Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam masalah kewajiban zakat.Syarat tersebut ada yang berkaitan dengan
muzakki
(orang yangmengeluarkan zakat) dan ada yang berkaitan dengan harta.
Syarat pertama
, berkaitan dengan muzakki (orang yang mengeluarkan zakat):(1) islam, dan (2) merdeka.[5]Adapun anak kecil dan orang gila –jika memiliki harta dan memenuhi syarat-syaratnya- masih tetap dikenai zakat yang nanti akan dikeluarkan olehwalinya. Pendapat ini adalah pendapat terkuat dan dipilih oleh mayoritasulama.[6]
Syarat kedua
, berkaitan dengan harta yang dikeluarkan: (1) harta tersebutdimiliki secara sempurna, (2) harta tersebut adalah harta yang berkembang,(3) harta tersebut telah mencapai nishob, (4) telah mencapai haul (hartatersebut bertahan selama setahun), (5) harta tersebut merupakan kelebihandari kebutuhan pokoknya.[7]Berikut rincian dari syarat yang berkaitan dengan harta.
(1) Dimiliki secara sempurna.
Pemilik harta yang hakiki sebenarnya adalah Allah
Ta’ala
sebagaimanadisebutkan dalam sebuah ayat,
ر ٌ يب ِك َ ر ٌ ج ْ أَ م ْه ُ ل َ اوق ُف َن ْأَ َ م ْ ُ ْ ِ او ُ َ آَ َ ذ ِل ّ َ ِ ي ِ َ يف ِ َخ ْ ت َس ْ ُ م ْ ُ َع َ ج َ ّ ِ اوق ُف ِن ْأَ َ ِل ِو ُ َ َ ِّ ِ او ُ ِ آَ
“
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang- orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar
.” (QS. Al Hadiid: 7) Al Qurthubimenjelaskan, “Ayat ini merupakan dalil bahwa pada hakekatnya harta adalahmilik Allah. Hamba tidaklah memiliki apa-apa melainkan apa yang Allah ridhoi.Siapa saja yang menginfakkan hartanya pada jalan Allah sebagaimana halnyaseseorang yang mengeluarkan harta orang lain dengan seizinnya, maka ia akanmendapatkan pahala yang melimpah dan amat banyak.”[8]Harta yang hakikatnya milik Allah ini telah dikuasakan pada manusia. Jadimanusia yang diberi harta saat ini dianggap sebagai pemegang amanat hartayang hakikatnya milik Allah.