Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Pengaruh Pernikahan Beda Agama

Jurnal Pengaruh Pernikahan Beda Agama

Ratings: (0)|Views: 1,396 |Likes:

More info:

Published by: Winda Listya Ningrum on Mar 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2012

pdf

text

original

 
JURNAL
POLA ASUH ANAK PADA PERNIKAHAN BEDA AGAMA
 
NINE IS PRATIWI
 10500279Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma
ABSTRAK
 
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana pola asuh anak pada pasanganbeda agama. Pola asuh adalah suatu proses interaksi total orangtua dan anak, meliputikegiatan seperti memelihara, memberi makan, melindungi dan mengarahkan tingkahlaku anak selama masa perkembangan anak serta bagaimana cara orangtuamengkomunikasikan afeksi (perasaan) dan norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungan. Pernikahan beda agama adalah
ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita, yang masing
-
masing berbeda
agamanya dan mempertahankan perbedaannya itu sebagai suami istri dengan tujuanuntuk membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang
Maha Esa
.
Sampel dalam penelitian ini adalah seorang suami yang menikah secara bedaagama dengan istri yang menganut agama Katholik. Usia pernikahan subjek lima tahun.
Menurut Poerwandari (1998) mengatakan bahwa dengan fokus penelitian kualitatif pada
kedalaman dan proses , maka penelitian kulitatif cenderung dilakukan dengan jumlahsedikit. Berdasarkan pendapat diatas, maka dalam penelitian ini subjek berjumlah satu
orang.
 
Tek 
nik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menurut Poerwandari (1998) wawancara adalah suatu kegiatan dilakukan untuk mendapatkaninformasi langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan pada pararesponden. Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) salah satu hal penting tetapi
sering dilupakan dalam observasi adalah mengamati hal yang tidak terjadi.
 Dari hasil analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa subjek danpasangannya mengasuh anaknya dengan menggunakan pola asuh authoritatif yangcukup baik. Hal ini dapat dilihat dari kehidupan keluarganya yang harmonis dan cukupbahagia serta tidak ada masalah yang terlalu rumit. Hal tersebut karena didukung
dengan faktor yang mendorong subjek menikah untuk membina keluarga bahagia, rukun,
harmonis karena memang mereka saling mencintai satu sama lain.
Kata kunci : Pola Asuh Anak, Pernikahan Beda Agama
 
 
A. Latar Belakang Masalah
 
Pada hakekatnya manusia sebagaimakhluk sosial tidak akan pernah lepas darihubungannya dengan orang lain. Hubungantersebut ada yang bersifat formal, yanghanya sekedar basa-basi sehingga tidak mendalam dan ada pula hubungan yangmendalam, seperti mencurahkan isi hati,berkeluh kesah, dan meminta tolong dalamkesulitan. Hal ini juga akan dialami olehmereka (pria dan wanita) yang telahmeningkat dewasa. Di mana dituntut untuk dapat berhubungan secara mendalam sampaidapat memiliki arti tersendiri di dalamhidupnya. Hubungan demikian akan terusmeningkat sampai jenjang pernikahan.Umumnya pernikahan dianggap se
bagai
salah satu tugas perkembangan bagi orangyang telah meningkat dewasa. Diharapkansetiap orang dapat menjalani tugas
perkembangannya dengan baik.
 Ada berbagai macam alasanmengapa pernikahan beda agama semakinmeningkat jumlahnya di Indonesia.
Pernika
han campur adalah hasil dari adanyaheterogenitas dalam satu populasi penduduk (Bossard & Boll, 1957). Disampingpernikahan campur, ada pula hal-hal yangmendorong pernikahan antar agama adalahmeningkatnya toleransi dan penerimaanantar pemeluk agama yang berbeda, danmeningkatnya mobilitas penduduk yangmemungkinkan mereka untuk berinteraksidengan orang yang berlatarbelakangberbeda. Penyebaran penduduk yangsemakin meluas, menyebabkan interaksidengan kelompok yang berlatarbelakangberbeda, dan memperbesar kemungkinanuntuk menikah dengan orang dari kelompok 
yang berbeda (Duvall & Miller, 1985).
 
Masalah
-masalah dalam pernikahankerap kali terjadi, dan banyak konflik ataumasalah yang ada mengakibatkan rusaknyakomunikasi, kehilangan tujuan bersama
dalam
pernikahan sampai kepada masalahseksual. Hal ini tentunya mengarah padapenurunan kualitas hubungan dalampernikahan itu sendiri. Masalah-
masalah
lain yang mungkin timbul adalah masalahkeuangan, anak-anak, sampai kepadamasalah dengan keluarga pasangan(
Atwater, 1985).
 
Masalah
-masalah yang disebutkandi atas adalah masalah yang umumnnyatimbul dalam suatu pernikahan, tetapipernikahan beda agama memiliki masalahdan konflik yang lebih khusus sehubungandengan adanya perbedaan agama dalampernikahan mereka. Menurut Lubis (dalamKoran Tempo, 2001), pasangan beda agamamemiliki kemungkinan besar untuk tersandung masalah dengan pasangannya.Karena itu pasangan beda agamamembutuhkan kesiapan psikologis yanglebih besar. Memang, tak berarti pasanganberbeda agama akan cenderung gagal atauberhasil. Semuanya tergantung kesiapanpsikologis masing-
masing. Soalnya bisa saja
 
saat pacaran semuanya tampak baik-
baik 
saja, tetapi ketika pernikahan berlangsungbeberapa tahun, masalah akibat berbagaiperbedaan muncul (Lubis dalam Koran
Tempo, 2001).
 Dalam penelitian ini, maka penelitijuga berfokus pada masalah internal yangdialami individu karena ingin menggalipenghayatan individu atas masalah yangdialaminya. Untuk itu, penelitian dilakukanpada individu yang menikah beda agama,
bukan pada pasangan beda agama.
 
B. Pertanyaan Penelitian
 
Berdasarkan latar belakang yangtelah diuraikan di atas, maka pertanyaan
penelitian yang ingin ditanyakan adalah:
 
1.
 
Mengapa subjek melakukan pernikahan
beda agama ?
 
2.
 
Masalah
masalah apa yang munculdalam keluarga subjek berkaitan dengan
pernikahan beda agama ?
 
3.
 
Bagaimana gambaran pola asuh anak 
pada pernikahan beda agama?
 
4.
 
Mengapa keluarga subjek menerapkan
pola asuh yang seperti itu?
 
C. Tujuan Penelitian
 
Penelitian ini dilakukan untuk 
mendapat
kan pemahaman tentang gambaranpernikahan beda agama, masalah - masalahyang muncul yang berkaitan denganpernikahan beda agama, dan pola asuh anak pada pernikahan beda agama serta
faktor
-faktor apa saja yang mempengaruhi pola
asuh pada pernikahan beda aga
ma.
 
D. Manfaat Penelitian
 
Penelitian ini diharapkanmempunyai dua manfaat, yaitu:
 
1.
 
Manfaat Teoritis
 
Memberikan sumbangan ilmiah secarateoritis (pengetahuan) bagiperkembangan disiplin ilmu psikologikhususnya Psikologi Pernikahan,Psikologi Keluarga, Psiko
logi
Konseling, dan PsikologiPerkembangan serta dapatmembangkitkan minat para peneliti lainuntuk melakukan penelitian lebihlanjut, khususnya tentang permasalahan
seputar pernikahan beda agama.
 
2.
Manfaat Praktis
 
Di lain pihak, memberi sumbangan
peng
etahuan kepada para konselorpernikahan yang menghadapipermasalahan serupa dengan penelitianini dan bagi para pasangan yangberbeda agama, baik yang sudahmenikah maupun akan menikah,
diharapkan dapat dijadikan rujukan atau
referensi dan bahan masukan ya
ng
berguna dalam membina keluarga di
dalam rumah tangganya.
 
TINJAUAN PUSTAKA
 
Teori
-
teori yang akan digunakan sebagai
landasan dalam penelitian ini adalah teorimengenai pola asuh, dimensi pola asuh,
jenis
-jenis pola asuh, faktor-faktor polaasuh, pernikahan, serta pernikahan bedaagama, termasuk di sini akan dijelaskan

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Husnul Mawaddah liked this
Anto Smaker liked this
Qory Ismawati liked this
Tarina Sari liked this
Yoga Dananjaya liked this
Ubaid Husein liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->