P. 1
Haruslah Kamu Bersukaria: Eksegesis Perintah Bersukaria dalam Kitab Ulangan serta Relevansinya bagi Gereja pada Masa Kini

Haruslah Kamu Bersukaria: Eksegesis Perintah Bersukaria dalam Kitab Ulangan serta Relevansinya bagi Gereja pada Masa Kini

Ratings: (0)|Views: 1,112 |Likes:
Published by Andrea K. Iskandar
Pemunculan kata “bersukaria” dalam bentuk perintah dan di tengah-tengah kitab Ulangan yang penuh dengan peraturan menimbulkan suatu tanda tanya, apalagi kata “bersukaria” itu di luar kitab Ulangan dipakai dalam konteks yang biasa, seperti berpesta dan bersenang-senang; bukan cuma senang, tapi bersenang-senang.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan bersukaria di sini? Dan apa alasannya? Apakah ini masih berlaku bagi kita sekarang, Gereja masa kini? Jika masih berlaku, apakah ada evaluasi-evaluasi yang harus Gereja lakukan untuk
menyikapinya?
Tesis ini melakukan eksegesis penggunaan kata xmf (smkh) dalam kitab Ulangan, membahas makna sukaria dalam kehidupan umat TUHAN. Pembahasan akan dimulai dengan penyelidikan frase-frase “haruslah kamu bersukaria” dalam masingmasing konteks perikopnya. Selanjutnya akan ditinjau sejumlah bentuk konkret ibadah bangsa Israel yang mencerminkan pelaksanaan ketentuan dalam kitab Ulangan, yaitu sejauh yang dicatat oleh Alkitab Ibrani.

Dari hasil tesis ini diharapkan dapat dilihat apa yang sebenarnya TUHAN kehendaki dari orang Israel dengan perintah-perintah untuk bersukaria itu dan sejauh apa serta dengan cara bagaimana kehendak TUHAN itu relevan bagi Gereja saat ini karena Allah yang mereka sembah adalah juga Allah yang kita sembah.
Pemunculan kata “bersukaria” dalam bentuk perintah dan di tengah-tengah kitab Ulangan yang penuh dengan peraturan menimbulkan suatu tanda tanya, apalagi kata “bersukaria” itu di luar kitab Ulangan dipakai dalam konteks yang biasa, seperti berpesta dan bersenang-senang; bukan cuma senang, tapi bersenang-senang.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan bersukaria di sini? Dan apa alasannya? Apakah ini masih berlaku bagi kita sekarang, Gereja masa kini? Jika masih berlaku, apakah ada evaluasi-evaluasi yang harus Gereja lakukan untuk
menyikapinya?
Tesis ini melakukan eksegesis penggunaan kata xmf (smkh) dalam kitab Ulangan, membahas makna sukaria dalam kehidupan umat TUHAN. Pembahasan akan dimulai dengan penyelidikan frase-frase “haruslah kamu bersukaria” dalam masingmasing konteks perikopnya. Selanjutnya akan ditinjau sejumlah bentuk konkret ibadah bangsa Israel yang mencerminkan pelaksanaan ketentuan dalam kitab Ulangan, yaitu sejauh yang dicatat oleh Alkitab Ibrani.

Dari hasil tesis ini diharapkan dapat dilihat apa yang sebenarnya TUHAN kehendaki dari orang Israel dengan perintah-perintah untuk bersukaria itu dan sejauh apa serta dengan cara bagaimana kehendak TUHAN itu relevan bagi Gereja saat ini karena Allah yang mereka sembah adalah juga Allah yang kita sembah.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Andrea K. Iskandar on Apr 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2012

pdf

 
 
HARUSLAH KAMU BERSUKARIA:EKSEGESIS PERINTAH BERSUKARIA DALAM KITAB ULANGANSERTA RELEVANSINYA BAGI GEREJA PADA MASA KINITESISDISERAHKAN KEPADASEKOLAH TINGGI TEOLOGI CIPANASUNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATANGUNA MEMPEROLEH GELAR MAGISTER DIVINITASANDREA KARUNIA ISKANDAR030490SEKOLAH TINGGI TEOLOGI CIPANAS2006
 
ii
 HALAMAN PENGESAHANTESIS BERJUDUL:
HARUSLAH KAMU BERSUKARIA:EKSEGESIS PERINTAH BERSUKARIA DALAM KITAB ULANGANSERTA RELEVANSINYA BAGI GEREJA PADA MASA KINI
DITULIS OLEH:
ANDREA KARUNIA ISKANDAR030490
diserahkan untuk memenuhi sebagian persyaratanmemperoleh gelar Magister Divinitastelah diterima oleh Dewan Dosen Sekolah Tinggi Teologi Cipanasatas rekomendasi tim pengujiPembimbingPdt. Drs. Yonky Karman, Ph.D. ____________PengujiBarnabas Ludji, D.Th.____________________PengujiPdt. Eddy Paimoen, D.Th._________________Ir. Armand Barus, Ph.D.Puket I. Bidang Akademik
Tanggal 27 April 2006
 
iii
 ABSTRAK
Pemunculan kata “bersukaria” dalam bentuk perintah dan di tengah-tengahkitab Ulangan yang penuh dengan peraturan menimbulkan suatu tanda tanya, apalagikata “bersukaria” itu di luar kitab Ulangan dipakai dalam konteks yang biasa, sepertiberpesta dan bersenang-senang; bukan cuma senang, tapi bersenang-senang.Apa sebenarnya yang dimaksud dengan bersukaria di sini? Dan apaalasannya? Apakah ini masih berlaku bagi kita sekarang, Gereja masa kini? Jikamasih berlaku, apakah ada evaluasi-evaluasi yang harus Gereja lakukan untuk menyikapinya?Tesis ini melakukan eksegesis penggunaan kata
xmf
(smkh) dalam kitabUlangan, membahas makna sukaria dalam kehidupan umat T
UHAN
. Pembahasan akandimulai dengan penyelidikan frase-frase “haruslah kamu bersukaria” dalam masing-masing konteks perikopnya. Selanjutnya akan ditinjau sejumlah bentuk konkretibadah bangsa Israel yang mencerminkan pelaksanaan ketentuan dalam kitabUlangan, yaitu sejauh yang dicatat oleh Alkitab Ibrani.Dari hasil tesis ini diharapkan dapat dilihat apa yang sebenarnya T
UHAN
 kehendaki dari orang Israel dengan perintah-perintah untuk bersukaria itu dan sejauhapa serta dengan cara bagaimana kehendak T
UHAN
itu relevan bagi Gereja saat inikarena Allah yang mereka sembah adalah juga Allah yang kita sembah.
Kata kunci:
sukaria, bersukaria, Ulangan, sukacita, ibadah.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Vian Zova liked this
Yehezkiel Dwi V liked this
hajjahh liked this
Agata Hanik liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->