Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prinsip-prinsip Liberal: Pasar Tenaga Kerja

Prinsip-prinsip Liberal: Pasar Tenaga Kerja

Ratings: (0)|Views: 185 |Likes:
Published by FNFIndonesia
Jadi pro l/kuali kasi tawaran kerja tidak cocok dengan struktur permintaan kerja yang sangat cepat berubah (”mismatch”); struktur tarif pada tarif upah juga tidak dibedakan secara signi kanmenurut tinggi¬rendahnya kuali kasi; kuali kasi yang lebih baik tidak dibayar dengan upah yang memadai, sementara mereka yang kurang berkuali kasi direnggut kesempatannya oleh regulasi; tarif upah yang rendah-yang sesuai dengan tingkat produkti tas-dikompensasi dengan penam bahan jam kerja untuk meraih upah ke
Jadi pro l/kuali kasi tawaran kerja tidak cocok dengan struktur permintaan kerja yang sangat cepat berubah (”mismatch”); struktur tarif pada tarif upah juga tidak dibedakan secara signi kanmenurut tinggi¬rendahnya kuali kasi; kuali kasi yang lebih baik tidak dibayar dengan upah yang memadai, sementara mereka yang kurang berkuali kasi direnggut kesempatannya oleh regulasi; tarif upah yang rendah-yang sesuai dengan tingkat produkti tas-dikompensasi dengan penam bahan jam kerja untuk meraih upah ke

More info:

Published by: FNFIndonesia on Mar 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2014

pdf

text

original

 
Jadi prol/kualikasi tawaran kerja tidak cocok denganstruktur permintaan kerja yang sangat cepat berubah(”mismatch”); struktur tarif pada tarif upah juga tidakdibedakan secara signikanmenurut tinggi¬rendahnyakualikasi; kualikasi yang lebih baik tidak dibayardengan upah yang memadai, sementara mereka yangkurang berkualikasi direnggut kesempatannya olehregulasi; tarif upah yang rendah-yang sesuai dengantingkat produktitas-dikompensasi dengan penambahan jam kerja untuk meraih upah kerja yang lebihtinggi.
Reformasi pasar tenaga kerja
Kebijakan pendidikan harus memberi kontribusiterhadap perbaikan orientasi tawaran kerja pada permintaan kerja yang eksibeldan memperbaiki peluangdalam-persaingan memperoleh tenaga kerja terbaik.Tapi tanggung jawab langsung untuk mengatasimasalah pengangguran ada pada pekerja danpemberi kerja dalam pasar tenaga kerja,yakni padaasosiasi-asosiasi pemberi kerja dan serikat-serikatpekerja. Di kalangan perusahaan, tanggung jawab ituterletak di tangan pimpinan perusahaan dan dewanpengurus perusahaan. Pihak pekerja dan pemberi kerjamemberikan kerangka-kerangka terpenting dalam pasartenaga kerja dalam bentuk “kartel tarif” secara sentral,khususnyatarifupah sebagai harga untuk faktor kerjaserta jumlah (kualitas) dan tingkat eksibilitas waktukerja.Meningkatkan eksibilitas dan penentuan perjanjianupah yang menguntungkan perusahaan, kemudiandikombinasikan dengan konsep konsep-Bürgergeld(dana rakyat) untuk pekerjaan sederhana akanmempermudah terciptanya lapangan pekerjaan penuhwaktu. Dengan begitu akan ada lagi “pekerjaan untuksemua orang” dibursa kerja. Kalimat Röpke “der freiPreisräumtden Markt” (harga bebas memberi ruangpada pasar) akan juga berlaku bagi pasar tenaga kerjaapabila pasar itu bebas sesuai dengan kebutuhannya.Melalui reformasi pasar tenaga kerja, hak upah danUndang-undang tentang perusahaan harus diubahsedemikian rupa sehingga upah pada level perusahaandengan mayoritas pekerja berkualikasi yangmenyimpang daritarifdan waktu kerja yang lebiheksibel dan lama dapat menjadi alternatif bagilapangan pekerjaan yang am an. Pendeknya, reformasiini bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan bagisemua orang, termasuk mereka yang kurangberkualikasi bahkan yang tak punya kualikasi,dengan cara memberikan peluang kerja dalambidang-bidang yang sesuai (pekerjaan sederhana).
Literatur yang layak dibaca tentang topik TenagaKerjaWolfram Engels, Arbeitslosigkeit -
Wohersie kommt und wie man sie beheben kann
(Pengangguran, sebabdan cara mengatasinya), Frankfurter Institut BadHomburg 1984Kronberger Kreis,
Arbeitszeiten und soziale Sicherung exibler gestalten
(menenetukan waktu kerja danjaminan sosial lebih eksuibel), vol. 35, BadHomburg 1999Mauricio Rojas,
Arbeit ohne Ende 
(Pekerjaan tanpaakhir), Academia Verlag SanktAgustin 1999
Untuk info lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Friedrich-Naumann-Stiftung
,Jl. Rajasa II No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta 12110Tel. (021) 725 6012-13 /indonesia@fnst.orgwww. fnsindonesia.org
Pasar tenaga kerja
Prinsip-prinsip Liberal
Pasar yang paling penting adalah pasar tenaga kerjakarena tenaga kerja merupakan faktor produksiterpenting dari setiap ekonomi kerakyatan. Faktorproduksi terpenting kedua (bahkan Karl Marx mengikutipendapat pakar ekonomi klasik), adalah bahwa “tenagakerja yang mengalir adalah modal”. Hanya alam(“tanah”) sebagai faktor produksi terpenting ketigaketika itu belum dianggap kurang.
www. fnsindonesia.org
 
Adam Smith, Wohlstand ( 1776 ), kalimat 1

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nelfania liked this
arie_spp liked this
Uphie Jho liked this
Uphie Jho liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->