Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
7Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Anatomi Mata

Anatomi Mata

Ratings: (0)|Views: 620|Likes:

More info:

Published by: aprilias-bonggaminanga-5659 on Mar 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/23/2013

pdf

text

original

 
BAB 2TINJAUAN PUSTAKA2.1.
 
Anatomi MataGambar 2.1. Anatomi Mata
Yang termasuk media refraksi antara lain kornea, pupil, lensa, dan vitreous. Mediarefraksi targetnya di retina sentral (macula). Gangguan media refraksimenyebabkan visus turun (baik mendadak aupun perlahan)
(
Marieb EN & HoehnK, 2007).Bagian berpigmen pada mata: uvea bagian iris, warna yang tampak tergantungpada pigmen melanin di lapisan anterior iris (banyak pigmen = coklat, sedikitpigmen = biru, tidak ada pigmen = merah / pada albino) (Marieb EN & Hoehn K,2007).
2.2.
 
Media Refraksi
Universitas Sumatera Utara
 
Hasil pembiasan sinar pada mata ditentukan oleh media penglihatan yang terdiriatas kornea,
aqueous humor 
(cairan mata), lensa, badan vitreous (badan kaca), danpanjangnya bola mata. Pada orang normal susunan pembiasan oleh mediapenglihatan dan panjang bola mata sedemikian seimbang sehingga bayanganbenda setelah melalui media penglihatan dibiaskan tepat di daerah makula lutea.Mata yang normal disebut sebagai mata emetropia dan akan menempatkanbayangan benda tepat di retinanya pada keadaan mata tidak melakukan akomodasiatau istirahat melihat jauh (H. Sidarta Ilyas, 2004).
2.2.1.
 
Kornea
Kornea (Latin cornum=seperti tanduk) adalah selaput bening mata, bagian selaputmata yang tembus cahaya. Kornea merupakan lapisan jaringan yang menutupibola mata sebelah depan dan terdiri atas 5 lapis, yaitu:1.
 
Epitel
 
Tebalnya 50 µm, terdiri atas 5 lapis selepitel tidak bertanduk yang salingtumpang tindih; satu lapis sel basal, sel poligonal dan sel gepeng.
 
Pada sel basal sering terlihat mitosis sel, dan sel muda ini terdorong kedepan menjadi lapis sel sayap dan semakin maju ke depan menjadi selgepeng, sel basal berikatan erat berikatan erat dengan sel basal disampingnya dan sel poligonal di depannya melalui desmosom dan makulaokluden; ikatan ini menghambat pengaliran air, eliktrolit, dan glukosayang merupakan
barrier.
 
 
Sel basal menghasilkan membran basal yang melekat erat kepadanya. Bilaterjadi gangguan akan mengakibatkan erosi rekuren.
 
Epitel berasal dari ektoderm permukaan
Universitas Sumatera Utara
 
2.
 
Membran Bowman
 
Terletak di bawah membran basal epitel kornea yang merupakan kolagenyang tersusun tidak teratur seperti stroma dan berasal dari bagian depanstroma.
 
Lapisan ini tidak mempunyai daya regenerasi3.
 
Stroma
 
Terdiri atas lamel yang merupakan susunan kolagen yang sejajar satudengan lainnya, pada permukaan terlihat anyaman yang teratur sadangkandibagian perifer serat kolagen ini bercabang; terbentuknya kembali seratkolagen memakan waktu lama yang kadang-kadang sampai 15 bulan.Keratosit merupakan sel stroma kornea yang merupakan fibroblas terletak di antara serat kolagen stroma. Diduga keratosit membentuk bahan dasardan serat kolagen dalam perkembangan embrio atau sesudah trauma.4.
 
Membran Descement
 
Merupakan membran aselular dan merupakan batas belakang stromakornea dihasilkan sel endotel dan merupakan membran basalnya
 
Bersifat sangat elastis dan berkembang terus seumur hidup, mempunyaitebal 40 µm.5.
 
Endotel
 
Berasal dari mesotelium, berlapis satu,bentuk heksagonal, besar 20-40 µm.Endotel melekat pada membran descement melalui hemi desmosom danzonula okluden(H. Sidarta Ilyas, 2004).Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensoris terutama berasal dari saraf siliarlongus, saraf nasosiliar, saraf V. saraf siliar longus berjalan supra koroid, masuk ke dalam stroma kornea, menembus membran Boeman melepaskan selubungSchwannya. Seluruh lapis epitel dipersarafi samapai kepada kedua lapis terdepantanpa ada akhir saraf. Bulbus Krause untuk sensasi dingin ditemukan di daerahlimbus. Daya regenerasi saraf sesudah dipotong di daerah limbus terjadi dalamwaktu 3 bulan (H. Sidarta Ilyas, 2004).
Universitas Sumatera Utara

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->