Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pluralisme di Indonesia

Pluralisme di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 3,844|Likes:
Published by Wenaldy Andarisma

More info:

Published by: Wenaldy Andarisma on Mar 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

 
Wenaldy Andarisma - HI UNIKOM
A.
 
Pendahuluan
Telah menjadi keniscayaan bahwa bumi sebagai tempat tinggal manusia, berpenghuniyang sangat beragama. Mulai dari suku, ras, bahasa, profesi, kultur dan agama. Dengandemikian, kemajemukan adalah keniscayaan dan tak bisa dihindari. Keragaman terdapat di pelbagai ruang kehidupan. Manusia diciptakan bersuku-suku, berbangsa dan beragama.Dalam konteks kemajemukan ini, pengertian antar sesama manusia sangat diperlukan untuk tidak terjadi kesalah-pahaman. Setiap orang berhak memeluk agama apapun yang dia yakini.Terlepas benar atau salahnya dalam mata umat agama lain.Kata pluralitas berasal dari bahasa Inggris,
 pluralism
. Kata ini diduga berasal dari bahasa Latin,
 plures,
yang berarti beberapa dengan implikasi perbedaan. Dari asal-usul kataini diketahui bahwa pluralisme tidak menghendaki keseragaman bentuk. Sebab, ketikakeseragaman sudah terjadi, maka tidak ada lagi pluralitas (
 plurality
). Keseragaman itusesuatu yang mustahil. Pluralitas di Indonesia mesti dimaknai sebagai kemajemukan dankeberagaman realitas penduduk Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 200 juta, komposisi penduduk Indonesia tidaklah homogen artinya bahwa terdapat berbagaimacam suku, ras dan bahkan agama yang dianut, terbagi alam beberapa kelompok atau sektetertentu.
1
 Pluralitas (keragaman) bukan hanya terjadi dalam lingkup kelompok sosial yang besar seperti negara, tetapi pluralitas itu juga bisa dalam lingkup rumah tangga yang kecil. Artinyadalam agama Islam sendiri ada bermacam perbedaan pada level penafsiran atas ajaran agama.Pluralitas dalam level penafsiran pada gilirannya akan melahirkan keragaman dalamaktualisasi dan pelembagaannya.
2
Hal serupa juga terjadi pada umat agama lain sepertiProtestan, Khatolik dll.Konsekuensi Indonesia sebagai negara berfaham demokrasi mengharuskan pemeluk agama-agama untuk membangun toleransi yang kuat. Saling toleransi dan saling pengertianakan selalu membuat pemeluk agama positif menjalankan kehidupan keagamaan dankebangsaan-kenegaraan. Kecurigaan dalam kehidupan beragama melahirkan keteganganantar umat beragama, dan sampai titik ekstrem terjadi konflik beragama.
 
Wenaldy Andarisma - HI UNIKOM
Demokrasi yang menjadi konsensus para pendiri bangsa sebagai sistem politik Indonesia yang berlandaskan Pancasila mesti dimaknai sebagai landasan kehidupan bersamadalam negara republik Indonesia. Titiik temu-temu agama-agama kalau kita lihat dapatterfasilitasi oleh demokrasi, jadi ketika kehidupan keagamaan dibangun dalam kecurigaandan saling tidak percaya, bukan tidak mungkin negara Indonesia beserta demokrasi, Pancasiladan cita-citanya masuk jurang kehancuran.Disadari atau tidak, struktur kemajemukan penduduk Indonesia dari berbagai suku,ras dan agama menyimpan potensi konflik sangat dashyat, yang setiap saaat akan meledak menjadi konflik besar. Dekade 90an sampai pada dekade ini menjadi semcam momentum bagi konflik suku, ras dan agama, tentu dengan intensitasnya masing-masing. Ironi kehidupankeagamaan seperti ini yang harus diatasi demi kelangsungan hidup dimasa mendatang. Tentukita membayangkan kehidupan dalam suatu negara yang harmonis, dimana tanpa ada salingkecurigaan dan konflik. Orang-orang bekerja dan saling tolong-menolong tanpa memandangsuku, ras dan agama, tetapi memandang sebagai naluri kemanusiaan.
 
Wenaldy Andarisma - HI UNIKOM
B
.
 
Is
lam dan Pluralita
s
Pada Ma
sy
arakat
I
ndone
s
ia
1
.
 
Is
lam dan Pluralita
s
di
I
ndone
s
ia (Perjumpaan
Is
lam dan
Ag
ama-a
g
ama laindan)
B
ila kita telusuri sejarah Islam klasik dimana imperium Islam pernah ada, banyak sekali ditemukan fakta-fakta akan pengakuan hak terhadap umat agama lain. NabiMuhammad Saw dikenal sebagai pencetus ³Piagam Madinah´, Khalifah Umar bin Khatabmembuat ³Piagam Aelia´ di Jerussalem, Khalifah Umawi Spanyol menegakan nilai-nilai pluralisme berdsarkan teks-teks agama. Max I. Diamont, penulis
Th
e Indestructible Jews
,menyatakan bahwa era pemerintahan Khalifah Umawi di Spanyol dapat dipandang sebagai pendobrak eksklusifisme, kezaliman dan diskriminasi.Islam adalah agama mayoritas yang dianut oleh separuh lebih penduduk Indonesia(82%) dengan dengan berbagai perbedaannya. Dalam sejarah perjumpaan Islam dan agama-agama lain di Indonesia, Islam masuk pada abad ketiga belas dan keenam belas. Islam datangsetelah agama Hindu dan
B
udha karena disokong oleh Kerajaan Majapahit dan KerajaanSriwijaya. Setelah dua kerajaan itu tumbang, Jawa dan Sumatera dikuasai kerajaan-kerajaanIslam. Sejarah mencatat, perpindahan kekuasaan dari kerajaan Hindu-
B
udha ke kerajaanIslam ternyata diikuti oleh perpindahan agama para penduduknya. Abad 13-15 menjadi masa paling ramai perpindahan agama Hindu-
B
udha ke Islam.CMH Clark dalam bukunya,
 A History of Australia
, seperti yg dikutip oleh AbdulMoqsith Ghazali,
 Argumen Pluralisme Agama
, menyatakan seandainya islamisasi tak dicegah oleh penguasa kolonial saat itu, pastilah seluruh penduduk Papua menjadi muslim,dan proyek islamisasi akan bergerak ke timur hingga Australia. Anehnya, konversi agamatidak menyebabkan ketegangan ataupun peperangan. Masa-masa paling tegang antar Islamdan umat beragama lain, terjadi antara abad ke16 dan abad ke 19. Pada periode itu hubunganantar Islam dan Kristen di Indonesia tidak cukup harmonis. Tidak seperti Islam dan Hindu-
B
udha. Islam dan Kristen berkali-kali terjadi benturan dan konflik kekerasan.Dalam bukunya,
Sejara
h
Indonesia Modern
, M.C. Ricklefs menceritakan fenomenaadanya pemaksaan konversi terhadap 28 orang tentara belanda dari Kristen menjadi Islamdengan cara mengkhitan alat kelamin mereka secara paksa.
B
egitu juga kristenisasi yangdilakukan para misionaris Kristen dari
B
elanda. Regering Almanak voor Nederlandch-Indie(Alamanak 
B
elanda) mencatat, pada tahun 1850 hanya ada 17 orang pendeta, 27 misionaris,

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wawan Darmawan liked this
Lintang Puspita liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->