Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
2Activity
×

Table Of Contents

"Hai Abu Nawas kau tidak boleh berkata seperti itu kepada rajamu."
Si wazir hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Abu Nawas
"Abu Nawas kau mau apa tidak menghadap Sultan?" kata wazir
"Abu Nawas bersikaplah sopan!" tegur Baginda
"Apa Abu Nawas...?"
"Tidak Baginda! Siapa bilang udang berasal dari terasi?"
Mengapa Abu Nawas bersikap seperti orang gila? Ceritanya begini:
"Hah? Merusak rumah Tuan Kadi?" gumam semua muridnya keheranan
"Hai Kadi benarkah kau mempunyai hukum seperti itu?" tanya Baginda
"Mudah Tuanku yang mulia." kata Abu Nawas sambil tersenyum
"Ada kerumunan apa di sana?" tanya Abu Nawas
"Apa maksudmu dengan monyet ajaib?" kata Abu Nawas ingin tahu
Akhirnya Abu Nawas mengeluarkan bungkusan kecil berisi balsam panas
Pekerjaan Yang Mustahil
"Satu lagi Baginda... " Abu Nawas menambahkan
"Tidak ada." jawab Baginda Raja singkat
"Hamba sudah siap sejak tadi Baginda." kata Abu Nawas
"Aku tak melihat apa-apa." kata Baginda Raja
Kisah ini mirip dengan kejadian pada masa Nabi Sulaiman ketika masih muda
Hadiah Bagi Tebakan Jitu
"Ikan-ikan di laut." jawab Abu Nawas dengan tangkas
Mendengar penjetasan Abu Nawas Baginda Raja terdiam
"Sebutkan syarat itu." kata Baginda Raja
Tetap Bisa Cari Solusi
"Orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil." jawab Abu Nawas
"Sebab lebih mudah diampuni oleh Tuhan." kata Abu Nawas
"Orang yang tidak mengerjakan keduanya." jawab Abu Nawas
"Orang yang mengerjakan dosa-dosa besar." jawab Abu Nawas
Karena belum mengerti seorang murid Abu Nawas bertanya
"Lalu apakah tingkatan hati itu?" tanya murid Abu Nawas
"Mungkin." jawab Abu Nawas
"Bagaimana caranya?" tanya murid Abu Nawas ingin tahu
"Dengan merayuNya melalui pujian dan doa." kata Abu Nawas
"Ajarkanlah doa itu padaku wahai guru." pinta murid Abu Nawas
Raja Dijadikan Budak
Abu Nawas menghadap dan berkata kepada Baginda Raja Harun Al Rasyid
"Tetapi Baginda ... " kata Abu Nawas sengaja tidak melanjutkan kalimatnya
"Siapa engkau?" tanya Baginda Raja kepada pedagang budak
"Abu Nawas menjual diriku kepadamu?" kata Baginda makin murka
Pedagang budak itu kaget dan mulai mengenal Baginda Raja
Abu Nawas Mati
"Ada apa?" tanya tetangga Abu Nawas sambil tergopoh-gopoh
"Hah! Abu Nawas mati?"
"Adakah pesan terakhir Abu Nawas untukku?"
"Ada Paduka yang mulia." kata istri Abu Nawas sambil menangis
"Katakanlah." kata Baginda Raja
"Baiklah kalau itu permintaan Abu Nawas." kata Baginda Raja menyanggupi
"Ada apa?" kata Abu Nawas sambil memesan secangkir teh hangat
Mereka harus rela melepas seratus keping uang emas untuk Abu Nawas
Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abu Nawas
Beberapa hari kemudian Abu Nawas pergi ke rumah orang itu
"Bagaimana keadaan kalian sekarang?" Abu Nawas bertanya
Beberapa hari kemudian Abu Nawas mengunjungi orang itu
"Bagaimana keadaan rumah kalian sekarang ?" Abu Nawas bertanya
"Aku punya akal untuk menjebak Abu Nawas."
"Hamba belum mengerti Baginda yang mulia." kata Abu Nawas agak ketakutan
"Tunggu dulu wahai Tuanku yang mulia." kata Abu Nawas memohon
Suatu hari Abu Nawas dipanggil Baginda
"Abu Nawas." kata Baginda Raja Harun Al Rasyid memulai pembicaraan
"Daulat Paduka yang mulia." kata Abu Nawas penuh takzim
Asmara Memang Aneh
Cara Memilih Jalan
"Baiklah kalau begitu kita beristirahat sejenak." usul Abu Nawas
"Ini bukan kambing." kata Abu Nawas
"Keledai." kata Abu Nawas
"Kau juga yakin ini kambing?" tanya Abu Nawas
"Tidak." jawab Abu Nawas dengan cuek
"Berapa?" kata Abu Nawas pura-pura merasa tertarik
"Mengapa tuan hakim tidak minta bantuan Abu Nawas saja?"
Kini harapan tertumpu sepenuhnya di atas pundak Abu Nawas
Tipu Dibalas Tipu
"Dengan senang hati. Lalu kapan rencananya?" tanya Abu Nawas polos
Besok pagi aku baru akan berbuka." kata Ahli Yoga
"Perjanjian apa?" tanya Abu Nawas
Tugas Yang Mustahil
Setelah berbasa-basi maka Baginda bertanya kepada Abu Nawas
"Ada apa Abu Nawas? Kau datang tanpa kupanggil?"
"Aku ingin berkunjung ke desa itu. Pengawal! Siapkan pasukan!"
"Semua ini gara-gara Abu Nawas!" kata Farhan
"Bagaimanapun Abu Nawas harus dihukum!"
Pengawal itu berpikir sejenak lalu pergi meninggalkan Abu Nawas
Ternyata pengawal itu merighadap Baginda Raja untuk melapor
Benarkah Abu Nawas sudah keok?
"Ada Paduka yang mulia." jawab Abu Nawas singkat
"Baiklah." kata Baginda menyetujui permintaan Abu Nawas
Kini kesempatan Abu Nawas membela diri
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kisah-1001-Malam-Abu-Nawas

Kisah-1001-Malam-Abu-Nawas

Ratings: (0)|Views: 3,872|Likes:
Published by ajul_gedang

More info:

Published by: ajul_gedang on Mar 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/28/2011

pdf

text

original

You're Reading a Free Preview
Pages 4 to 61 are not shown in this preview.
You're Reading a Free Preview
Pages 65 to 84 are not shown in this preview.
You're Reading a Free Preview
Pages 88 to 100 are not shown in this preview.
You're Reading a Free Preview
Pages 104 to 132 are not shown in this preview.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->