Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
hormon pada wanita

hormon pada wanita

Ratings: (0)|Views: 554 |Likes:
Published by JoEst KaraNg

More info:

Published by: JoEst KaraNg on Mar 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2013

pdf

text

original

 
PERKEMBANGAN HORMON PADA WANITAIda bagus putu surya wedatama (0902105046)Program Studi Ilmu Keperawatan, FK UNUDHormon GonadotropinGnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)
Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicuperkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinyaovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan danmempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktuparuh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat.(Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).
FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicupertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria :memicu pematangan sperma di testis). Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruheliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambatoleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.
Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH), Follicle Stimulating Hormone (FSH) danLutheineizing Hormone (LH)
Hipothalamus mengeluarkan GnRH dengan proses sekresinya setiap 90-120 menit melalui aliranportal hipothalamohipofisial. Setelah sampai di hipofise anterior, GnRH akan mengikat selgonadotrop dan merangsang pengeluaran FSH
(Follicle
Stimulating
Hormone) d 
an LH
(Lutheinizing Hormone)
 
 Waktu paruh LH kurang lebih 30 menit sedangkan FSH sekitar 3 jam. FSH dan LH berikatandengan reseptor yang terdapat pada ovarium dan testis, serta mempengaruhi fungsi gonad denganberperan dalam produksi hormon seks steroid dan gametogenesis.Pada wanita selama masa ovulasi GnRH akan merangsang LH untuk menstimulus produksiestrogen dan progesteron. Peranan LH pada siklus pertengahan
(midcycle)
adalah ovulasi danmerangsang korpus luteum untuk menghasilkan progesteron. FSH berperan akan merangsangperbesaran folikel ovarium dan bersama-sama LH akan merangsang sekresi estrogen danovarium .Selama siklus menstruasi yang normal, konsentrast FSH dan LH akan mulai meningkat padahari-hari pertama. Kadar FSH akan lebih cepat meningkan dibandingkan LH dan akan mencapaipuncak pada fase folikular, tetapi akan menurun sampai kadar yang yang terendah pada fasepreovulasi karena pengaruh peningkatan kadar estrogen lalu akan meningkat kembali pada faseovulasi.Regulasi LH selama siklus menstruasi, kadarnya akan meninggi di fase folikular denganpuncaknya pada midcycle, bertahan selama 1-3 hari, dan menurun pada fase luteal.Sekresi LH dan FSH dikontrol oleh GnRH yang merupakan pusat control untuk basalgonadotropin, masa ovulasi dan onset pubertas pada masing-masing individu. Proses sekresibasal gonadotropin ini dipengaruhi oleh beberapa macam proses:
a.
 
E
pisode sekresi
(Episodic secretadon)
Pada pria dan wanita, proses sekresi LH dan FSH bersifat periodik, dimana terjadinyasecara bertahap dan pengeluarannya dikontrol oleh GnRH .
 b.
 
U
mpan balik positif 
(Positive feedback)
Pada wanita selama siklus menstruasi estrogen memberikan umpan balik positif padakadar GnRH untuk mensekresi LH dan FSH dan peningkatan kadar estrogen selama fasefolikular merupakan stimulus dari LH dan FSH setelah pertengahan siklus, sehinggaovum menjadi matang dan terjadi ovulasi. Ovulasi terjadi hari ke 10-12 pada siklusovulasi setelah puncak kadar LH dan 24-36 jam setelah puncak estradiol. Setelah hari ke-14 korpus luteurn akan mengalami involusi karena disebabkan oleh penurunan estradioldan progesteron sehingga terjadi proses menstruasi.
 
c.
 
U
mpan balik negatif (
egative Feedback)
 Proses umpanbalik ini memberi dampak pada sekresi gonadotropin. Pada wanitaterjadinya kegagalan pernbentukan gonad primer dan proses menopause disebabkankarena peningkatan kadar LH dan FSH yang dapat ditekan oleh terapi estrogen dalamjangka waktu yang lama.Tujuan pemeriksaan FSH dan LH adalah untuk melihat fungsi sekresi hormon yang dikeluarkanoleh hipotalamus dan mekanisme fisiologis umpan balik dari organ target yaitu testis danovarium. Kadar FSH akan meningkat pada hipogonadism, pubertas prekoks, menopause,kegagalan diferensiasi testis, orchitis, seminoma, acromegalli, sidroma Turner. Serta menurunpada keadaan insufisiensi hipotalamus, disfungsi gonad, anovulasi, insufisiensi hipofise, dantumor ovarium. Faktor yang mempengaruhi kadarnya adalah obat-obatan seperti steroid,kontrasepsi oral, progesteron, estrogen, dan testoteron.Gambar 1.
U
mpan balik positif dan negatif dalam pengaturan sekresi hormonalsistem HPO

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->