Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Transmisi-demografi

Transmisi-demografi

Ratings:
(0)
|Views: 129|Likes:
Published by Id Hz

More info:

Published by: Id Hz on Mar 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

 
TRANSISI DEMOGRAFI PENDUDUK JAWA TIMUROLEH : SUDARTIPENDAHULUAN
Propinsi Jawa Timur termasuk salah satu propinsi diIndonesia yang berhasil mengendalikan jumlah penduduknya.Dimana bagian terpenting dari suksesnya tersebut terletak padakeberhasilan propinsi ini dalam menjalankan program KB.Penduduk Jawa Jimur pada tahun 1990 berjumlah 32.487.568 jiwa.Suatu jumlah yang menempatkan propinsi Jawa Timur sebagaipropinsi terbesar di Indonesia. Walau demikian pertumbuhanpenduduk per tahun relatif rendah dan cenderung terus menurun.Dalam tahun 1970 angka pertumbuhan penduduk 1,71% angka initerus turun secara drastis mencapai 1,08% alam dekade tahun1980. Sedangkan untuk dekade tahun 1990 laju pertumbuhanpenduduk menurun lagi menjadi 0,84% dan angka ini jauh dibawahrata-rata pertumbuhan nasional yaitu 2,23% untuk dekade tahun 70-an, 2,10% untuk tahun 80-an dan 1,9% untuk tahun 90-an.Penurunan laju pertumbuhan penduduk di Jawa Timurtersebut karena tingkat kelahiran penduduk dalam skala nasionaltermasuk lebih rendah dan terus menurun, dan juga tingkatkematian penduduk Jawa Timur cenderung turun walau tingkatpenurunannya tidak secepat rata-rata nasional. Dibanding angkanasional angka kematian bayi di propinsi ini lebih rendah dalamtahun 1980 tetapi untuk tahun 1985, 1990, dan 1995 angkakematian lebih tinggi. Tingkat kelahiran dapat diukur tepatdengan menggunakan angka fertilitas total (TFR) denganmenggunakan angka fertilitas menurut umur (ASFR). Di JawaTimur pada tahun 1985-1990 angka kelahiran tercata 2,47, untukangka kematian pada tahun 1985-1990 tercatat 9,0 dan turunmenjadi 8,6 pada tahun 1990-1995. Angka harapan hidup waktulahir meningkat dari 60,7 untuk laki-laki dan 64,5 untukperempuan pada tahun 1985-1990 menjadi 63,2 untuk laki-lakidan 67,0 untuk perempuan pada tahun 1990-1995. Ini berartibahwa dalam dua periode ini angka harapan hidup untukperempuan lebih besar dari angka harapan hidup untuk laki-laki.
B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahanyang timbul adalah bagaimana transisi demografi penduduk JawaTimur yang disebabkan oleh perubahan tingkat fertilitas,mortalitas dan migrasi.
1
 
C. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan pada rumusan masalah diatas makapenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana transisidemografi penduduk Propinsi Jawa Timur yang disebabkan olehperubahan tingkat fertilitas, mortalitas dan migrasi.
D. MANFAAT PENELITIAN
a. Manfaat bagi pemerintah / intansi terkaitPenelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan informasibagi pemerintah dan intansi terkait dalam menentukankebijaksanaan sebagai langkah untuk menekan lajupertumbuhan penduduk.b. Manfaat bagi peneliti lanjutPenelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan perbandinganbagi peneliti lebih lanjut atau sebagai bahan replikasi.
E. TINJAUAN PUSTAKA1. LANDASAN PENELITIAN TERDAHULU
Untuk lebih mempertajam penelitian ini, maka disiniakan diambil hasil penelitian Goran Ohlin (1967) sebagaibahan acuan. Dalam hasil penelitiannya diterangkan bahwatingkat kelahiran di negara-negara sedang berkembangmendekati keadaan maksimum biologi, meskipun di beberapamasyarakat di mana perkawinan terjadi pada usia muda dankelahiran tidak terkontrol, tingkat kelahiran dapat mendekatisuatu tingkat yang natural dengan gross reproduction ratesantara 3,5% - 4% yang berasal dari rata-rata 7 – 8 kelahiranuntuk setiap wanita yang hidup sampai umur 45 tahun. Jelasbahwa tingkat kelahiran di negara-negara sedang berkembanglebih tinggi daripada di negara-negara maju, dan inimemperlebar kesenjangan antara jumlah penduduk di negarasedang berkembang dengan penduduk di negara maju.
2. LANDASAN TEORIa. Pengertian Transisi Demografi
Transisi demografi merupakan salah satu prosesperubahan dari tingkat kelahiran dan kematian yang tinggihingga menjadi tingkat kelahiran dan kematian yang rendahdiikuti dengan kondisi perkembangan penduduk. (ArisAnanta ; 20). Perubahan penduduk secara implisif menyatakanpertambahan atau penurunan jumlah penduduk secara parsialmaupun keseluruhan sebagai akibat perubahan komponenutama perubahan penduduk, Yaitu kelahiran, kematian danmigrasi.
2
 
Dalam Transisi Demografi menurut Bogue (1965) tahaptransisi sebagai berikut :1. Pratransisi (Pre- Transitional)Ditunjukkan dengan tingkat fertilitas dan mortalitas yangtinggi.2. Tahap Transisi (Transitional)Ditunjukkan dengan tingkat fertilitas tinggi dan tingkatmortalitas rendah.3. Tahap Pasca Transisi (Past Transitional)Dinyatakan dengan tingkat fertilitas dan mortalitas sudahrendah. (Michael P. Todaro – Burhanuddin Abdullah ; 207 ).
b. Teori Transisi Demografi
Teori transisi demografi melukiskan peralihan tingkatpertumbuhan penduduk dari tingkat yang tinggi menujutingkat yang rendah yang dimekanisasikan melalui tigatahapan.Pada tahap pertama, baik tingkat fertilitas maupuntingkat mortalitas sama-sama tinggi, sehingga pertumbuhanberada pada tingkat yang tinggi dan berlangsung lama. Tingkatkematian yang tinggi dianggap sebagai ssuatu yang tidak dapatdihindarkan karena pada saat itu belum ada sanitasi,transportasi dan pengobatan moderen. Dengan tingkatkematian yang tinggi dianggap sebagai sesuatu yang tidakmemaksa masyarakat untuk menganut nilai-nilai sosial budayayang mendukung adanya tingkat kelahiran yang tinggi sebagaiimbangan supaya dapat mempertahankan keturunan.Pada tahap kedua, tingkat kematian sudah mulaimenurun sebagai akibat dari proses pembangunan ekonomi danmulai meningkatnya taraf hidup. Tetapi pada tahap ini tingkatkelahiran masih tinggi (meskipun sudah ada kecenderunganuntuk turun, tetapi tingkat penurunannya masih lebih rendahdibanding dengan penurunan tingkat kematian). Hal inidisebabkan nilai budaya pada waktu itu yang mendukungtingkat kelahiran yang tinggi sudah terlanjur membudaya danmelembaga sebagai suatu kepercayaan, sikap dan nilai tersebutlamban dan tergolong sulit untuk berubah. Pada tahap keduainipun masih diwarnai oleh tingkat pertumbuhan pendudukyang masih tinggi sebagai interaksi antara tingkat kelahiranyang tinggi dengan tingkat kematian yang cukup rendah.
3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->