Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tinjauan Remunerasi Jasa Medis

Tinjauan Remunerasi Jasa Medis

Ratings: (0)|Views: 40|Likes:
Published by Hari Purnama
Tinjauan Remunerasi Jasa Pelayanan
Dr. Hari Purnama Kertadikara, SpTHT Komite Medik RS(U)D. Kabupaten Bekasi

Pendahuluan Dewasa ini masalah krisis global yang melanda seluruh belahan dunia membuat para pengelola bisnis harus menghitung ulang anggaran belanja dan pendapatan perusahaan atau bisnis yang dikelolanya , mengevaluasi kembali kinerja perusahaannya (karyawan) dan melakukan penyesuaian ataupun perubahan target pencapaian kearah yang lebih relevan . Akibat cukup besarnya krisis yang ada s
Tinjauan Remunerasi Jasa Pelayanan
Dr. Hari Purnama Kertadikara, SpTHT Komite Medik RS(U)D. Kabupaten Bekasi

Pendahuluan Dewasa ini masalah krisis global yang melanda seluruh belahan dunia membuat para pengelola bisnis harus menghitung ulang anggaran belanja dan pendapatan perusahaan atau bisnis yang dikelolanya , mengevaluasi kembali kinerja perusahaannya (karyawan) dan melakukan penyesuaian ataupun perubahan target pencapaian kearah yang lebih relevan . Akibat cukup besarnya krisis yang ada s

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Hari Purnama on Mar 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2013

pdf

text

original

 
 
Halaman
1
Remunerasi Jasa Medis
Tinjauan Remunerasi Jasa Pelayanan
 
Dr. Hari Purnama Kertadikara, SpTHTKomite Medik RS(U)D. Kabupaten Bekasi
Pendahuluan
Dewasa ini masalah krisis global yang melanda seluruh belahan duniamembuat para pengelola bisnis harus menghitung ulang anggaran belanja danpendapatan perusahaan atau bisnis yang dikelolanya , mengevaluasi kembali kinerjaperusahaannya (karyawan) dan melakukan penyesuaian ataupun perubahan targetpencapaian kearah yang lebih relevan. Akibat cukup besarnya krisis yang ada saatini imbasnya dapat dirasakan juga pada sektor bisnis kesehatan dan rumah sakit(terutama RS. swasta). Dalam menghadapi tekanan tersebut diperlukan penataanulang mekanisme ³ mesin cetak ´ keuangan, yang meliputi penataan dalampemenuhan standar pelayanan medis, penetapan rencana strategi bisnis yangefektif dan efisien, penataan rencana anggaran belanja kebutuhan dalam upayapenghematan dan penataan kembali mekanisme distribusi hasil jasa produksi,termasuk mekanisme bagihasil (
ainsharin
) jasa pelayanan, yang prosesnyadilakukan melalui Proses Remunerasi.Sebagai dasar dalam menata proses remunerasi Jasa Pelayanan (
Med 
ical 
e
rvic 
e
s
), diperlukan sedikit pengetahuan dasar mengenai sistem dan azas dasar dari usaha ³bisnis´ rumah sakit. Rumah sakit merupakan suatu unit usaha jasa yangberbeda dari layanan usaha jasa lain, karena selain memberikan jasa layanan sosialdi bidang medis (pada masa lampau dikenal sangat lekat dengan nuansa sosialkemasyarakatan ketimbang
profit ori 
e
nt 
ed 
), pengelola rumah sakit harus tetapmampu menjaga kelangsungan bisnis rumah sakit (terutama bagi RS. swasta).Dalam pengelolaan rumah sakit dapat saja terjadi konflik kepentingan berbagaipihak, yang dapat bersumber dari situasi eksternal RS ( misal: UU dan Peraturanyang berkaitan dengan RS dan kesehatan pengaruh, campurtangan
own
e
, situasipolitik, ekonomi & keamanan, kebijakan yang tidak kondusif, dll) ataupun pengaruhkeadaan Internal RS sendiri, seperti: 1. Klasifikasi organisasi rumah sakit atau³status´ RS masih yang masih belum jelas, 2. Belum ada aturan dasar yang menjadiacuan bagi pimpinan rumah sakit dalam mengelola rumah sakit (Dewan Pengawas /
Gov 
e
rnin
Bo
dy 
 
/
Hospital b
laws
), 3. Dalam menjalankan pengelolaan rumah sakittanpa disadari mungkin terjadi deviasi dari Visi, Misi dan Tujuan Rumah Sakit yangdilakukan secara ³ berjama¶ah ´, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, 4.Ketidak-mampuan atau ketidak- kompetenan (
Lack of Skill 
or 
Improp
e
)
 
pimpinanatau manajemen RS dalam mengelola ³
cor 
e
bisnis
´ RS.Klasifikasi organisasi rumah sakit pada umumnya terbagi atas organisasibisnis (profit) dan organisasi non bisnis (non profit). Di Indonesia rumah sakit nonbisnis pada hakikatnya terdiri dari dua kelompok yaitu RS. milik pemerintah dan RS.bukan milik Pemerintah, sebagai contoh rumah sakit milik pemerintah adalah rumahsakit vertikal Depkes, rumah sakit milik departemen lain serta rumah sakit milik
 
 
Halaman
2
Remunerasi Jasa Medis
pemerintah daerah. Sedangkan contoh RS (non bisnis) bukan milik pemerintahadalah RS. milik universitas / perguruan tinggi, RS. milik lembaga swadayamasyarakat dan RS. milik organisasi keagamaan dll yang lebih dikenal dengan RSKomunitas. Sedangkan organisasi rumah sakit yang berorientasi bisnis murni (profit)biasanya dimiliki oleh swasta (domestik maupun asing) misalnya saja RS. milikkonglomerasi, RS. milik swasta asing dan RS. milik pribadi.Berkaitan dengan tekanan dan pengaruh krisis global maka dewasa ini sulitbagi pengelola rumah sakit non bisnis untuk tetap konsisten bertahan padaidealisme awal (murni non profit), sebab bagaimanapun juga dengan makinbesarnya tekanan krisis global yang melanda dunia dan tidak jelas kapan akanberakhirnya, ditambah dengan masalah politik (nasional & internasional) akanmemicu munculnya inflasi diberbagai sektor riil, yang pada akhirnya akanmemerlukan revisi ulang semua perhitungan anggaran belanja dibidang kesehatan.Emosi yang berlebihan untuk tetap mempertahankan idealisme dengan alasan danniat tertentu yang tidak logis dan hanya untuk kepentingan diri, kelompok ataupungolongan (terutama dalam menghadapai Pemilu 2009) tanpa memperhatikanpengaruh faktor eksternal, faktor internal dan
confoun
in
faktor lainnya, lamakelamaan dapat menyebabkan rumah sakit tidak dapat berfungsi dengan baik.Demikian pula hasrat yang berlebihan dalam merespons keadaan diatas (dalambentuk peningkatan pola tarif yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakatsaat ini), akan dapat menyebabkan rumah sakit kehilangan ruh dan fungsi sosialnyayang selama ini diagungkan disamping dapat berpotensi menyengsarakanmasyarakat dan memiskinkan bangsa ini.Beberapa rumah sakit pemerintah maupun swasta yang ada dewasa inimasih memiliki kualitas jasa layanan yang sangat memprihatinkan. Hal ini antara laindisebabkan adanya keterbatasan sumber daya (baik sumber daya finansial maupunsumber daya non finansial). Tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu jasalayanan (
Hospital / 
Med 
ical S 
e
rvic 
e
s
) akibat dari makin meningkatnya
n
eed 
&
 
de
man
s
pada pelayanan kesehatan yang bermutu akan membutuhkan danainvestasi yang tidak sedikit. Peningkatan tuntutan terhadap kualitas jasa layananrumah sakit seyogyanya harus diikuti pula dengan peningkatan profesionalitaspengelolanya dan pengelolaannya (Keterampilan Teknis Medis bagi tenagafungsional maupun penguasaan dan kemampuan aplikasi Ilmu Manajemen RS),serta selalu dibarengi dengan niat tulus dan jujur tanpa ada keinginan untukmendapatkan keuntungan baik secara pribadi, golongan maupun kelompok.
Remunerasi Jasa medis dan gaji upah
Dalam membahas remunerasi jasa medis dan gaji upah, perlu dipahamimakna dan tujuan dari remunerasi pada umumnya.Tujuan dari Remunerasi adalah: 1. Memperoleh SDM yang
q
ualifi 
ed 
, 2.Mempertahankan karyawan yang baik dan berprestasi serta mencegah
turnov 
e
 karyawan, 3. Mendapatkan keunggulan kompetitif, 4. Memotivasi karyawan untuk
 
 
Halaman
3
Remunerasi Jasa Medis
memperoleh perilaku yang diinginkan, 5. Menjamin keadilan antara satu karyawandengan yang lainnya berdasarkan kinerja dan prestasi kerja, 6. Mengendalikan biaya,7. Sebagai sarana untuk mencapai sasaran strategis RS, dan 8. Memenuhiperaturan Pemerintah.Tinjauan per definisi remunerasi jasa medis pada dasarnya adalah : Besarannilai jumlah uang yang harus diterima oleh tenaga medis sebagai kompensasi ataskinerja yang telah dilakukan, berkaitan dengan risiko tanggung jawab profesi daripekerjaannya. Sedangkan gaji upah tenaga medis adalah total nilai yang harusditerima oleh tenaga medis dari nilai kompensasi ditambah dengan besarankeuntungan lain (
tan
ibl 
e
& intan
ibl 
e
).Sebagai penjelasan dari definisi remunerasi, terdiri dari: Kompensasi (komisi,keuntungan langsung) dan insentif (bonus, bagihasil) atas kinerja atau aktifitas yangtelah dilakukan. Sedangkan upah mencakup pendapatan dari besaran kompensasidan insentif ditambah dengan besaran keuntungan tak langsung yang didapat daripengembangan atau aktifitas organisasi / institusi.Menurut Flippo EB, (1961). Remunerasi sesungguhnya adalah ´
Har 
a untuk jasa-jasa
an
e
lah
ib
e
rikan s
e
s
e
oran
e
pa
a oran
lain ´.
Dengan kata lainremunerasi jasa medis merupakan bentuk kompensasi atas jasa (jasa medis) yangtelah diberikan / dilakukan tenaga medis pada pasiennya, dan untuk memudahkandalam pendistribusian maka remunerasi dikonkritkan dalam bentuk nominal. Jasamedis yang dilakukan oleh tenaga medis pada hakikatnya berkaitan dengan layananmedis suatu rumah sakit, layanan tersebut dapat dilakukan dengan dukungan unit-unit penunjang lain baik unit penunjang langsung (rekam medik, radiologi,laboratorium, fisioterapi, gizi, dll) maupun unit penunjang tidak langsung (unitmanajemen, marketing, sekuriti, perparkiran, kebersihan dll). Dari penjelasan diatasmudah dipahami bahwa layanan RS (
Hospital S 
e
rvic 
e
s
) merupakan hasil dari satukerjasama berbagai unit / layanan bersama, dengan berbagai proporsi, risiko dantanggung jawab. Beberapa unit penunjang langsung juga merupakan sumber pendapatan RS, oleh karenanya bentuk jasa layanan yang dilakukan tadi disebutsebagai Jasa Pelayanan Rumah Sakit. Pada klinik dan RS yang cukup kecil denganlayanan terbatas, biasanya jasa medis
con
cru
e
nt 
dengan jasa pelayanan.Terdapat berbagai cara dalam melakukan perhitungan untuk mendapatkanbesaran nilai remunerasi jasa pelayanan, berikut dibawah ini adalah pedoman yangdapat digunakan dalam melakukan proses remunerasi:1. Amanat Undang-undang No. 43 tahun 1999 tentang Kepegawaian bahwasistem penggajian Pegawai Negeri adalah berdasarkan merit yang disebutkandlm psl. 7
‡
ayat 1 : Setiap Pegawai Negeri berhak memperoleh gaji yang adil dan layaksesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya
‡
ayat 2 : Gaji yang diterima oleh Pegawai Negeri harus mampu memacuproduktivitas dan menjamin kesejahteraannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->