Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
29Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Seleksi Karakteristik Bakteri Asam Laktat

Jurnal Seleksi Karakteristik Bakteri Asam Laktat

Ratings: (0)|Views: 876 |Likes:
Published by Taufiq Ali

More info:

Published by: Taufiq Ali on Mar 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2013

pdf

text

original

 
1
SELEKSI DAN KARAKTERISASIBAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) INDIGENUS
Misgiyarta
1
S. dan Widowati
1
 1.
 
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanaian.Jl. Tentara Pelajar No 12, Bogor. (0251) 321762E-mail:
masmisgi@plasa.com
 
Abstract
Lactic Acid Bacteria (LAB) grow well in Indonesia. Only a few laboratorieshave LAB culture collection. It’s very important enhace of LAB collection. The aims of this research are; 1) to isolate of LAB from many sources, 2) to identificate of LAB. LABisolation use selective media de Man Rogosa Sharpe Agar (MRS Agar). LAB wasisolated from decaied cabbage, decaied mustard green, mustard green pickle, decaiedlong nourishing, decaied cabbage lettuce, decaied tomato, sauerkraut, mustard greencontaminated milk, soy milk, decaied banana, decaied papaya, decaied pineapple, anddecaied sour-sop. Isolates were identificated with test of Gram, endospore coloring,catalase, motility, and ability to produce of lactic acid. We isolated 141 isolates of LAB.31 isolates of 141 isolates are excellent to produce of lactic acid.Key words: Lactic acid bacteria,
indigenous
, isolation, and characterization.
Abstrak 
Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kekayaan alam mikroba banyak tersebar di alam Indonesia. Koleksi BAL di berbagai laboratorium di Indonesia masih terbatas.Eksplorasi BAL dari lingkungan alam Indonesia dilakukan untuk meningkatkan koleksiisolat tersebut. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi BAL dariberbagai sumber. BAL diisolasi dari kobis busuk, asinan sawi, sawi busuk, kacangpanjang busuk, selada busuk, tomat busuk, sauerkroaut, limbah tahu, feses bayi, fesessapi, susu terkontaminasi, susu kedelai, pisang busuk, pepaya busuk, nanas busuk dansirsak busuk. Isolat yang diperoleh diidentifikasi dengan pengujian pewarnaan Gram,pewarnaan endospora, katalase, dan motilitas, total asam tertitrasi. Pada penelitian iniberhasil diisolasi sebanyak 141 isolat BAL. Isolat unggul dalam menghasilkan asamlaktat yang berhasil diisolasi sebanyak 31 isolat.Kata kunci: Bakteri asam laktat,
indigenous
, isolasi, karakterisasi.
 
2
PENDAHULUAN
Pemanfaatan mikroba sebagai agen bioteknologi makin meningkat, karenabeberapa hal antara lain: 1) perbanyakannya mudah dan dapat dikendalikan, 2) substratpertumbuhan relatif murah, bahkan dapat menggunakan limbah pertanian, 3) dapatmenghasilkan enzim yang cukup banyak sehingga potensial dikembangkan untuk skalaindustri (Bachrudin,
et. al.
2000). Bakteri digolongkan menjadi dua, yaitu bakteri yangmenguntungkan dan bakteri yang merugikan. Bakteri asam laktat (BAL) merupakanbakteri yang menguntungkan. Pemanfaatan mikroba dalam proses fermentasi telahdikenal turun temurun dari sejak ribuan tahun yang lalu (Spicher, 1983
dalam
Sardjoko,1991). Teknologi fermentasi merupakan salah satu cara pengolahan dan pengawetanmakanan, baik secara konvensional maupun moderen, dengan memanfaatkan mikrobabaik langsung maupun tidak langsung. Dalam proses fermentasi, mikroba maupun enzimyang dihasilkan dapat menstimulir flavor yang spesifik, meningkatkan nilai cerna bahanpangan, menurunkan kandungan anti gizi atau bahan lain yang tidak dikehendaki, dandapat menghasilkan produk atau senyawa turunan yang bermanfaat bagi kehidupanmanusia (Neech,
et. al.
1985). Dengan kata lain teknologi fermentasi dapatmeningkatkan nilai guna dan nilai sosial ekonomi bahan pangan.Mikroba tersebar luas di alam, sehingga proses fermentasi dapat terjadi secaraalami. Namun, fermentasi alami mempunyai beberapa kelemahan antara lain prosesnyatidak terkendali sehingga mutu produk yang dihasilkan tidak konstan. Untuk mengatasihal tersebut diperlukan ragi atau starter yang sesuai dengan bahan dan produk akhir yangdiinginkan. Tempe merupakan salah satu produk fermentasi asli Indonesia yang telahbanyak dikembangkan baik oleh peneliti dalam maupun luar negeri, sehingga dari prosesfermentasi alami telah dikembangkan sampai proses moderen untuk menghasilkanproduk generasi lanjutan, (Fardiaz dan Yasni, 1998). Sosis dikenal sebagai produk fermentasi dari Eropa, padahal produk sejenis sosis, yaitu
urutan
merupakan produk fermentasi daging tradisional asal Bali. Perbaikan mutu dengan pengendalian prosespengembangan starter serta modifikasi bahan baku untuk memperluas jangkauankonsumen dan pasar telah diteliti antara lain oleh Hermanianto,
et al.,
(1999) danWidowati
et.al 
., (2000).
 
3Mikroba yang digunakan untuk proses fermentasi susu ialah BAL. BAL telahbanyak diteliti dan dikoleksi oleh peneliti dan praktisi industri di dalam dan luar negeri.Namun demikian eksplorasi BAL yang banyak terdapat di alam Indonesia perlu untuk menambah koleksi mikroba. BAL yang banyak tersebar di alam Indonesia ini dapatdiisolasi dari berbagai sumber; buah-buahan busuk, sayur busuk, berbagai produk asinantradisional, susu terfermentasi, feses ternak, feses bayi dan lain-lain. BAL yangdigunakan dalam fermentasi perlu diseleksi untuk memperoleh isolat yang memilikikemampuan unggul, sehingga memiliki kelebihan-kelebihan :1.
 
Memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadapa kondisi lingkungan sehinggamemiliki tingkat effisiensi yang tinggi.2.
 
Ketersediaan mikroba terjamin, sebab bersumber dari lingkungan alam Indonesiayang dapat diisolasi dari banyak sumber.3.
 
Memungkinkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dengan biayayang relatif murah untuk industri besar , maupun industri kecil, karenaketersediaan yang cukup serta biaya relatif murah.Dengan berhasil diisolasi, diidentifikasi serta dikoleksi BAL lokal yang unggulmeningkatkan kekayaan dan keragaman koleksi kultur BAL unggul di Indonesia.Ketersediaan, kemudahan untuk memperoleh, relatif murah pengadaan BAL lokal yangunggul dan ketersediaan teknologi yang sederhana untuk proses fermentasi serta produk fermentasi yang disukai oleh konsumen akan mendorong tumbuhnya industri, industrikecil dalam masyarakat yang akan meningkatkan penghasilan dan kesejahteraanmasyarakat luas.
 
Tujuan dalam penelitian ini ialah: 1) memperoleh isolat bakteri asamlaktat (BAL) unggul, dan 2) mengkarakterisasi BAL hasil isolasi.
BAHAN DAN METODOLOGIBahan
Mikroba yang digunakan pada penelitian ini adalah
Lactobacillus bulgaricus
 dan
Lactobacillus casei
. Bakteri ini diperoleh dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
L. bulgaricus
dan
L. casei
disimpan pada media
de Man Rogosa Sharpe Agar/MRS A
gar (Oxoid, 1982). Komposisi media MRS agar adalah sebagai berikut : Pepton 10 g,
Beef Extract 
10 g,
Yeast Extract 
5 g, K 
2
HPO
4
2 g, Amonium Sitrat 2 g, Glukosa 2 g, Sodium

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sari Dwi liked this
Du Wie liked this
penyabu liked this
Rivaldy liked this
Mia Amelia liked this
strinitia liked this
Wira Choosing liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->