Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prinsip-prinsip Liberal: Liberalisme

Prinsip-prinsip Liberal: Liberalisme

Ratings: (0)|Views: 800 |Likes:
Published by FNFIndonesia
Liberalisme adalah prinsip hukum politis yang menjadi landasan bagi kekuasaan publik, meski ia maha kuasa, untuk membatasi diri sendiri dan di mana negara yang dikuasai oleh publik tersebut memberikan ruang bebas bagi mereka yang memiliki pikiran dan perasaan berbeda daripada si kuat, daripada mayoritas, walaupun untuk itu ada ongkosnya bagi kekuasaan publik.
José Ortega y Gasset 1930 Untuk menyelamatkan diri dari desakan partai lain, liberalisme mencoba menyesuaikan diri (misalnya dengan menamb
Liberalisme adalah prinsip hukum politis yang menjadi landasan bagi kekuasaan publik, meski ia maha kuasa, untuk membatasi diri sendiri dan di mana negara yang dikuasai oleh publik tersebut memberikan ruang bebas bagi mereka yang memiliki pikiran dan perasaan berbeda daripada si kuat, daripada mayoritas, walaupun untuk itu ada ongkosnya bagi kekuasaan publik.
José Ortega y Gasset 1930 Untuk menyelamatkan diri dari desakan partai lain, liberalisme mencoba menyesuaikan diri (misalnya dengan menamb

More info:

Published by: FNFIndonesia on Mar 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

 
Untuk menyelamatkan diri dari desakan partai lain,liberalisme mencoba menyesuaikan diri (misalnyadengan menambah embel-embel liberalisme sosial).Usaha tersebut sayangnya tidak mampu menghalangikemunduran liberalisme. Kembalinya prinsip-prinsipperdagangan bebas di Eropa yang diusung kaum liberalbukan hanya menjadi salah satu sebab pecahnyaperang dunia pertama, melainkan juga semakinmeminggirkan partai-partai liberal. Kekuatan politikyang ptoteksionist sangat dominant pada saat ituLiberalisme seringkali tak mampu melawantotaliterisme diparuh pertama abad 20. Setelah perangdunia kedua muncul kembali di dunia Barat semacamrenaissance liberalisme yang menjamin kemakmurandan perdamaian. Sejak runtuhnya komunisme UniSoviet 1989, ada harapan bahwa liberalisme akanmenjadi aliran politik terdepan. Sementara ancamanterjadinya erosi kebebasan yang selalu mengintai akantetap terus menjadi tantangan.
Literatur yang layak dibaca tentang topik liberalismeLudwig von Mises, Liberalisme (1927), edisi kedua,Sankt Augustin 2001
Di tahun-tahun antara perang dimana gerakanantiliberalisme tumbuh berkembang, ekonom Austria Ludwid von Mises menulis paparan prinsip-prinsip danpolitik liberal yang lengkap.
J.G. Merquior, Liberalism: Old and New, Boston 1991
Sejarah pendek liberalisme, ditulis oleh seorang diplomat Brasil. Sebuah uraian fair tentang berbagai aliran liberalisme.
Detmar Doering (peny.), Kleines Lesebuch über denLiberalismus (Buku bacaan tentang liberalisme), edisikeempat, Sankt Augustin 1999
Kumpulan kecil teks-teks klasik liberalisme dari Locke ,Bastiat hingga Popper.
David Boaz (peny.), The Libertarian Reader. Classicand contemporary Readings from Lao- Tsu to MiltonFriedman, New York, London, Toronto 1997
Kumpulan besar teks-teks klasik terkenal dan tak terkenal tentang liberalisme.
Untuk info lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Friedrich-Naumann-Stiftung
,Jl. Rajasa II No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta 12110Tel. (021) 725 6012-13 /indonesia@fnst.orgwww. fnsindonesia.org
Liberalisme
Prinsip-prinsip Liberal 
www. fnsindonesia.org
Liberalisme adalah prinsip hukum politis yang menjadi landasan bagi kekuasaanpublik, meski ia maha kuasa, untuk membatasi diri sendiri dan di mana negara yang dikuasai oleh publik tersebut memberikan ruang bebas bagi mereka yang memiliki pikiran dan perasaanberbeda daripada si kuat, daripada mayoritas, walaupun untuk itu ada ongkosnya bagi kekuasaan publik.
José Ortega y Gasset 1930
Kebebasan adalah tujuan tersendiri bagi kaumliberal. Tanpa kebebasan manusia tidak dapat hidup dan masyarakat tidak dapat berfungsi.Karena itu gagasan kebebasan di setiap masa dan tempat selalu memainkan peran penting.Tradisi-tradisi hukum alam di jaman kuno danabad pertengahan pun telah menuntut ruang kebebasan yang terjamin dari cengkeramankekuasaan yang masih mengutamakanmasyarakat di atas individu.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Zain Azzrai liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->