Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tindak Pidana Pemilu

Tindak Pidana Pemilu

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,096 |Likes:

More info:

Published by: Sella Desi Anggraini on Mar 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2014

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
 
1.1
 
Latar Belakang Masalah
Pada masa sekarang ini, negara-negara di dunia hampir seluruhnyamenggunakan demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Hal iniberarti kekuasaan rakyat diwakili oleh Badan Perwakilan Rakyat. Di negara kita,salah satu cara untuk memilih wakil rakyat adalah melalui Pemilihan Umum(Pemilu). Pemilu yang di awal persiapan perhelatannya telah melahirkan banyak kontroversi di publik. Banyak fenomena yang mengusik atau mungkin bisadikatakan anomali. Tidak berhenti sampai di situ, produk calon legislatif yangdimunculkan dari tiap partai politik belakangan juga menuai banyak kritikan dancercaan. Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangatlah kurang.Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakanPemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah pusat dan pemerintahdaerah. Banyak pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya. Pemilihanumum ini dilaksanakan secara langsung pertama kali untuk memilih presidendan wakil presiden serta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD di tahun 2004.Kurang matangnya persiapan pemerintah dalam proses penyelenggaraan pemiluserta minimnya sosialisasi tentang tata cara dan aturan Pemilu, menjadikanbanyaknya kasus-kasus pelanggaran Pemilu yang terjadi.Dari situ lah penulis berfikiran untuk mengangkat masalah tindak pidanapemilu, agar kita semua tahu yang sebenarnya tentang apa itu tindak pidanapemilu dan apa saja yang ada di dalam peraturan tindak pidana pemilu tersebut.
 
2
 
1.2
 
Rumu
san Masalah
Dari uraian latar belakang diatas maka dapat diambil rumusan masalahsebagai berikut :1.
 
Apa itu PEMILU?2.
 
Apa definisi tindak pidana pemilu?3.
 
Apasaja macam-macam tindak pidana pemilu?4.
 
Bagaimana mekanisme penyelesaian tindak pidana pemilu?
1.3
 
T
uju
an
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :1.
 
Untuk mengetahui arti PEMILU.2.
 
Untuk mengetahui definisi dari tindak pidana pemilu.3.
 
Untuk mengetahui macam-macam tindak pidana pemilu.4.
 
Untuk mengetahui mekanisme penyelesaian tindak pidana pemilu.
1.4
 
Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah :1.
 
Dapat memahami arti dari PEMILU.2.
 
Dapat memahami definisi dari tindak pidana pemilu.3.
 
Dapat memahami macam-macam tindak pidana pemilu.4.
 
Dapat memahami mekanisme penyelesaian tindak pidana pemilu.
 
3
 
BAB II
T
INJAUAN PUS
T
AKA
2.1
 
Pengertian PEMILU
Pemilu adalah suatu proses di mana para pemilih memilih orang-oranguntuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan yang disiniberaneka-ragam, mulai dari Presiden, wakil rakyat di pelbagai tingkatpemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapatjuga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas,walaupun untuk ini kata 'pemilihan' lebih sering digunakan.Sistem pemiludigunakan adalah asas luber dan jurdil. Dalam Pemilu, para pemilih dalamPemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilumenawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye.Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang haripemungutan suara. Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungandimulai. Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuanpemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dandisosialisasikan ke para pemilih.
2.2
 
Pe
m
il
u
di Indonesia
Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRDKabupaten/Kota. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihanpresiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR,disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pundimasukkan ke dalam rezim pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakanpertama kali pada Pemilu 2004. Pada 2007, berdasarkan Undang-UndangNomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
M Aza Budiman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->