Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jurnal ibm ulamsari-03

jurnal ibm ulamsari-03

Ratings: (0)|Views: 1,309|Likes:
Published by zan_anwar

More info:

Published by: zan_anwar on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/27/2012

pdf

text

original

 
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PERIKANAN MELALUI PENERAPANTEKNOLOGI
PINTOKIR
(PINDANG PRESTO KERING) DI KUB ULAMSARI KOTAPEKALONGAN JAWA TENGAH (Program IbM Dikti Tahun 2010)Benny Diah Madusari, Anwar Fauzan,Muhamad Bahrus Syakirin, YunitariniLPPM UNIVERSITAS PEKALONGANAbstrak Kegiatan pengabdian masyarakat dalam program IBM (Iptek bagi Masyarakat ) dengan temapeningkatan produk perikanan melalui penerapan teknologi PINTOKIR merupakan kegiatanyang memberikan solusi terhadap pengolahan pasca produk perikanan agar dihasilkanpeningkatan kualitas produk yang berdampak pada peningkatan pendapatan.Kota pekalongan merupakan kota di Pantura Jateng yang mempunyai dua pelabuhan dantambak seluas 350 hektar yang menghasilkan ikan ikan golongan pelagis seperti ikan layang,ikan tongkol,ikan lemuru dan ikan bandeng. Hasil perikanan pada umumnya dijual dalambentuk segar, olahan seperti ikan asin dan ikan pindang serta bandeng prestoPengabdian masyarakat ini berlangsung pada tahun 2010, dengan sasaran kelompok usahabersama (KUB) Ulamsari di Kota Pekalongan. Di KUB Ulamsari, selama ini produk olahanyang dibuat adalah bandeng presto dengan mengandalkan bahan baku ikan bandeng (
Chanoschanos
) dengan kapasitas produksi terbatas dan tekstur dan rasa yang kurang menarik .Untuk itu diperlukan sebuah teknologi yang sederhana yang dapat menghasilkan produk yang lebihberkualitas dan higienis serta kapasitas produksi meningkat.Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan tentang penanganan produk perikananpasca panen dan upaya peningkatan kualitas hasil olahan; metode praktek dengan caramenerapkan pengolahan ikan pindang menjadi produk baru yakni ikan pindang presto kering(PINTOKIR) dan metode tanya jawab untuk mengetahui sampai sejauhmana anggota KUBUlamsari mampu menerima atau terlibat dalam kegiatan, serta evaluasi untuk menganalisisdalam penarikan simpulan dari semua kegiatan pengabdian yang dilakukan.Hasil kegiatan ini, menunjukkan bahwa anggota KUB Ulamsari sangat antusias dalammelakukan praktek mengolah ikan menjadi produk baru yaitu pintokir atau pindang prestokering, dengan spesifikasi produk yang memiliki daya awet 5 hari dalam suhu kamar danpenampilan yang lebih menarik serta rasa yang gurih,tulang lunak dan higienis serta kapasitasproduksi dapat ditingkatkan, yang semula 5 kg , bisa ditingkatkan menjadi 50 kg dengan alatPINTOKIR.Kata Kunci : ikan, pintokir 
 
PENDAHULUANKUB Ulam Sari berdiri sejak tahun 2001. Keanggotannya adalah sekelompomasyarakat yang mengusahakan pengolahan hasil panen ikan. Panen ikan yang diperolehberasal dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan yang merupakan hasil tangkapanlaut dan hasil dari budidaya di tambak dan kolam. Para pengolah ini telah mengusahakanhasil panen ikannya menjadi bahan-bahan makanan setengah jadi dan makanan siap santap.Jenis-jenis dari hasil panen ikan yang diolah yakni ikan bandeng, rumput laut, udang (berasaldari budidaya di tambak). Sedangkan hasil panen dari laut terdiri dari ikan layang, ikantengiri, udang, rebon, kakap, dan ikan rucah lainnya.Produksi perikanan di Kota Pekalongan didominasi dari perikanan tangkap yangterdiri dari jenis jenis Ikan Pelagis kecil seperti ikan kembung, layang, lemuru, selar, jui, dantongkol sebesar 98,8 % (PPNP, 2008). Sisanya ikan-ikan demersal (dasar) seperti ikan pari,ikan jeruk, ikan gendut, ikan cucut dan lain-lain. Daerah penangkapan bagi para nelayansebagian besar berasal dari daerah Masalembo, Matasiri, perairan Bawean hingga sampaiLaut China Selatan.Perkembangan produksi hasil tangkap ikan di PPNP selama kurun waktu10 tahun terakhir mengalami fluktuasi baik dari segi produksi maupun nilainya. Pada Tahun2008 terjadi kenaikan produksi dan nilai. Produksi ikan hasil penangkapan laut di KotaPekalongan sampai dengan akhir tahun 2005 adalah 43,350 ton dengan nilai Rp177.962.018 ,-. Dari nilai tersebut produksi ikan kecil yang mempunyai nilai ekonomi rendahmencapai 3.239 ton atau sekitar 15 %. Komoditi tersebut selama ini hanya diolah menjadiikan asin yang nilai ekonomi dan gizinya sangat rendah. Oleh karena itu perlu usahadeversivikasi produk agar dapat meningkatkan nilai ekonomi serta mempertahankan nilai giziproduk.
 
Sejak Tahun 2007, di Kota Pekalongan mulai muncul berbagai usaha pengolahan ikandalam skala home industri. Para pengolah ini telah membentuk perkumpulan yang dinamakanKUB Ulam Sari (DPPKP Kota Pekalongan, 2008). Adanya kelompok ini merupakan jawabanatas problema yang dihadapi dari hasil panen ikan yang bernilai rendah dan jauh daridiversifikasi yang menghasilkan produk yang higienis dan menarik bagi konsumen. Hasilolahan dari mitra, dalam hal ini KUB Ulamsari merpakan produk yang setengah jadi yaknibandeng presto. Selama ini dari proses hingga hasil produk yang dihasilkan masih kuranghigienis dan berkualitas, sehingga perlu upaya perbaikan proses pengolahan agar menghasilkan produk yang aman dan menarik bagi konsumen.Dari survei pendahuluan dan komunikasi aktif dengan anggota kelompok KUBUlamsari mempunyai permasalahan pada produk ikan presto dengan bahan baku ikanbandeng, karena kapasitas alat produksi kecil (5 Kg) , sehingga produk kurang maksimalserta kurangnya diversifikasi produk. Maka dari itu perlu ada soluasi untuk meningkatkanproduk melalui teknologi yang mudah dilakukan dan kapasitas yang lebih banyak serta dapatmenggunakan berbagai bahan baku selain ikan bandeng. Teknologi tersebut yaitumemproduksi ikan pindang presto kering (Pintokir) melalui alat pengolah yang lebih higienisdan produk memiliki kualitas lebih baik. Diperoleh beberapa masalah dalam menghasilkanproduk perikanan yaitu, kapasitas produk yang terbatas, proses produksi yang kuranghigienis, diversifikasi produk yang belum berkembang serta packing yang kurang menarik .Oleh karenanya penerapan teknologi pintokir merupakan alternatif untuk mengatasi masalahtersebutKegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi , dengan kualitas yanglebih higienis melalui perbaikan proses pengolahan dan penerapan diversifikasi produk daribandeng presto menjadi produk PINTOKIR atau pindang presto kering dengan bahan bakusemua jenis ikan baik hasil budidaya maupun hasil tangkap laut. Solusi yang ditawarkan

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Fah Rul liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->