dialah pelindung kami.Dan kepada Allah jua hendaknyaorang-orang mukmin bertawakkal" 
 
(At-T
aubah 51).
 Sementara firman-Nya dalam surat Saba':
                    
 
"Tidak tersembunyi bagi-Nya sebesar zarrah (atom) pun yang ada di ruang angkasadan bumi. Tidak ada yang lebih kecil dari itu dan tidak pula yang lebih besar melainkan semuanya sudah ada dalam Kitab yang jelas (pada ilmu Allah)" 
 
(S
aba
'
3).
 Dan firman-Nya dalam surat Al-An'aam :
                      
 
 
"(Dan) Dialah yang menidurkan kamu di malam hari. (Dan) Dia me ngetahui apayang kamu kerjakan di siang hari. (Dan) kemudian Dialah yang membangkitkankamu di siang hari untuk meneruskan (kehidupanmu) sampai batas waktu (ajal)yang telah ditentukan.Kemudian kepada-Nya tempat kembalimu.Lantas Diamemberitakan kepadamu apa saja yang kamu kerjakan" 
 
(Al-A
n
'
aam 60).
 Juga firman-Nya dalam surat An-Nisaa¶ :
                           
 
"(Dan) Manakala mereka memperoleh kebaikan, mereka berkata: 'Ini dari Allah'.Sedangkan bila mereka ditimpa musibah, mereka berkata: 'Ini (datangnya) dari kamu (Muhammad)'. Katakanlah: 'Semuanya dari Allah'. Ma ka mengapa orang-orang itu (munafiqin) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?" 
 
(A
n
-Nis
aa
'
78).
 Ayat-ayat di atas, begitu pula ayat-ayat serupa lainnya, sering dipakai oleh banyakorang (ahli kalam) pada saat membahas
qadla
dan
qadar 
, dan dijadikan dalil yangmemberi kesan seolah-olah manusia ''dipaksa'' untuk melakukan perbuatannya. Dansemua perbuatan itu sebenarnya dilakukan karena ''dipaksa'' olehadanya
Iradah
dan
Masyiatullah
.Terkesan pula bahwa Allah telah menciptakanmanusia sekaligus perbuatannya. Mereka berusaha menguatkan pendapat inidengan firman Allah SWT :
     
"Padahal Allah yang menciptakanmu termasuk apa yang kamu kerjakan" (maksudnya batu yang dijadikaan sebagai berhala).´ 
(As
h
-S
haffaa
t
96).
 Disamping itu mereka juga mengambil dalil dari hadits-hadits, misalnya sabda RasulSAW :
               
 
"Ruhul Kudus (Jibril) telah membisikkan ke dalam kalbuku: 'Tidak akan mati suatujiwa sebelum dipenuhi rizki, ajal, dan apa saja yang ditakdirkan baginya".
 Masalah
qadla
dan
qadar 
memang telah memainkan peranan pentingdalam
mazhab-mazhab
Islam (firqah theologi terdahulu, pent.).
Ahli 
 
Sunah
memilikipendapat, yang pada intinya mengatakan bahwa manusia itu memiliki apa yangdisebut dengan
kasb ikhtiari 
di dalam perbuatan-perbuatannya (tatkala manusiahendak berbuat sesuatu, Allah menentukan/menciptakan amal perbuatan tersebut,pent.). Manusia dihisab atas dasar 
kasb ikhtiari 
ini.Sedangkan
M
u
't
az
il
ah
memilikipendapat yang ringkasnya mengatakan bahwa manusia sendirilah yangmenciptakan perbuatannya.Manusia dihisab berdasarkan perbuatannya. Sebab, iasendirilah yang menciptakannya. Adapun
Jabar 
iy
ah
memiliki pendapat tersendiri,yang ringkasnya bahwa Allah menciptakan manusia beserta
 
perbuatannya.Ia"dipaksa" melakukan perbuatannya dan tidak bebas memilih.Ibaratnya seperti bulu yang diterbangkan angin kemana saja.Apabila kita meneliti masalah
qadla
dan
qadar 
ini, akan kita dapati bahwa ketelitianpembahasannya menuntut kita untuk mengetahui terlebih dahulu dasar pembahasanmasalah ini. Ternyata, dasarnya bukan menyangkut perbuatan manusia, dilihat dariapakah diciptakan Allah atau oleh dirinya sendiri. Juga tidak menyangkut Ilmu Allah,dilihat dari kenyataan bahwa Allah SWT mengetahui apa yang akan dilakukan olehhamba-Nya, yang Ilmu-Nya itu meliputi segala perbuatan hamba. Tidak adahubungannya dengan
Iradah
Allah, yang
Iradah
-Nya dikatakan berkaitan eratdengan perbuatan hamba, sehingga perbuatan itu harus terjadi karenaadanya
Iradah
tadi. Juga tidak berhubungan dengan status perbuatan hamba yangsudah tertulis dalam
Lauhul Mahfudz 
, sehingga tidak boleh tidak ia harusmelakukannya sesuai dengan apa yang tertulis di dalamnya.Memang benar, semua perkara tadi bukan menjadi dasar pembahasan
qadla
dan
qadar 
.Sebab, semuanya tidak ada hubungannya denganpembahasan ini dilihat dari segi pahala dan siksa. Perkara tersebut hanyaberhubungan dengan 'penciptaan', Ilmu (Allah) yang meliputi segala sesuatu,
Iradah
-Nya yang berkaitan dengan segala kemungkinan-kemungkinan, dan hubungannyadengan
Lauhul Mahfudz 
yang mencakup segala sesuatu. Semua ini merupakanpembahasan lain, yang terpisah dari topik pahala dan siksa atas perbuatan manusia.Dengan kata lain, tidak ada hubungannya dengan pertanyaan -pertanyaan:
'Apakah manusia itu dipaksa melakukan perbuatan baik dan buruk, ataukah ia diberi kebebasan memilih?' 
Juga
,
dengan pertanyaan : µ
Apakah manusia diberi pilihanmelakukan suatu pekerjaan atau meninggalkannya, atau sama sekali tidak diberi hak untuk memilih (ikhtiyar)?' 
 Apabila kita mengamati seluruh perbuatan manusia, akan kita jumpai bahwamanusia itu hidup di dalam dua daerah. Daerah pertama adalah
''daerah yang mampu ia kuasai'' 
.Daerah ini berada di bawah kekuasaan manusia dan di dalamruang lingkup semua perbuatan yang timbul semata-mata karena pilihannya sendiri.Sedangkan daerah kedua adalah
''daerah yang menguasainya'' 
yaitu daerah yangmanusia berada di bawah kekuasaannya.Pada daerah ini terjadi perbuatan dimanamanusia tidak memiliki andil sedikitpun, baik perbuatan itu berasal dari dirinya atauyang menimpanya.Perbuatan manusia yang terjadi pada daerah yang kedua ini, tidak ada andilmaupun urusan sedikitpun dengan manusia atas kejadiannya.Kejadian-kejadian didaerah ini dapat dibagi menjadi dua.Pertama, kejadiannya ditentukan oleh
nizhamul wujud 
(Sunnatullah). Kedua, kejadiannya tidak ditentukan oleh
nizhamul wujud 
,namun tetap berada di luar kekuasaan manusia, dan ia tidak akan mampumenghindarinya, namun tidak terikat dengan
nizhamul wujud 
.Mengenai kejadian yang ditentukan oleh
nizhamul wujud 
, hal ini telah memaksamanusia untuk tunduk kepadanya.Manusia harus berjalan sesuai denganketentuannya, sebab manusia berjalan bersama alam semesta dan kehidupan,sesuai dengan mekanisme tertentu yang tidak kuasa dilanggarnya.Bahkan semua

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->