Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
biRU

biRU

Ratings: (0)|Views: 808|Likes:
Published by Dian Purnama Putra
biRU, sebuah cerita tentang media kampus dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB
biRU, sebuah cerita tentang media kampus dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB

More info:

Published by: Dian Purnama Putra on Mar 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/09/2012

pdf

text

original

 
 
Teruntuk 
Untuk seluruh aktifis biRUDulu, sekarang, dan …………..Yang akan datang.
Pecinta Jurnalisme
 
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPBBuku ini dibuat ………..Karena kita
tidak punya
Gading untuk ditinggalkanAtaupun tulang untuk difosilkanDan tanggung jawab kepada generasi mendatangYang masih belum dan sepertinya
tidak akan pernah usai 
 
 
 
OFF THE RECORD
D
 
Jagad jurnalistik di IPB relatif aman dan tenteram. Bisa dibilang, inilah salah satu aktifitasdiluar kuliah yang memungkinkan sebuah individu menjadi seorang “selebritis” klas kampusDarmaga. Di kampus, dimana organisasi mahasiswa berbasis keagamaan memiliki kapabilitasuntuk “menyetir” BEM, secara umum bisa dikatakan bahwa wartawan kampusnya tidak begitumenyedihkan posisinya. Paling-paling didatengin sekelompok orang mengatasnamakan anu,digunjingkan di atas meja Rapim Rektorat, di “nasehat”-in PD III, atau sekedar dibenci temansendiri (baik yang “dekat” ataupun yang tidak).Namun pada umumnya, pers mahasiswa IPB sangat damai dan benar-benar tenang.Kalau kita coba membolak-balik buku theori jurnalistik, dan menemukan istilah pers sebagaiWatchdog, anjing penjaga kata orang amerika, barangkali jidat kita akan berkerut. Pers walaupunitu di lingkungan kampus, tetap berfungsi menjadi penjaga (seperti layaknya anjing yang benar-benar anjing) lingkungan, dan menggonggong tiap kali mengendus kesalahan. Kalau ada maling,dia akan menyalak keras-keras, atau kalau perlu sampai menggigit, jika si maling nekad masukke dalam pagar. Tapi pers mahasiswa IPB, lebih banyak mengambil pepatah Cina kuno “Anjingyang baik tidak menggonggong terlalu sering”. Jadilah anjing tersebut menjadi sosok yangmanis, yang saking manisnya sampai lupa menggonggong. Mungkinkah sudah terjadi mutasigenetic dalam tubuh persma di IPB, sehingga sang anjing lebih suka bermain topeng monyet,menghibur dan meramaikan suasana belaka. Selain karena keratan tebal daging kuliahn yang(mau tidak mau, suka tidak suka) harus dihabiskan sang anjing, ternyata waktu juga tersitasedemikian banyaknya. Sebuah pembelaan mungkin akan terucap seperti ini, “Bagaimanasempat menggonggong, wong moncongnya masih dibuat sibuk dengan mengunyah daging yangcukup
alot 
”.biRU, hadir sebagai trah “anjing penjaga” yang lain daripada yang pernah ada di IPB.Walaupun kalau dirunut dari sejarah genetisnya dominan dengan humas, namun dalamperwujudannya, menjadi sosok
husky 
yang tangguh. Mengibarkan bendera di tingkat fakultas,namun tapak kakinya mampu mencakar sampai rektorat. Bagi yang mengenalnya, mungkin akanmenangkap kepiawaiannya dalam bermimikri (kalau tidak boleh disebut oportunis) dalammemarkan ciri fisiologisnya. Lembut dan manis, namun tiba2 bisa menjadi galak, sejuruskemudian menjadi idealis tapi menggigit, untuk selanjutnya berubah narsis, egois dan pernahnggak jelas.Berbagai bahan kami gunakan sebagai modal awal untuk menyusun tulisan panjang ini,antara lain sebuah diary milik mahasiswi perikanan angkatan 32, yang kala itu, menjadi tempatcurhatan beberapa aktifis angkatan 33. Sumber lainnya kami peroleh dari hasil wawancaradengan beberapa senior yang aktif diluar biRU, yang kebetulan masih mengingat beberapakejadian dalam masa tersebut. Sumber-sumber tersebut kami baurkan dalam sebuah jalinancerita dengan meniti kronologis yang coba kami tangkap berikut romansanya yang menjadibumbu di sepanjang aktifitas mereka.Pasang surut memang alami. Dan untuk sesuatu yang alami, mungkin kita harus lebiharif dalam menyikapinya. Paparan ini akan coba menghadirkan sebuah fenomena generasiperikanan di sekitar tahun 2000-an sampai tahun 2005. Bukan untuk bersombong diri, namunsebagai bahan kajian bersikap dan bertingkah laku yang lebih bijak. Bagamanapun juga, kitahidup di dunia.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->