nadzir yang mempunyai hubungan kemitraan yang kuat dengan LKS tertentulah yangakan berkembang dan bahkan kemungkinan besar LKS akan membuat lembaga nadzirtersendiri, sama halnya ketika LKS membuat LAZ. Dan PP ini pun baru dapatdijalankan setelah UU mengenai LKS sudah ada.Kelima, dalam UU atau PP belum ada point yang mampu memberikan daya tarikkepada masyarakat untuk berwakaf, semuanya hanya bersifat normatif. DiBangladesh sebuah negara yang lebih miskin dari Indonesia sudah mampumengeluarkan aturan yang menarik tentang wakaf, yaitu setiap pembayaran wakafakan mengurangi pembayaran pajak. Hal ini sangat menarik karena ketika orangmembayar wakaf selain mendapatkan pahala sekaligus mendapatkan potongan pajak.Kalaulah pemerintah jeli maka hal ini akan meningkatkan peran serta masyarakatdalam pembangunan bangsa. Peran UlamaUlama Indonesia melalui MUI sudah mengeluarkan fatwa mengenai Wakaf Uang, danakan lebih baik lagi kalau ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, PERSIS, IKADIdan lain-lain juga mengeluarkan fatwa wakaf uang, sehingga kepercayaanmasyarakat semakin kuat. Karena masyarakat sekarang masih memiliki fanatismeyang kuat terhadap masing-masing ormasnya. Dan tentunya setelah keluarnya fatwaharus diikuti dengan sosialisasi yang optimal keseluruh lapisan masyarakat.Para da i mengagendakan dalam setiap khotbah maupun pengajian mengenai
wakaf,memasukkan materi wakaf dalam materi perkuliahan, sekolah, kajian ekonomisyariah dan lain sebagainya. Peran lembaga keummatanSebagian besar lembaga keummatan sekarang belum begitu antusias melihat duniaperwakafan, masih sedikit LAZ,BAZ yang mengembangkan sayapnya untuk melakukansosialisasi dan mengembangkan wakaf, bahkan FOZ yang menjadi sentral darilembaga zakat masih terlihat gamang untuk menyandingkan wakaf sebagai partnerzakat dalam mensejahterakan ummat. Demikian juga dengan MES, PKES merekasedikit sekali memberikan perhatian terhadap wakaf, mereka masih asyik dengandunia ekonomi Islam yang berorientasi pada bisnis yaitu perbankan, asuransi,reksadana dan sepertinya wakaf masih harus berjuang keras untuk mendapatkanperhatian dari lembaga-lembaga tersebut. Padahal kalau kita tengok pendapatbeberapa ulama seperti Syeikhul Ibnu Taimiya, Dr Yusuf Qardhawi, merekamengatakan bahwa dana ummat termasuk wakaf menjadi salah satu alternatif untukmengetaskan kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat. Peran MediaMedia seharusnya menjadi sarana yang sangat efektid dalam mensuarakan wakafkepada masyarakat, baik mengenai sosialisasi wakaf maupun peran lembaga wakaf.Di beberapa media khususnya media yang menyediakan kolom khusus tentang ekonomisyariah, masih sedikit porsi yang diberikan untuk mensuarakan wakaf. Dan porsibesar tetap masih diberikan kepada ekonomi syariah yang berorientasi kepadabisnis. Padahal media menjadi alat yang sangat strategis untuk merubah mindsetmasyarakat. Ketika porsi lembaga syariah yang berorientasi bisnis selaludikedepankan maka mindset masyarakat akan terbawa ke dunia yang melulu bisnis.Sense of socialnya akan melemah dan lama kelamaan akan terbentuk pola pikirkapitalisme Islam atau kapitalisme yang berbungkus Islam. 3. Peningkatan kualitas SDM pengelola wakafMenjadi sebuah rahasia umum bahwa lembaga keummatan selalu identik denganketidakprofesionalan, sehingga lembaga keummatan termasuk lembaga wakaf bukanmenjadi pilihan awal tenaga kerja nomer satu. Lembaga ini selalu menjadipilihan nomer dua atau bahkan pilihan akhir ketika tidak ada perusahaan ataulembaga lain yang menampungnya. Dan lebih parahnya adalah menjadi tempatpembuangan SDM yang sudah tidak produktif. Sehingga tidak salah apabila kinerjalebaga keummatan termasuk wakaf tidak dapat tumbuh secara cepat, baik tumbuh