korupsi, narkoba, maupun perilaku buruk lainnya.Melihat problem begitu komplek makadibutuhkan pendidikan karakter yangdibangun lewat pendidikan denganmelibatkan semua pemangku kepentingan.Inilah bentuk manejemen kebaikan untuk bisa menghalau kemungkaran yang saat initelah diminimalisir dengan baik.
Pelaksanaan Pendidikan Karakter:
Pendidikan karakter telah masuk dalamRencana Pembangunan Jangka Panjang(RPJP) pemerintah tahun 2005 hingga2025. Tahun 2010 sampai 2015 pendidikan karakter menjadi programunggulan. Tahun 2012 diharapkan 25%sekolah di Indonesia bisa menerapkan pedidikan karakter. Untuk tahun 2015diharapkan semua sekolah telahmelaksanakan pendidikan karakter. (MediaIndonesia)Ada empat karakter yang dikembangkanoleh bangsa Indonesia. Pertama olah hati,yaitu mengembangkan aset yang terkaitdengan Tuhan (hablum minallah) sehingga bisa bekerja dengan ikhlas. Kedua olahrasa/karsa, yaitu mengembangkan asetyang terkait dengan hubungan antar sesama (hablum minannas). Ketiga olah pikir, yaitu mengembangkan aset yangterkait dengan akal agar bisa berfikir jernihdan cerdas. Keempat olah raga, yaitumengembangkan aset fisik agar selalusehat dan bisa bekerja dengan keras.Pendidikan karakter bukanlah materikhusus dan bukan hanya tanggung jawabguru agama dan PPKn. Pendidikankarakter menjadi tanggung jawab semua pemangku kepentingan. Semua guruterlibat dalam mengawal pendidikankarakter.Minimal ada empat hal dalam pengembangan pendidikan karakter.
Pertama
, pendidikan karakter terintegrasidalam semua mata pelajaran. Tentunyaakan bisa dilihat dalam lesson plan karenalesson plan adalah standar operasional pelaksanaan (SOP) guru dalam proses pembelajaran.
Kedua
, pendidikan karakter terbangun dalam budaya sekolah.
Ketiga
, pendidikan karakter terlihat dalamkegiatan ekstra kurikuler.
Keempat
,membangun sinergi sekolah dan rumahdalam mengawal perilaku mulia padaanak.
Strategi Pendidikan Karakter
:Ada beberapa strategi yang dilakukan pemerintah dalam membangun pendidikankarakter.
Pertama
, adanya sosialisasi baik di media maupun ke semua instansi untuk penyadaran akan pentingnya pendidikankarakter.
Kedua
, pengembangan melalui pendidikan, baik formal, non formal,maupun informal.
Ketiga
, metode yangdigunakan adalah intervensi regulasi, pelatihan, workshop, seminan, dan pembiasaan.
Keempat
, pembedayaansemua pemangku kepentingan (orang tua,sekolah, ormas, dsb.) agar berperan aktif dalam pendidikan karakter.
Kelima
,Pembudayaan berkarakter dibina dandikuatkan dengan penanaman nilai-nilaikehidupan agar menjadi budaya.
Keenam
,membangun kerjasama sinergi antarasemua pemangku kepentingan.