Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Journal Unindra PGRI

Journal Unindra PGRI

Ratings: (0)|Views: 46|Likes:
Published by abuulaka
Translation Journal
Translation Journal

More info:

Published by: abuulaka on Mar 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

 
PENERJEMAHAN BERANOTASIDARI BUKU KESEHATANSMART MEDICINE FOR A HEALTHIER CHILDAndri Purwanto
Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa InggrisUniversitas Indraprasta PGRI
ABSTRAK 
This study discusses some problems andstrategies in dealing with medical text duringthe process of translation. This study showshow the translator highlights some words,phrases, clauses, sentences and idioms whichare apparently becoming problems due to . Theresult of this study shows that there are four general strategies employed in translatingmedical text.The first strategy is syntactic strategy whichhas three subcategories, namely shifting theword class, changing the phrase, clause or sentence,and adding or changing cohesion.This strategy is used to encounter thegrammatical and lexical problems duringtranslation.The second strategy is semantic strategy whichhas three subcategories, namely usinghyponims or superordinates, altering the levelof abstraction, and redistributing more or fewer elements. This startegy focuses onhandling meaning which does not make senseto the target language.The third strategy is pragmatic strategy whichhas also three subcategories, namelynaturalizing or exoticizing, altering the level of explicitness, and adding or omittinginformation. This startegy is only used to dealwith word that has no equivalent meaning inthe dictionary.The last strategy is stylistic appropriatenesswhich has five subcategories, namely thechoice of oral or written mode, the role of sociolinguistic and situational factors, theselection of appropriate genre and type of discourse, appropriate language varieties or styles, and the choice of formal features andlexical items.This strategy is used to handledirect or indirect spech, social status, genre,writing style, and lexical chunks.This study finds 25 corpora which are only 5corpora presented in this journal, each corpuswill represent the total corpora in its category.The are five categories, namely word, phrase,clause, sentence, and idiom.
PENDAHULUAN
Saat ini dunia kedokteran telah berkembangdengan pesat seiring dengan kemajuanteknologi. Kesadaran individu dan masyarakatakan pentingnya kesehatan pun semakinmeningkat. Banyak yang membeli buku-bukukesehatan untuk meningkatkan gaya hidupsehat untuk keluarganya maupun untuk menunjang profesi. Tingginya tingkat polusi,buruknya sanitasi, dan padatnya penduduk diwilayah DKI Jakarta menumbuhkan kesadaranbeberapa kalangan masyarakat akan penting-nya hidup sehat.Buku yang berjudul
Smart Medicine for aHealthier Child 
memberikan informasi dasar dalam mengatasi gejala-gejala penyakit yangsering dialami oleh anggota keluarga. Buku inijuga menjelaskan berbagai macam obat danefek samping yang dihasilkan. Berbagaipenyakit yang umum pun dijelaskan besertacara menanganinya jika melihat gejala-gejalayang timbul pertama kali. Buku ini sangatcocok untuk keluarga yang ingin meningkat-kan kualitas hidup.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisamasalah-masalah yang dihadapi penerjemahdan strategi-strategi yang digunakan dalammenerjemahkan kata, frasa, klausa dankalimat. Penelitian ini menggambarkan secarajeli proses penerjemahan dan juga menambahpengalaman praktis bagi penerjemah, yaitudengan menyertakan anotasi.Williams dan Chesterman (2002) mengatakanbahwa yang dimaksud dengan penerjemahanberanotasi adalah memberikan catatan padahasil terjemahan serta memberikan analisaaspek kebahasaan dan pengambilan keputusanterhadap masalah penerjemahan tersebut (hal.7).Penerjemahan beranotasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri penerjemah ter-hadap kualitas hasil terjemahannya dan jugamemaksimalkan teori dan strategi penerjemah-an pada terjemahanya.Masalah terjemahan yang paling rumit adalahidiom karena tidak semua kamus menyajikanmaknanya. Contohnya adalah
This child seemsresigned to just soldier on, placing one foot in
 
front of other, buffeted by the winds of fate
yang diterjemahkan menjadi µAnak ini benar-benar menyerah untuk melewati kesulitanhidupnya, pasrah dan tidak berdaya olehterpaan nasib yang menderanya.¶ Pertama,frasa kata kerja
soldier on
karena frasa inimerupakan satu kesatuan yang memi-likimakna atau disebut kolokasi. Berdasarkandefinisi Kamus Besar Cambridge AdvancedLearner¶s Dictionary arti kata
soldier on
adalah
to continue doing something although it is difficult 
sehingga frasa ini tidak bisaditerjemahkan secara harfiah. Kedua, frasakata kerja
placing one foot in front of other 
karena frasa ini merupakan sebuah ungkapanyang artinya berbeda dengan arti harfiahungkapan tersebut atau disebut jugaidiom.Kolokasi dan idiom merupakan
lexical chunks
atau
lexical items
maka teori yangmendukung adalah
stylistic appropriateness:the choice of formal features and lexical items.
Penelitian juga bertujuan untuk mengembang-kan teori dan strategi penerjemahan padabuku-buku asing sehingga teori-teori tersebutdapat diterapkan dalam proses penerjemahan.Dengan demikian mahasiswa yang ingin me-mahami dunia penerjemahan dapat memulaipenelitiannya sesuai konsep dan kaidah yangsudah disusun dan dijelaskan secara terperinci.Dengan harapan konsep dan kaidah yang adadapat dikembangkan lagi dalam konteks yanglebih luas sehingga dapat memajukan duniapenerjemahan di Indonesia.PERUMUSAN MASALAHMakalah ini akan membahas beberapapermasalahan yaitu:1.
 
Bagaimana cara menganotasi teks yangberupa kata, frasa, klausa dan kalimatberdasarkan teori dan strategi penerjemah-an?2.
 
Berapa presentase jumlah masing-masingkategori kata, frasa, klausa dan kalimatpada teks yang diterjemahkan?LANDASAN TEORI1.
 
Pengertian PenerjemahanDalam bukunya
The Art of Translation
,Savory mengatakan bahwa penerjemahanadalah mungkin dengan kesepadanan maknaterkandung di dalam dua bahasa yang berbeda(dikutip dari Suryawinata dan Hariyanto, hal.12). Berdasarkan definisi yang dijelaskan olehSavory, penerjemahan berarti kesepadananmakna yang terkandung dalam bahasa sumber dengan bahasa sasaran. Larson (1984)mengatakan bahwa penerjemahan adalah padadasarnya perubahan bentuk. Maksudnyabentuk atau struktur bahasa tidak dipertahan-kan melainkan makna pada bahasa sumberlahyang dipertahankan dalam bahasa sasaran.Dalam menganalisa bahasa dua hal yang harusdiperhatikan, yaitu
surface structure
dan
deepstucture
.
Surface structure
merupakan bentuk luar dari suatu bahasa atau yang kita kenaldengan
grammatical structure
.
Deep structure
 merupakan bentuk terdalam dari suatu bahasaatau yang kita kenal dengan
meaning 
. Dalampenerjemahan teks yang kita terjemahkan punmemiliki makna dalam beberapa kasus.Sehingga sulit untuk dicarikan kata yangsepadan dengan bahasa sumbernya. Contohnyakata yang berbentuk 
collocation (soldier on),idiom (put one foot in front of other), sentenceheads (Do you mind if I), sentence tails (and so on), sentence stems (It can¶t be helped),polywords (of course, as well as), binomials(odds and ends) dan trinomials (lock stock and barrel), multiword verbs (run after, run out of), and compounds (cash flow, check-in).
 Beekman dan Callow (1974) mengatakanbahwa penerjemahan kata dapat berupa (1)
ageneric word with a descriptive phrase,
(2)
aloan word 
(3)
cultural substitute
(dikutip dariLarson hal.163).
Culturalsubstitute
dapat di-gunakan jika kata yang diterjemahkanmerupakan ciri khas kebudayaan suatumasyarakat tertentu dan tidak memiliki katayang sepadan maka boleh diterjemahkandengan kata yang kurang lebih menyerupai.Contoh: Senjata tradisional masyarakat jawa
ke
ris
diterjemahkan menjadi
dagger 
walaupuntidak sama bentuknya minimal memilikikegunaan yang sama, yaitu untuk berperang.Larson (1984) menjelaskan bahwa
there arekinds of meaning that may be either implicit or explicit 
(hal. 38). Contoh:
Sorry, my room islike a hell 
kemudian diterjemahkan menjadiµMaaf, kamar saya berantakan.¶Newmark (1981) mengatakan bahwa
translation is a craft consisting in the attempt to replace a written message and/or statement in one language by the same message and/or statement in another language
(hal.7).Newmark memiliki pandangan yang samadengan Larson mengenai arti penerjemahantetapi Newmark tidak menjelaskan tahapanpenerjemahan secara detil. Larson (1984) men-jelaskan bahwa
translation is a process of studying the lexicon, the grammatical 
 
structure, and the communication situation of the source language text, analyzing it in order to determine the meaning, and thenreconstructing this same meaning using thenatural forms of the receptor language
(hal.153). Pada kesimpulannya, penerjemahanmemiliki beberapa tahap, yaitu mempelajarikata, struktur bahasa dan situasi komunikasiserta menganalisanya sehingga ditemukan artiyang sepadan dengan bahasa sumber.2.
 
Prinsip PenerjemahanDuff (1990) menjelaskan 6 prinsip pener-jemahan:1.
 
Meaning 
. Penerjemahan harus sesuaidengan arti dari bahasa sumber.2.
 
orm
. Penambahan dan penguranganterhadap terjemahan dapat dilakukanselama membuat terjemahan lebihmendekati makna pada bahasa sumber.3.
 
R
egister 
. Ungkapan baku yang tidak bisa diterjemahkan secara harfiahtetapi menggunakan ungkapan bakupada bahasa sasaran.4.
 
Source language influence
. Pener-jemahan tidak mengikuti pola ataustruktur kalimat dari bahasa sumber tetapi diungkapkan kembali secaraalami dalam bahasa sasaran.5.
 
Style and clarity
. Gaya bahasapenulisan pada bahasa sumber disesuaikan dengan gaya bahasa padabahasa sasaran.6.
 
Idiom
. Tidak bisa diterjemahkansecara harfiah tetapi dicari maknayang sepadan dalam bahasa sasaran.3.
 
Strategi PenerjemahanPenelitian ini menggunakan dua strategi pener-jemahan oleh Williams dan Chesterman danNida dan Taber:1.
 
Syntactic Startegya.
 
Shifting the word-class
Teori ini dapat dikategorikan menjadi4 subkategori, yaitu:(i)
 
Structural Shifts
merupakan suatubentuk pergeseran pada struktur kata. Contoh: Subjek-Predikat-Objek diterjemahkan menjadiPredikat-Subjek-Objek biasanyadalam bahasa Arab dan bukanperubahan dari kalimat aktif kekalimat pasif.
 
(ii)
 
Class Shifts
merupakan suatubentuk pergeseran pada kelas kata,yaitu pergeseran dari kata sifatmenjadi kata benda atau kata sifatmenjadi kata kerja. Contoh: Katasifat
medicinal 
diterjemahkanmenjadi kata benda µobat¶ padakalimat
Some are just for sipping;some are medicinal 
diterjemahkanmenjadi µSebagian teh digunakansebagai minuman; dan sebagianlagi untuk obat.¶
 
(iii)
 
nit Shifts or 
R
ank Shifts
adalahpergeseran yang terjadi padatingkatan kata dari sebuah katamenjadi frasa atau sebaliknya.Contoh: Kata benda
pediatrician
diterjemahkan menjadi µdokter spesialis anak¶ pada kalimat
Apediatrician or family physicianwho knows your child from birththrough an illness or two is awonderful backup in case of crisis
menjadiµDokter spesialis anak atau dokter keluarga yangmengenal anak Anda dari sejak lahirmelalui satu penyakit ataulebih adalah penolong terbaik dalam kondisi darurat.¶(iv)
 
Intra-system Shifts
adalah suatubentuk pergeseran yang terjadipada sistem kata sandang. Contoh:kata benda jamak 
fruits
diterje-mahkan menjadi kata ulang µbuah-buahan.¶ Contoh:
The natural sugars in fruits make them verygood at disguising unpleasant medicinal taste
diterjemahkanmenjadi µGula alami yang berasaldari buah-buahan membuat obatmenjadi lebih enak dibalik rasanyayang pahit.¶
 b.
 
Changing the phrase, clause or sentence structure
merupakan suatustrategi penejemahan dengan meng-ubah frasa, struktur klausa ataukalimat. Contoh: Kalimat pasif 
that 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->