3Indikator
corporate governance
yang digunakan adalah kepemilikan manajerial, kepemilikaninstitusional, proporsi komisaris independen, dan jumlah anggota komite audit.Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti ingin mengetahui
(1) pengaruhpengungkapan CSR pada nilai perusahaan, (2) pengaruh
corporate governance
yangdiproksikan dengan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, proporsi komisarisindependen, dan jumlah anggota komite audit pada nilai perusahaan, serta (3) pengaruh
corporate governance
pada hubungan pengungkapan CSR dengan nilai perusahaan. Hasilpenelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman mengenai hubunganpengungkapan CSR dengan nilai perusahaan, serta pengaruh
corporate governance
padahubungan pengungkapan CSR dengan nilai perusahaan.
II. KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS2.1
Teori Pensinyalan (
Signalling Theory
)
Teori sinyal membahas mengenai dorongan perusahaan untuk memberikan informasikepada pihak eksternal. Dorongan tersebut disebabkan karena terjadinya asimetri informasiantara pihak manajemen dan pihak eksternal. Untuk mengurangi asimetri informasi makaperusahaan harus mengungkapkan informasi yang dimiliki, baik informasi keuangan maupunnon keuangan. Salah satu informasi yang wajib untuk diungkapkan oleh perusahaan adalahinformasi tentang tanggung jawab sosial perusahaan atau
corporate social responsibility.
Informasi ini dapat dimuat dalam laporan tahunan perusahaan atau laporan sosial perusahaanterpisah. Perusahaan melakukan pengungkapan
corporate social responsibility
denganharapan dapat meningkatkan reputasi dan nilai perusahaan.
2.2 Teori Keagenan (
Agency Theory
)