Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Pemikiran Politik Islam

Sejarah Pemikiran Politik Islam

Ratings: (0)|Views: 1,889|Likes:

More info:

Published by: Abu Hidah Al-Qornain on Mar 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/18/2012

pdf

text

original

 
1
PERKEMBANGAN POLITIK DINASTI ‘ABBA<SIYAH(Perkambangan Praktek Politik dan Pemikirannya)
Oleh:Muh. Zulkarnain Mubhar NIM: F0.4.6.10.013
Abstrak:
Dari berbagai peristiwa yang terjadi pasca wafatnyaRasulullah Saw, peristiwa pemilihan pemimpin kaum musliminmerupakan peristiwa yang mengandung berbagai polemik yangsangat tajam yang ditengarai dengan banyaknya pemikiran politik,dari seluruh rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa telahterjadi perkembangan pemikiran politik dari Rasulullah Saw hinggamasa dinasti umawwiyah secara dinamis, namun demikian berbagaikonflik dan intrik-intrik politik tidak dapat dipungkirikeberadaannya, utamanya pasca terbunuhnya sang khalifah ke-3.Dynasty ‘Abba>siyah merupakan dynasty yang didirikan secararevoluasioner mulai dari Khurasan hingga Magrib. Dynasty ini berdiridiantara dua imperim besar yaitu dynasty Umawiyyah jilid II yangberdiri tegak di Andalusia dan Byzantium. Usaha para penguasadinasy ‘Abba>siyah untuk mengahbisi seluruh keluarga Umawiyyahtidak pernah berhasil meskipun bekerjasama dengan Eropa, namunusaha untuk menundukkan sikap politik kaum Byzantium selalu berhasil, hanya saja pasca terbunuhnya al-Mutawakkil, para penguasakemudian harus disibukkan dengan berbagai pemberontakan internalyang tidak dapat diselesaikan bahkan menghasilkan berdirinyadynasty Buwaih, Salju>k dan Fa>t}imiyyah di Mesir.
Kata Kunci:
‘Abba>siyyah, Politik, Luar Negeri, Dalam Negeri.
Pendahuluan
Polemik pemikiran politik ditengah-tengah kaum muslimin telah tamapak pascawafatnya Rasulullah Saw, dimana Islam secara politik dibawah binaan dan bimbingansang Rasul Agung Muhammad bin Abdullah Saw berhasil menyatukan pemikiran politik manusia –utamanya kaum Arab yang senang dengan pertikaian dan perpecahan- dalamsatu pemikiran dan satu Negara yang dikeandalikan secara internal oleh hukum-hukumsyari’at, dan secara ekstral berfungsi untuk meyebarluaskan
risalah al-Isla> miyyah 
.Sejarah mencatat bahwa persoalan yang menjadi polemik pemikiran politik pertamayang terjadi dikalangan kaum muslimin pasca waftanya Rasulullah Saw adalah polemik kekuasaan politik atau 
Ima> mah 
1
. Polemik kekuasaan politik yang terjadi pada masa
1
Abdul Muin Salim.
Fiqhi Siayasah; Konsepsi Kekuasaan Politik Dalam Al-Qur’an.
(Jakart: RajaGrafindoPress, 2002), 1; Bandingkan: Muhammad bin Abd al-Kari>m bin Abu>Bakr Ahmad al-Shahrasta>ni>y.
Al- Milal wa al-Nih}al.
Vol. 1
 
(Mesir: Mus}t}afa>al-Ba>b al-H{alibi>y wa Awala>duhu>, 1387 H), 24. Philip K Hitti.
 
2tersebut melibatkan dua kelompok besar kaum muslimin yaitu Muha>jiri>n dan Ans}a> yang berakhir dengan dinobatkan Abu>Bakar al-S}iddi>q (w. 23 H/634 M) sebagai khalifah.
2
Setelah peristiwa tersebut proses kepemimpinan terus berlanjut tanpa polemicyang berarti hingga terbunuhnya ‘Uthma>n bin ‘Affa>n (w. 36H/656M) dan terpilihnya‘Ali>bin Abi>T}a>lib (w. 41H/661M) sebagai khalifah berdasaran usulan Gubernur Mesir  Abdullah bin Saba yang kemudian digantikan oleh Qais pada masa pemerintahan ‘Ali> bin Abi>T}a>lib.
3
 Pada masa kepemimpnan ‘Ali bin Abi>T{a>lib keadaan politik tidak menentu dan semakin diperparah dengan pemberontakan beberapa kelompok kaum muslimindiantaranya adalah pemberontakan T{alh}ah}bin ‘Ubaidillah dan Zubair bin ‘Awwam yang tidak mengakui kepemimpinan ‘Ali karena ketidaksediaannya menjatuhkan hukumankepada para pembunuh ‘Uthma>n, namun dengan demikian untuk perara ini ‘Alimengusahakan jalan damai, tetapi mereka yang berepentingan tidak menyukai hal inisehingga peperangan pun tidak dapat dielakkan. Peperanagan ini melibatkan T{alh}ah,Zubair, dan ‘Aisyah yang kemudian dikenal dengan
ma’rakah al-Jamal 
(perang unta)disebabkan ‘Aisyah menunggangi unta.
4
Kondisi politik pada masa ini semakin sangatparah ketika terjadinya polemik pemikiran politik antara ‘Ali bin Abi>T{a>lib dengan Mu’a>wiyah bin Abi>Sufya>n (w. 64H/680M) dimana Mu’a>wiyah sebagai ketua perkumpulan keluarga ‘Umawiyyah membangkitkan kemarahan kaum muslimin dankekecewaan mereka kepada kepemimpinan khalifah ‘Ali>bin Abi>T{alib yang tidak  mampu menuntaskan dan menghukum para pembunuh khlaifah ‘Uthma>n dan bahkanmenuduhnya sebagai pembunuh khalifah tersebut, dimana pada akhirnya ‘Ali>punterbunuh dan Mu’awiyah pun naik tahta sebagai Khalifah yang menunjukkan awalberdirinya dinasti Umawiyyah.
5
 Dari seluruh rangkaian peristiwa di atas menunjukkan bahwa telah terjadiperkembangan pemikiran politik dari Rasulullah Saw hingga masa dinasti Umawwiyah
History of The Arabs 
(London: The Macmillan Press Ltd, 1970), 139. Harun Nasution.
Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya.
Vol. 1 (Jakarta: UI Press, 1978), 92.
2
Muin Salim.
Fiqhi Siyasah…..,
1. Bandingkan : Hasan Ibrahim Hasan.
Sejarah dan Kebudayaan Islam,
diterj. H.A. Bahauddin. Vol. 1 (Jakarta: Kalam Mulia, 2001), 396-398.
3
Syed Mahmuddunnasir.
Islam; Konsepsi dan Sejarahnya.
Diterj. Adang Affandi (Bandung: RemajaRosda Karya, 2005), 165.
4
 
Ibid.,
166-167.
5
Lebih lanjut lihat. Hitti,
The History 
…, 180-184.
 
3secara dinamis, namun demikian berbagai konflik dan intrik-intrik politik tidak dapatdipungkiri keberadaannya, utamanya pasca terbunuhnya sang khalifah ke-3 ‘Uthma>n bin‘Affa>n – 
Rad}iya Alla> hu ‘anhu 
– dan kekhalifahan deserahkan kepada ‘Aly bin Abi>T{a>lib -
Rad}iyallahu ‘anhu 
– kemudian diambil alih oleh Mu’awiah yang kemudianmemproklammirkan
Umayyad empire 
(dinasti bani>Umayyah) yang berhasil berkuasasalama kurang lebih satu abad lamanya yakni antara tahun 40-120 H atau 661-737 M.namun kekuasaan ini harus berkhir ditangan para keturunan al-‘Abba>s atau lebih dikenaldengan
ha> shimiyyi> 
dengan jalan revolusi yang memandang bahwa para khalifahUmawiyyah tidak berlaku adil pada semua golongan dengan mengutamakan kaum arabsebagai
pioneer 
utama dalam membangun kebudayaan (Arabisasi), ditambah lagi sikapbermegah-megahan yang ditampilkan oleh dinasti menyebabkan tertindasnya kaum
mawa> ly 
dan seluruh elemen non-Arab yang ada dibawah kekuasaannya.Revolusi Abbasiyah ini dipimpin oleh seseorang yang berdarah Persia dengannama Arabnya Abu>Muslim di Khurasan, dimana ia merekrut dan melatih kader-kader revolusionernya dari kalangan Mawa>ly dengan doktrin Hashimiyyah.
6
Setelah peristiwaini, pendirian dinasti Abbasiyah pun dimulai dengan mengakat abu>al-‘Abba>s al-S}affah}  sebagai khalifah pertamnya (132 -136 H / 750-754 M) dan Al-Mans}u>r putra al-S}affa>h}  sebagai pendiri kekhalifahan pertamanya dengan menjadikan kota Bagdad sebagai pusatpemerintahannya yang memerintah selama 22 tahun yaitu antara tahun 136-158 H / 754-775 M.Perjalanan disnati ini cukup lama yaitu selama kurang lebih lima abad antaratahun 132-656 H / 750-1258 M dimana para khalifahnya terus berganti secara turuntemurun, pemerintahan para khalifah ‘Abba>siyah ini berhasil mengangkat Islam beradapada puncak peradaban dunia tingkat tinggi dengan seluruh elemen peradabannya,seperti; tata pemerintahan yang teratur, peningkatan intelektual yang telah diwariskanoleh Dinasti Umawiyyah, peningkatan kesejahteraan rakyat baik dari segi ekonomi,social, politik maupun pendidikan.Jika demikian, lalu bagaimana bentuk politik luar negeri yang dilakoni olehpara khalifah Dynast Abbasiyah? Dan bagaimanakah perkembangan politik internal
6
Tamim Ansary,
Dari Puncak Bagdad; Sejarah Dunia Versi Islam.
Diterj. Yuliani Liputo (Jakarta: Zaman,2010), 153.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->