Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemakalah 2_peningkatan Kompetensi Guru

Pemakalah 2_peningkatan Kompetensi Guru

Ratings: (0)|Views: 633|Likes:
Published by Just Rio
Kopetensi Guru
Kopetensi Guru

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Just Rio on Mar 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
PENINGKATAN KOMPETENSI GURUUNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA PADA BIDANG MIPAA. PENDAHULUAN
Peningkatan minat siswa pada bidang MIPA dipengaruhi oleh banyakfaktor, misalnya latar belakang orang tua, pergaulan, harapan masa depan, danguru. Guru merupakan faktor dominan yang dapat mempengaruhi minat siswa.Jika gurunya dapat melakukan pembelajaran yang profesional, misalnyamenyenangkan, memudahkan, mampu menumbuhkan aktivitas dan kreativitassiswa, serta membelajarkan siswa, maka siswa akan memiliki minat yang tinggiterhadap bidang MIPA. Sebaliknya apabila guru kurang profesional, menyajikanmateri pelajaran berpusat pada dirinya, menyebabkan siswa sulit memahami,otoriter dan akhirnya membuat siswa malas belajar, maka siswa akan kehilanganminatnya terhadap bidang MIPA.Guru yang profesioal adalah guru yang memiliki kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.Berdasarkan keprofesionalannya, guru dapat dibedakan menjadi 2 golonganbesar yakni guru yang profesional (walau dia tidak tersertifikasi) dan guru yangbelum profesional (termasuk yang tersertifikasi).Keprofesionalan guru dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor kepala sekolah dan pengawas, DIKNAS, KebijakanPemerintah (kurikulum, sertifikasi, kebijakan tentang buku, UN, dsb). Mengingatterbatasnya kesempatan, tidak semua faktor dibahas dalam makalah ini.
 
B. MUTU PENDIDIKAN KITA MASIH RENDAH
Kita harus mengakui bahwa mutu pendidikan di negara kita masih rendah.Kualitas pendididkan kita masih berada di bawah rata-rata negara berkembanglainnya. Hasil survai
World Competitiveness Year Boo
tahun 1997-2007menunjukkan bahwa dari 47 negara yang disurvai, pada tahun 1997 Indonesiaberada pada urutan 39, pada tahun 1999, berada pada urutan 46. Tahun 2002,dari 49 negara yang disurvai, Indonesia berada pada urutan 47, dan pada 2007dari 55 negara yang disurvai, Indonesia menempati posisi ke-53. Menurutlaporan monitoring global yang dikeluarkan lembaga PBB, UNESCO, tahun 2005posisi Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara berkembang di AsiaPasifik. Selain itu, menurut laporan
United Nations Development Programme
(UNDP), kualitas SDM Indonesia menempati urutan 109 dari 177 negara didunia. Sedangkan menurut
The Political and Economic Risk Consultancy 
(PERC) yang merupakan lembaga konsultan dari Hongkong menyatakankualitas pendidikan di Indonesia sangat rendah, di antara 12 negara Asia yangditeliti, Indonesia satu tingkat di bawah Vietnam.Khusus bidang MIPA, pendidikan di Indonesia juga masih cukupmemprihatinkan. Hasil survai TIMSS tahun 2003 yang diikuti 46 negara, siswa-siswa Indonesia menempati urutan 34 untuk matematika, dan menempati urutan36 untuk sains. Singapura menempati urutan pertama untuk dua-duanya, KoreaSelatan, Taiwan, Hongkong, dan Jepang, juga mendominasi peringkat atas,sementara Malaysia menempati urutan 10 untuk matematika, dan 20 untuksains
.
 
Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan oleh datadari Balitbang (2003) bahwa dari 146.052 SD di Indonesia ternyata hanyadelapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori
ThePrimary Years Program (PYP),
dari 20.918 SMP di Indonesia ternyata jugahanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori
TheMiddle Years Program (MYP)
dan dari 8.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolahyang mendapat pengakuan dunia dalam kategori
The Diploma Program (DP).
Mudah diduga, jika mutu pendidikan rendah maka kualitas sumber dayamanusia (SDM) juga akan rendah. Pada 15 September 2004 lalu
United Nationsfor Development Programme
(UNDP) mengumumkan hasil studi tentang kualitasmanusia secara serentak di seluruh dunia melalui laporannya yang berjudul
Human Development Report 2004
. Di dalam laporan tahunan ini Indonesiahanya menduduki posisi ke-111 dari 177 negara. Apabila dibandingkan dengannegara-negara tetangga saja, posisi Indonesia berada jauh di bawahnya. Inisungguh memprihatinkan. Berbicara tentang kualitas pendidikan,
Yusuf Kalla
 pernah mengatakan bahwa kualitas pendidikan Indonesia saat ini lebih buruk dibanding 30-40 tahun yang lalu, bahkan menurut laporan hasil survey
ThePolitical and Economic Risk Consultancy ( 
PERC) kualitas pendidikan Indonesiaberada pada peringkat 16 di tingkat Asia dan berada di urutan 160 untuk tingkatdunia. Ironisnya, kedudukan itu berada di bawah negara Vietnam yang seringmengalami kekacauan politik dan peperangan itu.Walaupun demikian, berita menggembiarakan masih ada. Para anakbangsa ternyata cukup berprestasi di ajang olimpiade MIPA tingkat internasional,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->