medis militer mereka diperbolehkan untuk menggunakan Lambang yang berbeda yaitu
Bulan Sabit Merah
. Gagasan ini perlahan-lahan mulai diterima dan memperoleh semacampengesahan dalam bentuk “reservasi” dan pada Konferensi Internasional tahun 1929 secararesmi diadopsi sebagai Lambang yang diakui dalam Konvensi, bersamaan dengan Lambang
Singa dan Matahari Merah
di atas dasar putih yang saat itu dipilih oleh Persia (saat iniIran). Tahun 1980, Republik Iran memutuskan untuk tidak lagi menggunakan Lambangtersebut dan memilih memakai Lambang Bulan Sabit Merah.
Perkembangan Lambang: Kristal Merah
Pada Konferensi Internasional yang ke-29 tahun 2006, sebuah keputusan penting lahir,yaitu diadopsinya Lambang
Kristal Merah
sebagai Lambang keempat dalam Gerakan danmemiliki status yang sama dengan Lambang lainnya yaitu Palang Merah dan Bulan SabitMerah. Konferensi Internasional yang mengesahkan Lambang Kristal Merah tersebut,mengadopsi Protocol Tambahan III tentang penambahan Lambang Kristal Merah untukGerakan, yang sudah disahkan sebelumnya pada Konferensi Diplomatik tahun 2005. Usulanmembuat Lambang keempat, yaitu Kristal Merah, diharapkan dapat menjadi jawaban,ketika Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tidak bisa digunakan dan ‘masuk’ kesuatu wilayah konflik. Mau tidak mau, perlu disadari bahwa masih banyak pihak selainGerakan yang menganggap bahwa Lambang terkait dengan simbol kepentingan tertentu.Penggunaan Lambang Kristal Merah sendiri pada akhirnya memilliki dua pilihan yaitu: dapatdigunakan secara penuh oleh suatu Perhimpunan Nasional, dalam arti mengganti LambangPalang Merah atau Bulan Sabit Merah yang sudah digunakan sebelumnya, atau menggunakanLambang Kristal Merah dalam waktu tertentu saja ketika Lambang lainnya tidak dapatditerima di suatu daerah. Artinya, baik Perhimpunan Nasional, ICRC dan Federasi pun dapatmenggunakan Lambang Kristal Merah dalam suatu operasi kemanusiaan tanpa menggantikebijakan merubah Lambang sepenuhnya.
B. Ketentuan Lambang
Bentuk dan Penggunaan
Ketentuan mengenai bentuk dan penggunaan Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merahada dalam:1.
Konvensi Jenewa I Pasal 38 – 452.
Konvensi Jenewa II Pasal 41 – 453.
Protokol 1 Jenewa tahun 19774.
Ketetapan Konferensi Internasional Palang Merah XX tahun 19655.
Hasil Kerja Dewan Delegasi Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasionaltahun 1991Pada penggunaannya, penempatan Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tidakboleh sampai menyentuh pinggiran dan dasar putihnya. Lambang harus utuh dan tidak bolehditambah lukisan, gambar atau tulisan. Pada Lambang Bulan Sabit Merah, arahmenghadapnya (ke kanan atau ke kiri) tidak ditentukan, terserah kepada Perhimpunan yangmenggunakannya.