sebuah larutan tidak berwarna yaitu lithium hidroksida.
R
eaksi yang ter
j
adi inimelepaskan panas dengan lambat dan titik lebur lithium masih terlalu tinggi untuk bisa melebur akibat panas tersebut (Saito,2008)
Natr
i
Natrium
j
uga mengapung pada permukaan, tapi panas yang dilepaskanoleh reaksi cukup untuk meleburkan natrium (natrium memiliki titik lebur yanglebih rendah dibanding lithium dan reaksi yang ter
j
adi menghasilkan panas lebihcepat) dan natrium melebur hampir sekaligus membentuk sebuah bulatan perak kecil yang tersebar di atas permukaan.Ada bekas putih dari natrium hidroksidayang terlihat dalam air di bawah bulatan-bulatan natrium, tapi bekas-bekas itusegera terlarut menghasilkan larutan natrium hidroksida yang tidak berwarna.Natrium bergerak-gerak pada permukaan karena ditekan dari segala araholeh hidrogen yang terlepas selama reaksi.Jika natrium ter
j
ebak pada pinggir wadah, maka hidrogen bisa terbakar dan menghasilkan nyala orange. Warna iniditimbulkan oleh kontaminasi nyala biru hidrogen oleh senyawa-senyawanatrium(Saito,2008).
Ka
li
Yang ter
j
adi pada kalium agak mirip dengan natrium hanya sa
j
a reaksiberlangsung lebih cepat dan panas yang dilepaskan cukup untuk membakar hidrogen. Kali ini nyala hidrogen yang normalnya biru dikontaminasi olehsenyawa-senyawa kalium sehingga berubah men
j
adi pink kebiru-biruan(Saito,2008).
Rub
idi
um
R
ubidium lebih padat dari air sehingga logam ini tenggelam.Logam inibereaksi hebat dan spontan, dan kembali ter
j
adi penyemburan komponen larutandari dasar wadah.
R
eaksi menghasilkan larutan rubidium hidroksida danhydrogen(Saito,2008).
Ces
i
um
C
esium meledak saat bersentuhan dengan air, bahkan bisa memecahkanwadah. Pada reaksi ini terbentuk cesium hidroksida dan hydrogen(Saito,2008).