Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Persiapan-Menjelang-Pernikahan

Persiapan-Menjelang-Pernikahan

Ratings: (0)|Views: 583|Likes:

More info:

Published by: Nur Diyana Kamal Azlan on Mar 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/16/2011

pdf

text

original

 
Persiapan Menjelang Pernikahan
Oleh:
Iin Mil Indriawan
Source URL:
http://blog.unikom.ac.id/v/11P/
 Oleh: Cahyadi Takariawan Persiapan melakukan apapun adalah awal dari keberhasilan. Apalagi untuk sebuahpernikahan, momen besar dalam kehidupan seorang laki-laki dan seorang perempuan. Momenbesar bagi mempelai laki-laki karena ia akan bertambah amanah dari tanggung jawab atas dirinyasendiri menjadi tanggung jawab terhadap sebuah keluarga. Bermula dari istri dan nantinya anak-anak. Ia akan menerima limpahan perwalian seorang perempuan dari ayah atau wali yang lain. Bagiseorang perempuan momen besar itu lebih luar biasa lagi. Ia akan mempersilahkan seorang laki-lakiyang tadinya bukan apa-apanya, untuk memimpin dirinya. Kerelaan luar biasa.Untuk sebuah peristiwa bersejarah itulah laki-laki dan perempuan muslim hendaknya memilikikesiapan diri secara moral- spiritual, konsepsional, fisik dan material.a. Persiapan Moral dan SpiritualKesiapan secara spiritual ditandai oleh mantapnya niat dan langkah menuju kehidupan rumahtangga. Tidak ada rasa gamang atau keraguan tatkala memutuskan untuk menikah, dengan segalakonsekuensi atau resiko yang akan dihadapi paska pernikahan.Jika anda seorang laki-laki, ada kesiapan dalam diri anda untuk bertindak sebagai qawwam dalamrumah tangga, untuk berfungsi sebagai bapak bagi anak-anak yang akan lahir nantinya daripernikahan. Ada kesiapan dalam diri anda untuk menanggung segala beban-beban yang disebabkanoleh karena posisi anda sebagai suami dan bapak.Jika anda seorang perempuan ada kesiapan dalam diri untuk membuka ruang baru bagi intervensi
 
PDFmyURL.com
 
seorang mitra yang bernama suami. Kesiapan untuk mengurangi sebagian otoritasnya atas dirinyasendiri lantaran tunduk pada prinsip syura dan ketaatan pada suami nantinya.Sebelum memutuskan untuk menikah, persiapkan diri dari segi moral amat signifikan. Ingatlahpernyataan Allah bahwa wanita-wanita yang beriman adalah untuk laki -laki yang beriman danwanita-wanita yang pezina adalah untuk laki-laki yang pezina. Yang keji hanya akan layakmendapatkan yang keji."
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau permpuanyang musyrik; dan perempuan yang berzoina tidak dinikahi kecuali oleh laki-laki yang berzina ataulaki-laki yang musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin" 
(An Nur : 3).Bagaimana mungkin ada di antara anda yang berani memutuskan untuk berzina, sedangkanpasangan bagi orang yang berzina hanyalah pezina pula ?
Na'udzubillahi min dzalik 
. Perhatikanungkapan ayat berikut :"
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji (pula). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)" 
(An Nur : 26).Jika anda ingin mendapat pasangan yang baik, jadikan diri baik. Jika ingin mendapatkan isteriyang shalihah, jadikan diri anda shalih terlebih dahulu, dan sebaliknya. Bagaimana anda menuntutisteri anda sekualitas Fatimah, sedangkan anda sendiri tidak sekapasitas Ali ? Bagaimana mungkinanda berharap isteri anda setabah Sarah dan Hajar, sedangkan anda tidak sekokoh Ibrahim as ?Jika ingin memiliki suami yang setia, jadikan diri anda wanita yang setia. Jika ingin memilikiisteri yang suci, jadikan diri anda lakai-laki yang suci. Jika ingin mendapatkan pasangan hidup yangmenjaga kehormatan diri, jadikan diri anda orang yang menjaga kehormatan diri. Mulailah dari dirianda sendiri,
ibda’ binafsika.
Adapun cara mempersiapkan moralitas adalah dengan meningkatkan pengetahuan agamadan pembinaan diri secara kontinu melalui forum ta’lim, training, berguru secara khusus, membaca,silaturahim dan banyak wasilah lain. Bersamaan dengan itu jadilah diri cinta beramal shalih, danihsan. Tidak lupa senantiasa bergabung dengan lingkungan yang baik. Semoga Allah memudahkanlangkah usaha itu dan membimbing kita menjadi pribadi taqwa, yang merupakan status tertinggiseorang hamba.Persiapan spiritual ini bisa anda lakukan dengan berbagai tuntunan ibadah baik yang wajib maupunyang disunnahkan. Berdoa kepada Allah senantiasa agar mendapatkan kekuatan dan kemantapanhati dalam meniti hidup sehingga tidak melenceng dari keenaran. Istighfar, mohon ampunan kepadaAllah, merupakan cara untuk melakukan evaluasi atas kelemahan diri.Lebih penting lagi adalah upaya kolektif untuk senantiasa berada dalam kebaikan. Ada upaya secarabersama-sama dari komunitas kaum muslimin untuk mencapai kematangan diri sesuai denganarahan Islamb. Persiapan KonsepsionalKesiapan konsepsional ditandai dengan dikuasainya berbagai hukum, etika, aturan dan pernik-pernik pernikahan serta kerumahtanggaan. Kadang dijumpai di kalangan masyarakat kita, merekamenikah tanpa mengetahui aturan Islam tentang pernikahan dan kerumahtanggaan. Wajar kalaukemudian dalam hidup berumah tangga terjadi berbagai bentuk kegiatan yang tidak berseusaiandengan sunnah kenabian disebabkan oleh ketidakmengertian.Seseorang ibu rumah tangga bertanya kepada saya tentang doa hubungan suami isteri, padahal iatelah menikah sembilan tahun yang lalu, dan anaknya sekarang sudah berusia delapan tahun.Contoh kecil ini menunjukkan betapa msyarakat kita tidak begitu mempedulikan ajaran Islam tatkalamereka melaksanakan pernikahan. Jika ibu tersebut hanyalah merupakan salah satu sampel darisekian banyak masyarakat kita, maka berpa banyak lagi yang sesungguhny memiliki masalahserupa, hanya tidak diungkapkan.Ada juga pengantin baru yang bertanya kepada saya sebulan setelah pernikahannya,bagaimana caranya mandi besar. Saya tanyakan kepada dia, lalu apa yang anda lakukan selama ini? Dia menjawab, yang penting mandi saja, apa adanya. Hanya dia masih beruntung bahwapertanyaannya baru terlambat satu bulan, jika dibandungkan dengan ibu di atas yang terlambatsembilan tahun menanyakannya.Masih sangat banyak kita menyaksikan masyarakat kita melakukan sesuatu tanpa landasanpengetahuan. Betapa pembagian peran dalam rumah tangga juga masih banyak yang semata-matabercorak kultural, tanpa mengetauhuoi bagaimana sesungguhnya Islam telah memberikan aturandan rambu-rambu bagi laki-laki dan perempuan. Kita melihat suami yang atas nama kepemimpinanmelakukan penindasan dan kekerasan terhadap isterinya.Kita menjumpai seorang isteri atas nama mengejar prestasi ia bekerja pagi sampai malamdan bersaing dengan suami. Kita menyaksikan betapa anak-anak dalam beberapa kelur\arga lebihbanyak berinteraksi dengan pembantu rumah tangga dibandingkan dengan orang tua. Kita jugamendapatkan fenomena bahwa pendidikan anak lebih banyak dopercayakan kepada stasiun televisiswasta dan playstation, karena kesuibukan orang tua mereka.Ada fenomena di bebera a kalna an mas arakat kita, mereka tidak mem erhatikan faktor 
 
PDFmyURL.com
 
 kesucian rumah tangga. Berbagai jenis najis tidak dibersihkan dengan tatacara yang sesuai denganketentuan fikih, sehingga dalam kebersihan rumah tersebut tidak terkandung kesub\cian. Di antarapenyebab itu semuanya adalah minimnya ilmu mengenai hukum pernikahan dan kekeluargaan.Mereka menikah karena dorongan instinktif, keinginan syahwat karena dorongan usiadeqwasa. Sayangnya kemudian tidak ditindaklanjuti dengan mempersiapkan diri secarakonsep[sional, sehingga dalam melaksanakan pernikahan merekapun tamopak tidak memilikipengetahuan. Ada kejadian, seorang laki-laki diminta mengucapkan kalimat syahadat oleh petugasKUA yang menikahkannya, ia minta dituntun karena sudah lupa.Beberapa fenomena lain di zama kita sekarang banyak terjadoi pernikahan antaragama,atas nama kebebasan emnjalankan jkehdiupan beragama. Beberapa kalngan artis melakukannyasecara bangga dan terbuka, dfan bahkan ketika salah seorang muslimah yang menjadi artismenikah dengan seorang laki-laki nonmuslim, ia mengatakan ketika dikonfirmasi, "Saya tidakmengetahui bahwa menikah antar agama itu tidak doibolehkan dalam Islam."Sekanp-akan pernikahan hanyalah peristiwa hidup pada umumnya, seperti makan, tuidur,mandi dan seteruysnya. Seakan-akan begitu mudah mereka melaksanakan itu tanpa ada bebanbahwa itu adalah sebuah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan dfihadapan AllahTa;'ala. Namun apabila pengakuan artis muslimah tadi benarm, maka ini semakinmmenbhguatkankesimpuilan betapa m,inimnya kesiapan konsepsional ketika melaksnakan pernikahan.Seorang laki-laki dan perempuan harus mengetahui dengan baik dan benar posisi dan peranmasing-masing pihak dalam konteks rumah tangga. Apa hak dan kewajiban masing-masing pihakdan juga bersama. Bagaimana tata cara pergaulan suami isteri dalam rumah tangga. Berbagaipengetahuan yang menyebabkannya kebaikan sebuah keluarga perlu dimengerti sehingga belajar dan menyiapkan diri secara konsepsional merupakan suatu keharusan untuk dimiliki.Hal ini agar kehidupan rumah tangganya nanti tidak berjalan menurut kebanyakan orangyang telah melakukan. Biasanya begitulah masyarakat hidup berkeluarga, lalku akhirnya parapemuyda yang melajksanakan pernikahanpun jkuga memnbgikuti kebiasaan yang telah ada dimasyarajkatnya. Dengan bekal ilmu atau konsepsi yang memadai, dihgarapkan mereka bisaberinteraksi secara Islami, sesuai aturan Islam, bukan semata-mata meneruskan tradisi.Islam amat menghargai ilmu, karena keimanan seseorang pun dituntut diletakkan di ataslandasan keilmuan. Allah Ta'ala telah berfirman :"
Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan mohonampunlah bagi dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan" 
(Muhammad : 19).Ungkapan ayat di atas diawali dengan kata kerja perintah
fa'lam
yaitu berupa
al amru bil 'ilmi 
, perintah untuk mengilmui atau mengetahui, baru kemudian kata kerja perintah
wastaghfir 
yaituperintah untuk melakukan istighfar. Dalam susunan kalimat seperti ini terkandung sebuahpengertian, bahwa perintah untuk mengetahui lebih didahulukan dibandinglkan dengan perintahuntuk beramal.Islam mengharagi amal yang dibanun di atas landasan ilmu, sebagaimana Islam menghargaiilmu yang dilanjutkan dengan amal. Oleh karena itu, mmenjadi tuntutan dalam melaksanakanpernikahan adalah mengilmui terlebih dahulu berbagai macam aturan dan etika yang mengatur sejaksebelum, pada saat dan setelah terjhadinya akd nikah.Cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan persiapan konsepsional adalah denganbanyak belajar, baik mengikuti kejian, ta'lim, pembekalan pernikahan, atau dengan membaca buku-buku dan mendengarkan ceramah melalui media elektronik. Amat banyak cara yang bisa dilakukanuntuk membekali, yang diperlukan hanaylah niat dan kemauan.Apalagi ketika Umar bin Khathab memesankan kepada kaum laki-laki, "Ajari isterimukandungan surat An Nur", maka semakin menguatkan alasan bagi kaum laki-laki untuk banyakmembekali diri agar mampu mengajarkan isi surat An Nur kepada isterinya. Bukan hanyamengajarkan, namun ia adalah pihak yang menuntun dan mencontohkan pertama kali aplikasi dari isisurat An Nur.c. Persiapan FisikKesiapan fisik ditandai dengan adanya kesehatan yang memadai sehingga kedua belah pihak akanmampu melaksanakan fungsi diri sebagai suami atau isteri dengan optimal. Apanila di antaraindikator kemampuan yang dituntut dalam pelaksanaan pernikahan adalah kemampuan melakuikanjimak, maka kesehatan yang dituntut pada laki-laki dan perempuan salah satunya menyangkutkemampuan berhubungan suami isteri secara wajar.Hal lain yang amat penting dalam konteks kesehatan ini adalah pada sisi kesehatan reproduksi.Bahwa laki-laki dan perempuan ini akan mampu melakukan fungsi reproduksi dengan baik. Merekaberdua dipastikan tidak mandul, sehingga nantinya akan memiliki ketrunan, sebagai salh satu tujuandari pernikahan. Rasulullah saw menganjurkan agar menikahi wanita yang penyayang lagi banyakanakbya.Melakukan pemeriksaan kesehatan kepada ahlinya merupakan salah satu langkah yang bisaditempuh menjelang pernikahan. Masing-masing pihak juga bisa mendeteksi dalam dirinya sendiri
 
PDFmyURL.com

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->