Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
 
OLEH:
ZALDY YUNUS (D41110264)MUFLIH ALHAFIDY (D41110265)CHAERUNISAI BAHAR (D41110266)
 
 
KATA PENGANTAR 
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat Ridha danKarunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ³
Demokrasi dalamIslam
´. Selanjutnya shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW, keluarga,sahabat, dan orang-orang yang senantiasa istiqomah di atas jalan-Nya sampai hariakhir.Penulis menghaturkan banyak terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikanmakalah ini. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah inimasih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu, makalah mengharapkan masukanberupa saran dan kritik yang sifatnya konstruktif demi penyempurnaan dan perbaikanuntuk penulisan karya ilmiah selanjutnya.Akhirnya penulis berharap semoga karya ini dapat memberikan nilai tambahdan manfaat bagi pembaca, serta bernilai ibadah di sisi-Nya Amin.Sengkang, Desember 2009Penulis
 
B
A
B
I
 
PENDAHULUAN
 Pada akhir dasawarsa abad ke-20, demokratisasi menjadi salah satu isu yangpaling populer diperbincangkan. Indikasi nyata dari kepopuleran isu itu adalahberlipat gandanya jumlah negara yang menganut sistem pemerintahan demokratis.Negara yang awalnya tidak demokratis, serta merta merubah haluan negaranyamenjadi demokratis.Demokrasi pada substansinya adalah sebuah proses pemilihan yangmelibatkan banyak orang untuk mengangkat seseorang yang berhak memimpin danmengurus tata kehidupan komunal mereka. Dan tentu saja yang akan mereka angkatatau pilih hanyalah orang yang mereka sukai.
 
Mereka tidak boleh dipaksa untuk memilih suatu sistem ekonomi, sosial atau politik yang tidak mereka kenal atau tidak mereka sukai. Mereka berhak mengontrol dan mengevaluasi pemimpin yangmelakukan kesalahan, berhak mencopot dan menggantinya dengan orang lain jikamenyimpang.Demokrasi sering diartikan sebagai penghargaan terhadap hak-hak asasimanusia, partisipasi dalam pengambilan keputusan dan persamaan hak di depanhukum. Dari sini kemudian muncul idiom-idiom demokrasi, seperti egalite(persamaan), equality (keadilan), liberty (kebebasan), human right (hak asasimanusia), dst.Secara normatif, Islam menekankan pentingnya ditegakkan amar ma¶ruf nahimunkar bagi semua orang, baik sebagai individu, anggota masyarakat maupunsebagai pemimpin negara. Doktrin tersebut merupakan prinsip Islam yang harusditegakkan dimana pun dan kapan saja, supaya terwujud masyarakat yang aman dansejahtera.Bagaimanakah konsep demokrasi Islam itu sesungguhnya? Jika secaranormatif Islam memiliki konsep demokrasi yang tercermin dalam prinsip dan idiom-
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more