Bulit, Badung Selatan. Ini menunjukkan bahwa masa berburu melewati masa cukup panjangdisertai dengan peningkatan pola pikir yang makin baik.Masih berdasar pada temuan benda-benda purbakala, tergambar bahwa Bali mulai meninggalkanmasa berburu dan masuk pada masa bercocok tanam. Kendati sudah memasuki tatanan hidupyang lebih terpola pada masa bertanam, kelompok manusia Bali pada masa itu dipastikan hidupsecara berpindah. Berbagai peninggalan sejenis ditemukan sebagai temuan lepas di berbagaiwilayah Bali barat, Bali utara, dan Bali selatan. Tatatan hidup dengan permukiman diyakinisebagai peralihan tatanan hidup manusia Bali dari jaman pra sejarah ke jaman sejarah.Peninggalan purbakala berupa nekara perunggu dan berbagai barang dari bahan logam di daerahPejeng Gianyar, membuktikan bahwa kala itu telah terbentuk tatanan masyarakat yang lebihterstruktur.Berbarengan dengan peralihan jaman pra sejarah ke jaman sejarah, pengaruh Hindu dari Indiayang masuk ke Indonesia diperkirakan memberi dorongan kuat pada lompatan budaya di Bali.Masa peralihan ini, yang lazim disebut sebagai masa Bali Kuno antara abad 8 hingga abad 13,dengan amat jelas mengalami perubahan lagi akibat pengaruh Majapahit yang berniatmenyatukan Nusantara lewat Sumpah Palapa Gajah Mada di awal abad 13. Tatanan pemerintahan dan struktur masyarakat mengalami penyesuaian mengikuti pola pemerintahanMajapahit. Benturan budaya lokal Bali Kuno dan budaya Hindu Jawa dari Majapahit dalam bentuk penolakan penduduk Bali menimbulkan berbagai perlawanan di berbagai daerah di Bali.Secara perlahan dan pasti, dengan upaya penyesuaian dan percampuran kedua belah pihak, Bali berhasil menemukan pola budaya yang sesuai dengan pola pikir masyarakat dan keadaan alam