Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kebijakan Fiskal Dalam Islam

Kebijakan Fiskal Dalam Islam

Ratings: (0)|Views: 1,265 |Likes:
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: Izzuddin Abdul Manaf on Mar 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2014

pdf

text

original

 
Kebijakan Fiskal Dalam Islam Kebijakan Fiskal Dalam Islam
Oleh: Mustafa E. Nasution Oleh: Mustafa E. NasutionKebijakan fiskal adalah kebijakan yang mempengaruhi Anggaran Pendapatandan Belanja suatu negara (APBN). Kebijakan ini bersama kebijakan lainnyaseperti: kebijakan moneter, fiskal dan perdagangan, diperlukan untukmengoreksi gangguan-gangguan yang menghambat jalannya rodaperekonomian. Maklum sistem ekonomi kapitalis atau lebih dikenal dengansistem ekonomi pasar, memang sangat bergantung pada jalannya mekanismepasar. Bila terjadi gangguan-gangguan terhadap jalannya mekanisme pasar,maka diperlukan berbagai macam usaha untuk mengoreksi jalannyaperekonomian, agar mekanisme pasar berjalan secara sempurna.Dalam Islam kita kenal adanya konsep zakat, infaq, shadaqah, wakaf dan lain-lain (ZISWA). Zakat merupakan kewajiban untuk mengeluarkan sebagianpendapatan atau harta seseorang yang telah memenuhi syarat syariah Islamguna diberikan kepada berbagai unsur masyarakat yang telah ditetapkan dalamsyariah Islam. Sementara infaq, shadaqah, wakaf merupakan pengeluaran‘sukarela’ yang juga sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan demikian ZISWAmerupakan unsur-unsur yang terkandung dalam kebijakan fiskal. Unsur-unsurtersebut ada yang bersifat wajib seperti zakat dan ada pula yang bersifatsukarela seperti shadaqah, infaq dan wakaf. Pembagian dalam kegiatan ‘wajib’ dan ‘sukarela’ ini khas di dalam sistem ekonomi Islam, yang membedakannyadari sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi pasar tidak ada ‘sektorsukarela’.Tujuan utama dari kegiatan zakat -- berdasarkan sudut pandang sistemekonomi pasar -- adalah menciptakan distribusi pendapatan menjadi lebihmerata. Selain untuk tujuan distribusi, maka analisa kebijakan fiskal dalamsistem ekonomi pasar dilakukan untuk melihat bagaimana dampak dari zakatterhadap kegiatan alokasi sumber daya ekonomi dan stabilisasi kegiatanekonomi. Penelitian-penelitian yang berkaitan dengan dampak kegiatan zakat didalam suatu perekonomian dewasa ini belum banyak berkembang. Karenaunsur zakat dalam sistem ekonomi konvensional bukan merupakan suatuvariabel utama dalam struktur teori yang ada. Dalam struktur ekonomikonvensional, unsur utama dari kebijakan fiskal adalah unsur-unsur yangberasal dari berbagai jenis pajak sebagai sumber penerimaan pemerintah danunsur-unsur yang berkaitan dengan variabel pengeluaran Pemerintah. Tidak adaunsur zakat di dalam data Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah(APBN), karena memang kegiatan zakat belum termasuk dalam catatan statistikresmi Pemerintah. Pelaksanaan zakat selama ini lebih merupakan kegiatanmasyarakat yang ingin mensucikan hartanya. Dengan demikian diperlukanberbagai macam penelitian yang berkaitan dengan dampak alokasi, distribusiserta stabilisasi kegiatan zakat sebagai salah satu unsur kebijakan fiskal dalamsistem ekonomi Islam.Zakat sendiri bukanlah satu kegiatan yang semata-mata untuk tujuan duniawi,seperti distribusi pendapatan, stabilitas ekonomi dan lainnya, tetapi jugamempunyai implikasi untuk kehidupan di akhirat Hal inilah yang membedakankebijakan fiskal dalam Islam dengan kebijakan fiskal dalam sistem ekonomipasar. Coba perhatikan ayat Qur’an berikut ini :
 
“Ambillah zakat dari sebagian harta, yang dengan zakat itu kamumembersihkan dan mensucikan mereka dan doakanlah mereka karenasesungguhnya doamu dapat memberikan ketenangan bagi mereka. Dan AllahMaha Mendengar lagi Maha Mengetahui” 
(At Taubah:103). Sementara itudampak untuk pengeluaran-pengeliaran lainnya seperti shadaqah dan lain-lain,coba perhatikan ayat berikut ini:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan) oleh orang-orang yang menafkahkanhartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang tumbuh tujuh tangkai,pada tiap-tiap tangkai seratus biji. Allah melipat-gandakan (ganjaran) bagsiapa yang Dia Kehendaki dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi MahaMengetahui. ” 
(QS 2:261).Dalam Qur’an diperkirakan terdapat 30 ayat yang berkaitan dengan perintahuntuk mengeluarkan zakat. Perintah berzakat sering muncul berdampingansesudah perintah mendirikan shalat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnyakegiatan berzakat dalam Islam. Bukankah salah satu arti dari kata zakat adalah‘berkembang’? Kalau pada saat ini dampaknya terhadap kegiatan ekonomimasih kecil, maka ini tentunya disebabkan karena beberapa hal. Pengeluaranzakat adalah pengeluaran minimal untuk membuat distribusi pendapatanmenjadi lebih merata
(necessary condition but not sufficient)
tetapi belumoptimal. Oleh karena itu diperlukan pengeluaran-pengeluaran lain yangmelengkapi pengeluaran zakat tersebut seperti shadaqah, wakaf sedemikian,sehingga dampaknya terhadap distribusi pendapatan menjadi optimal.Selain itu mengapa dampak ekonomi zakat masih kecil, karena zakat selama inibelum dikelola secara baik dan profesional di samping masih rendahnyakesadaran masyarakat untuk berzakat secara benar. Oleh karena itu diperlukansosialisasi kegiatan lembaga zakat ini di masyarakat. Alhamdulillah sekarangsudah mulai muncul usaha-usaha untuk mengelola kegiatan zakat dengan baik.Sebagai salah satu kebijakan fiskal dalam Islam, ZISWA merupakan salah satusendi utama dari sistem ekonomi Islam yang kalau mampu dilaksanakan denganbaik akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa. Diharapkan sistemekonomi Islam ini mampu menjadi alternatif bagi sistem pasar yang ternyatamenunjukkan berbagai masalah di dalam pelaksanaannya. Jelas ini memerlukankerja keras dari berbagi unsur keahlian untuk mewujudkannya apa yangdinamakan Sistem Ekonomi Islam.Sumber : www.tazkiaonlineKebijakan fiskal adalah kebijakan yang mempengaruhi Anggaran Pendapatandan Belanja suatu negara (APBN). Kebijakan ini bersama kebijakan lainnyaseperti: kebijakan moneter, fiskal dan perdagangan, diperlukan untukmengoreksi gangguan-gangguan yang menghambat jalannya rodaperekonomian. Maklum sistem ekonomi kapitalis atau lebih dikenal dengansistem ekonomi pasar, memang sangat bergantung pada jalannya mekanismepasar. Bila terjadi gangguan-gangguan terhadap jalannya mekanisme pasar,maka diperlukan berbagai macam usaha untuk mengoreksi jalannyaperekonomian, agar mekanisme pasar berjalan secara sempurna.Dalam Islam kita kenal adanya konsep zakat, infaq, shadaqah, wakaf dan lain-lain (ZISWA). Zakat merupakan kewajiban untuk mengeluarkan sebagian
 
pendapatan atau harta seseorang yang telah memenuhi syarat syariah Islamguna diberikan kepada berbagai unsur masyarakat yang telah ditetapkan dalamsyariah Islam. Sementara infaq, shadaqah, wakaf merupakan pengeluaran‘sukarela’ yang juga sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan demikian ZISWAmerupakan unsur-unsur yang terkandung dalam kebijakan fiskal. Unsur-unsurtersebut ada yang bersifat wajib seperti zakat dan ada pula yang bersifatsukarela seperti shadaqah, infaq dan wakaf. Pembagian dalam kegiatan ‘wajib’ dan ‘sukarela’ ini khas di dalam sistem ekonomi Islam, yang membedakannyadari sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi pasar tidak ada ‘sektorsukarela’.Tujuan utama dari kegiatan zakat -- berdasarkan sudut pandang sistemekonomi pasar -- adalah menciptakan distribusi pendapatan menjadi lebihmerata. Selain untuk tujuan distribusi, maka analisa kebijakan fiskal dalamsistem ekonomi pasar dilakukan untuk melihat bagaimana dampak dari zakatterhadap kegiatan alokasi sumber daya ekonomi dan stabilisasi kegiatanekonomi. Penelitian-penelitian yang berkaitan dengan dampak kegiatan zakat didalam suatu perekonomian dewasa ini belum banyak berkembang. Karenaunsur zakat dalam sistem ekonomi konvensional bukan merupakan suatuvariabel utama dalam struktur teori yang ada. Dalam struktur ekonomikonvensional, unsur utama dari kebijakan fiskal adalah unsur-unsur yangberasal dari berbagai jenis pajak sebagai sumber penerimaan pemerintah danunsur-unsur yang berkaitan dengan variabel pengeluaran Pemerintah. Tidak adaunsur zakat di dalam data Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah(APBN), karena memang kegiatan zakat belum termasuk dalam catatan statistikresmi Pemerintah. Pelaksanaan zakat selama ini lebih merupakan kegiatanmasyarakat yang ingin mensucikan hartanya. Dengan demikian diperlukanberbagai macam penelitian yang berkaitan dengan dampak alokasi, distribusiserta stabilisasi kegiatan zakat sebagai salah satu unsur kebijakan fiskal dalamsistem ekonomi Islam.Zakat sendiri bukanlah satu kegiatan yang semata-mata untuk tujuan duniawi,seperti distribusi pendapatan, stabilitas ekonomi dan lainnya, tetapi jugamempunyai implikasi untuk kehidupan di akhirat Hal inilah yang membedakankebijakan fiskal dalam Islam dengan kebijakan fiskal dalam sistem ekonomipasar. Coba perhatikan ayat Qur’an berikut ini :
“Ambillah zakat dari sebagian harta, yang dengan zakat itu kamumembersihkan dan mensucikan mereka dan doakanlah mereka karenasesungguhnya doamu dapat memberikan ketenangan bagi mereka. Dan AllahMaha Mendengar lagi Maha Mengetahui” 
(At Taubah:103). Sementara itudampak untuk pengeluaran-pengeliaran lainnya seperti shadaqah dan lain-lain,coba perhatikan ayat berikut ini:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan) oleh orang-orang yang menafkahkanhartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang tumbuh tujuh tangkai,pada tiap-tiap tangkai seratus biji. Allah melipat-gandakan (ganjaran) bagsiapa yang Dia Kehendaki dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi MahaMengetahui. ” 
(QS 2:261).Dalam Qur’an diperkirakan terdapat 30 ayat yang berkaitan dengan perintahuntuk mengeluarkan zakat. Perintah berzakat sering muncul berdampingansesudah perintah mendirikan shalat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnyakegiatan berzakat dalam Islam. Bukankah salah satu arti dari kata zakat adalah‘berkembang’? Kalau pada saat ini dampaknya terhadap kegiatan ekonomimasih kecil, maka ini tentunya disebabkan karena beberapa hal. Pengeluaran

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
Alam D'one liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Nena Mallez liked this
Elsha Sophia liked this
Tomi Bankdhe liked this
GhYna Sonia liked this
maheranto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->