Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DEFINISI SIKAP

DEFINISI SIKAP

Ratings: (0)|Views: 586 |Likes:
Published by dhien8811

More info:

Published by: dhien8811 on Mar 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

 
DEFINISI SIKAP
Sikap manusia telah didefinisikan dalam berbagai versi oleh para ahli psikologiterkemuka. Berkowitz (dalam Azwar, 1995:4) menemukan adanya lebih daritigapuluh definisi sikap. Puluhan definisi ini pada umumnya dapat dimasukkan kedalam salah-satu diantara tiga kerangka pemikiran (Azwar, 1995:4).Kelompok pemikiran yang pertama diwakili oleh Louis Thurstone, Rensis Likert,dan Carles Osgood. Mereka mendefiniskan sikap sebagai suatu bentuk evaluasiatau reaksi perasaan (Azwar, 1995:4). Secara lebih spesifik, Thurstone (dalamAzwar, 1995:5) memformulasikan sikap sebagai derajat afek positif atau afek negatif terhadap suatu objek psikologis. Pendapat serupa diungkapkan oleh ahlipsikologi lain seperti Berkowitz. Berkowitz (dalam Azwar, 1995:5) mengatakanbahwa sikap seseorang terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung ataumemihak (favorable) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorable) pada objek tersebut.Kelompok pemikiran kedua diwakili oleh para ahli psikologi sosial dan psikologikepribadian seperti Chave, Bogardus, LaPiere, Mead, dan Gordon Alport, yangmana konsep mereka mengenai sikap lebih kompleks, tidak hanya sekedar reaksiperasaan semata. Menurut mereka sikap merupakan semacam kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara tertentu. Pendapat ini juga didukungoleh ahli psikologi lain seperti Gagne, Calhoun, Thomas, Znaniecki, dan Aiken.LaPiere (dalam Azwar, 1995:5) mendefinisikan sikap sebagai suatu pola perilaku,tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalamsituasi sosial. Sedengakan Allport (dalam Sears, D, O., Freedman, J, L., & Peplau,L, A., 1985:137) mengemukakan bahwa sikap adalah keadaan mental dan syaraf dari kesiapan, yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruhdinamik atau berarah terhadap respon individu pada semua objek dan situasi yangberkaitan dengannya. Hal serupa diungkapkan oleh Gagne (dalam Abror,1993:108) bahwa sikap merupakan keadaan kesiapan mental dan susunan syaraf,yang mempengaruhi atau yang dinamis terhadap respon individu atas semuaobyek atau situasi yang berhubungan. Menurut Calhoun (1990:315) sikap adalahsekelompok keyakinan dan perasaan yang melekat tentang objek tertentu dankecenderungan untuk bertindak terhadap objek tersebut dengan cara tertentu.Sedangkan Thomas dan Znaniecki (dalam Ramdhani, 2009) merumuskan sikapsebagai predisposisi untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilakutertentu.Dalam istilah kecenderungan (predisposition), terkandung pengertian arahtindakan yang akan dilakukan seseorang berkenaan dengan suatu objek (Djaali,2008:115). Arah tersebut dapat bersifat mendekati atau menjauhi suatu objek (orang, benda, ide, lingkungan, dan lain-lain), dilandasi oleh perasaan penilaianindividu yang bersangkutan terhadap objek-objek tersebut. Misalnya, ia menyukaiatau tidak menyukainya, menyenangi atau tidak menyenanginya, menyetujui atautidak menyetujuinya. Aiken (dalam Ramdhani, 2009) mendefinisikan sikapsebagai predisposisi atau kecenderungan yang dipelajari dari seorang individu
 
untuk merespon secara positif atau negatif dengan intensitas yang moderat danatau memadai terhadap objek, situasi, konsep, atau orang lain.Kelompok pemikiran ketiga adalah kelompok yang berorientasi pada skematriadik (triadic scheme). Menurut kerangka pemikiran ini, sikap merupakankonstelasi komponen-komponen kognitif, afektif, dan konatif yang salingberinteraksi satu sama lain dalam memahami, merasakan dan berperilaku terhadapsuatu objek (Azwar, 1995:5). Sesuai dengan pendapat Eagly & Chaiken (dalamRamdhani, 2009) mengemukakan bahwa sikap dapat diposisikan sebagai hasilevaluasi terhadap objek sikap, yang diekspresikan ke dalam proses-proseskognitif, afektif, dan perilaku. Sebagai hasil evaluasi, Katz dan Stolen (dalamRamdhani, 2009) mendefiniskan sikap sebagai suatu kesimpulan dari berbagaipengamatan terhadap objek yang diekspresikan dalam bentuk respon kognitif,afektif, dan perilaku individu.Sikap terhadap objek, gagasan atau orang tertentu merupakan orientasi yangbersifat menetap dengan komponen-komponen kognitif, afektif, dan perilaku(Sears, D, O,. Freedman, J, L., & Peplau, L, A., 1985:138). Komponen kognitif terdiri dari seluruh kognisi yang dimiliki seseorang mengenai objek sikaptertentufakta, pengetahuan dan keyakinan tentang objek. Komponen afektif terdiri dari seluruh perasaan atau emosi seseorang terhadap objek, terutamapeniaian. Komponen perilaku terdiri dari kesiapan seseorang untuk bereaksi ataukecenderungan untuk bertindak terhadap objek (Sears, D, O,. Freedman, J, L., &Peplau, L, A, 1985:138).Para pakar psikologi sosial selalu mengkaji sikap sebagai komponen dari sistemyang terdiri atas tiga bagian atau disebut juga skema triadik yaitu; keyakinanmencerminkan komponen kognitif, sikap merupakan komponen afektif, dantindakan mencerminkan komponen perilaku (Atkinson, R, L., Atkinson, R, C., &Hilgard, E, R., 1983:371).Menurut Azwar (1995:6) selain pembagian kerangka di atas, ada dua pendekatanbaru dalam mendefinisikan sikap yang dikembangkan oleh para psikologi sosialmutakhir.Pendekatan yang pertama adalah yang memandang sikap sebagai kombinasireaksi kognitif, afektif, dan perilaku terhadap suatu objek. Ketiga komponen inisecara bersama-sama mengorganisasikan sikap individu. Pendekatan kedua timbuldikarenakan adanya ketidakpuasan atas penjelasan mengenai inkonsistensi yangterjadi antara ketiga komponen kognisi, afeksi, dan konasi dalam membentuk sikap. Pengikut pendekatan ini memandang perlu untuk membatasi konsep sikaphanya pada aspek afektif saja. Definisi yang mereka ajukan mengatakan bahwasikap tidak lain adalah penilaian (afek) positif atau negatif terhadap suatu objek.
Pustaka :
 Atkinson, R, L., Atkinson, R, C., & Hilgard, E, R. 1983. Pengantar Psikologi.Jakarta: Erlangga.

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Onah Si Noah liked this
Rhiry Eriati liked this
Bie Atie liked this
Beljida de Jesus liked this
Hudi Hary liked this
Mohammad Mulyadi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->