Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DESKRIPSI

DESKRIPSI

Ratings: (0)|Views: 880|Likes:
Published by Tini Bahagiani

More info:

Published by: Tini Bahagiani on Mar 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/29/2012

pdf

text

original

 
Arti Wacana PemerianWacana pemerian berfungsi menjadikan pembaca seakan-akan melihat wujud yangsesungguhnya dari meteri yang disajikan itu, sehingga kualitasnya yang khas dapatdikenal dengan lebih jelas. Dalam jenis wacana ini yang diutamakan ialah bentuk lahir suatu obyek, dengan jalan memberikan atau mengutarakan renik-renik fisiknya yangkhusus.Melalui suatu wacana pemerian kita melihat suatu obyek lebih hidup, konkrit, dan utuh.Dibandingkan dengan wacana pemaparan, dapat dikatakan bahwa bentuk pemerian lebihmemperlihatkan ciri individual obyek secara khas, sedangkan pemaparan biasanyamembatasi diri pada hal-hal yang bersifat umum atau yang dapat dibatasi. Oleh sebab itupemerian menyajikan citra suatu obyek, sedang pada pihak lain pemaparan menyuguhkanide tentang hakekat atau susunannya.Pemerian sebuah rumah misalnya akan lebih banyak berhubungan dengan wujud individuatau ciri khasnya dan kurang memperhatikan aspeknya yang langsung dapat dianalisis,seperti ukuran, bahan konstruksi dan perencanaan arsitekturnya. Dengan singkat dapatdikatakan bahwa pemaparan bersifat memperlihatkan dengan maksud menimbulkanpengertian, sedangkan pemerian
memperlihatkan
dalam arti
visualisasi.
Atau secarakasarnya dpat dikatakan, pemerian menitikberatkan pada penampilan sesuatu, sedangkanpemaparan pada hakekat atau keadaan yang sebenarnya.Sehubungan dengan masalah cita rasa dan pembayangan itu, suatu tulisan yang berbentuk pemerian sering digolongkan ke dalam tulisan kreatif. Pemerian adakalanya digunakansecara umum dan sering pula bersama dengan bentuk wacana lain.Jenis-jenis Wacana PemerianWacana pemerian biasanya dibedakan orang atas dua jenis, yaitu pemerian ekspositorisdan pemerian literer, seperti diuraikan di bawah ini.Pemerian EkspositorisJenis wacana ini biasa juga disebut wacana pemerian teknis atau ilmiah. Wacana initerletak antara wacana pemaparan dan wacana pemerian (secara murni). Tujuannya ialahmemberi pengertian mengenai hakekat suatu obyek. Ia berhubungan dengan unsur ruangatau urutan waktu yang disajikan sebagai suatu pernyataan agar pembaca dapatmemahami hakekat obyek yang diuraikan. Penyajiannya bersifat analitik dan tidak 
 
bermaksud menggugah perasaan. Ia terikat pada metode yang ditentukan oleh tujuannya.Wacana pemerian ekspositori banyak digunakan dalam dunia ilmu pengetahuan danperdagangan. Ia bersifat obyektif sebagai suatu cara untuk menghargai obyek bersangkutan seperti adanya. Uraiannya lengkap, sebab ia memikul tanggung jawabuntuk memberikan informasi. Jenis wacana ini umumnya sistematis atau skematis, sebabrenik-reniknya harus berkelanjutan untuk memperlihatkan adanya urutan. Ia bersifatabstrak, sebab ia cenderung kepada hal yang bersifat umum dan menghindari hal yangkonkrit atau spesifik.Meskipun wacana pemerian teknis atau ilmiah tampaknya sederhana, namun iamerupakan batu ujian terberat bagi seorang penulis. Ia menuntut terutama dua hal yangcenderung untuk menjauhkan kita dari studi yang bersungguh-sungguh mengenai apayang sebenarnya ada, dan suatu pilihan kata yang akan mencakupnya tanpa mengurangidaya asosiasinya. Jika tidak, maka ia akan sangat jauh dari apa yang disebut analisis.Seperti dimaklumi, suatu analisis yang berhasil sebagian bergantung pada kemampuanpengarang menekan sikap dan perasaannya sendiri. Demikian pula halnya denganpenulisan wacana pemerian teknis atau ilmiah. Ia banyak bergantung pada kemampuanpenulis melihat obyeknya sebagaimana adanya dan mengungkapkannya dengan kata-katasecara harfiah. Tujuan pemerian teknis ialah sedapat mungkin mendekati kerangka obyek yang diuraikan, sejalan dengan rencana yang dibuat untuk beberapa urutan penyajian.Suatu pengamatan yang cermat, organisasi pekerjaan yang jelas, dan pilihan kata-katayang sesuai dengan istilah yang lazim bagi obyek bersangkutan, sewajarnya merupakanalat penting bagi pemerian teknis atau ilmiah.Aspek pemerian teknis yang paling penting ialah kurangnya-kalau juga ada-halyang menyangkut kualitas sesuatu yang dikemukakan, sebab kualitas berhubungandengan perasaan tentang benda., sedangkan ilmu pengetahuan tidak berhubungan denganperasaan. Itulah sebabnya bahasa yang dapat memberi efek benci ataupun rasa senangpada pembaca tidak sesuai dengan tujuan utama pemerian teknis. Suatu pemerian teknistentang manusia purba misalnya, tidak boleh membuat kita benci terhadap tipe manusiayang tidak menarik itu, ataukah mengagumi sifat-sifat baik yang dimilikinya. Tujuanyaialah menjelaskan secermat mungkin penampilan dan kebiasaan suatu keluarga bangsamanusia pada masa prasejarah. Demikian pula halnya dengan pemerian teknis mengenai
 
sejenis senjata mesin seharusnya tidak ditulis untuk memadati pikiran kita dengan rasapenyesalan terhadap banyak jiwa yang telah direnggutnya, ataukah menggugahkekaguman kita terhadap keunggulan teknologi yang telahmemungkinkan penemuannya.Kedua cara seperti dikemukakan di atas ini sangat jauh dari seharusnya sebuah pemerian.Wacana pemerian teknis atau ilmiah adalah suatu wacana yang mempunyai tujuan yangterbatas. Tuntutan tujuan seperti itu biasanya meminta konsntrasi disertai kecekatan yangtinggi pada pihak penulis. Tetapi bila hal itu berhasil dilakukan penulis telah mengambillangkah awal dalam menyisihkan kualitas yang termasuk pemerian literar atau artistik,yang terutama berhubungan dengan kesan dan emosi pribadi.Betapa sulitnya menjelaskan dengan kata-kata yang tepat mengenai suatu obyek paling sederhana sekalipun, akan dapat terlihat jika kita mengambil pisau lipat misalnya,atau pembuka kaleng, sambil membayangkan seakan-akan kita diminta untuk menjelaskan bentuk dan fungsinya kepada seseorang yang belum pernah melihat bendaseperti itu. Untuk memenuhi maksud tersebut jelas diperlukan pengetahuan tertentumelalui pengamatan yang teliti. Selanjutnya penempatan pengetahuan tersebut ke dalamkata-kata yang sederhana dan tepat akan mengarah kepada kosa kata yang terbatas.Tetapi pengalaman seperti itu akan berharga, sebab selalu ada kemungkinan untuk menyajikan subyek yang demikian dalam wujud bahasa.Pemerian Literer Jenis wacana ini sering juga disebut wacana pemerian impresionistik ataustimulatif. Sifatnya agak subyektif dan literer. Ia tidak hanya menunjukkan ataumendaftarkan hal-hal yang menyangkut sesuatu, ia juga menampilkan sifat-sifat khususobyeknya dan sering berusaha memberi kesan tunggal yang dominan. Denganmenggunakan sifat-sifat faktual obyeknya sebagai titik tolak, ia bergerak dengan bebas kedalam dunia perasaan dan imaginasi.Tujuan wacana pemerian literer ialah menjadikan kita melihat sesuatu denganpenuh renik-renik yang menghasilkan kesan dalam perasaan. Ia memusatkan perhatianpada bagian lahir, menyangkut warna kehidupan dan keragaman subyeknya meskipun haltersebut berhubungan dengan benda yang sangat sederhana. Pemerian jenis ini seringdiperlukan dalam hubungannya dengan subyek berupa pemandangan ketika matahari

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->