Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penyelesaian Konflik dalam Perang Sipil

Penyelesaian Konflik dalam Perang Sipil

Ratings: (0)|Views: 239 |Likes:
Published by Ismail Fanri
Penyelesaian Konflik dalam Perang Sipil

Perang sipil merupakan konflik internal sebuah negara yang melibatkan peranan pemerintah. Perang sipil dapat berbentuk konflik antar etnis, kudeta militer yang berujung pada kekerasan, pemberontakan terhadap suatu rezim pemerintahan, pergerakan

kemerdekaan, dan bahkan gerakan terorisme. Dalam hal ini, pemerintah merupakan actor utama dalam penyelesaian konflik internal tersebut, hal ini dikarenakan pemerintah memiliki pengaruh dan kekuasaan atas masyarak
Penyelesaian Konflik dalam Perang Sipil

Perang sipil merupakan konflik internal sebuah negara yang melibatkan peranan pemerintah. Perang sipil dapat berbentuk konflik antar etnis, kudeta militer yang berujung pada kekerasan, pemberontakan terhadap suatu rezim pemerintahan, pergerakan

kemerdekaan, dan bahkan gerakan terorisme. Dalam hal ini, pemerintah merupakan actor utama dalam penyelesaian konflik internal tersebut, hal ini dikarenakan pemerintah memiliki pengaruh dan kekuasaan atas masyarak

More info:

Published by: Ismail Fanri on Mar 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2014

pdf

text

original

 
Penyelesaian Konflik dalam Perang SipilPerang sipil merupakan konflik internal sebuah negara yang melibatkan perananpemerintah. Perang sipil dapat berbentuk konflik antar etnis, kudeta militer yang berujungpada kekerasan, pemberontakan terhadap suatu rezim pemerintahan, pergerakankemerdekaan, dan bahkan gerakan terorisme. Dalam hal ini, pemerintah merupakan actorutama dalam penyelesaian konflik internal tersebut, hal ini dikarenakan pemerintah memilikipengaruh dan kekuasaan atas masyarakat dan lembaga hukum sehingga dipercaya dapatmeredam konflik internal yang terjadi.Konflik internal terkadang sulit diatasi, banyak hal yang menjadi pertimbangan ataspenyelesaian sebuah konflik internal. Konflik internal terkadang melibatkan keadaan socialdan politik suatu negara. Dalam lingkup social, konflik internal terjadi di masyarakat, suku,atau kelompok tertentu dalam sebuah negara, hal ini tentunya menyebabkan perpecahan yangmengakibatkan rapuhnya keadaan social dalam negara tersebut. Dalam lingkup politik,konflik internal sering kali diakibatkan dengan suatu rezim pemerintahan atau kepemimpinansuatu negara, hal ini menyebabkan terjadinya kudeta, pemberontakan serta pergerakan-pergarakan pembebasan lainnya.Dalam penyelesaian konflik internal dapat dilakukan dengan mempertimbangkanbeberapa kondisi di suatu negara tersebut, adapun hal yang perlu diperhatikan adalahtingkat/eskalasi konflik internal yang terjadi, selain itu perlu dilihat actor-aktor yang berperandalam konflik internal tersebut, serta potensi penggunaan kekuatan militer atau kelompok bersenjata lainnya yang akan mengancan jatuhnya korban jiwa.Dalam penyelesaian konflik internal diredam atau diselesaiakan dengan adanyanegosiasi atau intervensi dari pihak asin selain daripada negara. hal ini dapat saja terjadiapabila negara dinyatakan tidak dapan mengatasi eskalasi konflik yang terjadi di negaranya.PBB sebagai organisasi internasional seringkali menjadi actor yang mengintervensi konflik internal sebuah negara, hal ini dikarenakan PBB memiliki kewajiban guna menjaga stabilitasdan keamanan dunia khususnya negara-negara anggotanya.Dalam piagam PBB, dijabarkan bahwasannya organisasi internasional ini wajibmenjaga stabilitas dan keamanan dunia, tanggung jawab ini sepenuhnya diemban oleh DewanKeamana PBB kemudian akan berperan secara langsung dalam penyelesaian konflik. Dalampiagam PBB
Chapter VII, action with respect to threats to the peace, breaches of the peace,and acts of aggression
artike 39 menyatakan bahwasannya Dewan Keamanan PBB berhak menentukan bentuk ancaman keamanan, pelanggaran keamanan, dan segala tindakan agresif 
 
dan dapat memberikan rekomendasi untuk selanjutnya diambil tindakan guna menyelesaianancaman tersebut. Dan dalam artikel 41, Dewan keamanan PBB berhak mementukaninstrument yang digunakan dalam penyelesaian konflik dengan menggunakan kekuatanmiliter ataupun tidak. Intervensi terhadap negara dengan konflik internal akan tetap dilakukanoleh dunia internsional walaupun pada dasarnya intervensi yang dilakukan telah melanggarkedaulatan sebuah negara dimana kedaulatan bagi tiap-tiap negara bersifat mutlak.Eskalasi konflik internal terkadang menimbulkan jatunya korban jiwa, terlebih ketikakekuatan militer ataupun kelopok bersenjata lainnya menjadi actor dari konflik tersebut.Jatuhnya korban jiwa yang diakibatkan oleh suatu konflik merupakan pelanggaran Hak AsasiManusia (HAM), dengan adanya pelanggaran HAM maka tentunya stabilitas dan keamanansuatu negara akan terancam dan tentunya mengancam negera-negara di sekitarnya, dikawasannya dan terlebih mengancam stabilitas dan keamanan dunia. Pelanggaran HAMdapat menjadi alasan bagi dunia internasional untuk mengintervensi sebuah konflik internal.Intervensi pihak asing diperlukan guna menyelesaikan dan meredam eskalasi konfliinternal di suatu negara, adanya pihak asing diharapkan dapat menjembatani perundinganatau perjanjian damai antara pihak-pihak yang berseretu. Adanya pihak asing juga diharapkandapat membangun kembali keadaan suatu negara yang mengalami konflik internal baik daridalam lingkup social, politik, dan ekonomi.Namun dalam implemetasinya, perjanjian atau negosiasi damai antara pihak-pihak yang berseteru terkadang sulit dicapai, sehinnga dunia internasional menganggap perlu untuk menggunakan kekuatan militer, terlebih ketika pihak-pihak yang bersengketa menggunakankekuatan bersenjata. dalam hal ini dunia internasional akan cenderung bersifat lebih menekanpihak-pihak yang bersengketa agar meredam dan menghentikan eskalasi konflik internal yangterjadi.Mengacu pada hal tersebut, dimana dunia internasional menggunakan kekuatanmiliter guna melemahkan kelompok bersenjata dalam suatu konflik internal sehingga prosesnegosiasi perdamaian dapat dilaksanakan oleh kedua pihak yang bersengketa terjadi dalamkonflik antara etnis Serbi
a dan etnis Kosovo pada kurun waktu 1990’
an hingga 2008. Konflik etnis yang juga disebabkan oleh rezim pemerintahan yang dictator menimbulkan jatuhnyakorban jiwa dari pihak etnis Kosovo, pelanggaran HAM oleh etnis Serbia dan rezimpemerintahan Milosevic telah mengancam stabilitas dan keamanan kawasan dan duniainternasional, sehingga PBB mengeluarkan resolusi-resolusi yang bertujuan untuk menghentikan konflik yang terjadi di Kosovo tesebut.
 
Resolusi PBB merupakan salah satu cara dunia internasional agar konflik internal disuatu negara harus segara dihentikan dan pihak-pihak yang berkonflik harus dengan sesegeramungkin melakukan upaya perdamaian dan selanjutnya membangun kembali negara tersebutdari segala sector. Resolusi dapat bersifat memaksa dan adapun pelanggaran dari resolusitersebut akan berdampak pada penggunaan kekuatan militer atas negara yang berkonflik gunamelemahkan kekuatan kelompok-kelompok yang menghalangi proses perdamaian darisebuah konflik internal.Ketika resolusi-resolusi yang dikeluarkan PBB tidak direspon oleh pihak yangbersengketa maka dunia internasional mengambil langkah dengan menempatkan kekuatanmiliter di daerah konflik yang bertujuan untuk mendukung proses perdamaian sebuah konflik internal. Dalam konflik di Kosovo, penempatan kekuatan militer dilakukan oleh
NorthAtlantic Treaty Organization
(NATO) dimana NATO bukan sekedar mengamankan daerah-darah yang dianggap rawan konflik tetapi juga melakukan serangan udara pada sector-sektorutama dan pusat-pusat pertahanan kelompok bersenjata di Kosovo.Namun ternyata intervensi dengan melakukan penempatak kekuatan militer danmelakukan serangan militer bukanlah hal yang dinilai cukup baik, terlebih ketika hal tersebutjustru meningkatkan jumlah jatuhnya korban di daerah konflik tersebut. Sehingga salah satupendekatan yang dinilai cukup mengakomodir kedua pihak yang bersengketa tanpamenambah jumlah korban jiwa adalah negosiasi dan perundingan perdamaian.Disbanding dengan NATO, PBB memiliki upaya-upaya dalam menyelesaikan konflik yang lebih bersifat kepada diplomasi dan negosiasi dalam resolusi konflik. PBB tidak menetapkan kekuatan militer, melainkan melakukan pendekatan-pendekatan kepada keduapihak yang bersengketa dan berupaya mengakomodir kepentingan-kepentingan mereka.Mengingat dalam konflik internal menyebabkan rusaknya infrastruktur, system pemerintahan,kemaslahatan rakyat dan system perekonomian, maka diperlukan upaya atau program yangbertujuan untukmemperaiki system dan sector yang rusak tersebut. Dan tentunya hal ini tidak akan tercapai jika kesepakatan dalam negosiasi dan perundingan tidak dicapai.Peranan PBB dalam konflik Kosovo berjalan pada tiga fase, namun secarakeseluruhan bertujuan untuk menciptakan perdamaian dengan melakuan proses-prosesmediasi atara pihak yang bersengketa agar dapat melakukan negosiasi damai dan padaakhirnya menghentikan konflik yang terjadi. Pada fase pertama PBB telah berhasilmenjadikan Kosovo berada dibawah system negara perwalian. Hal ini merupakan langkahawal yang dilakukan PBB dalam proses perdamaian di Kosovo. dengan menjadikan Kosovo

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Cycy Cuit Tengil liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->