Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SEJARAH SOSIOLOGI KOMUNIKASI

SEJARAH SOSIOLOGI KOMUNIKASI

Ratings: (0)|Views: 1,828 |Likes:
Published by Tyo Pяaz

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Tyo Pяaz on Apr 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

 
SEJARAH SOSIOLOGI KOMUNIKASI
A. Lahirnya Sosiologi Komunikasi
Asal mula kajian komunikasi di dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran KarlMarx. Karl Marx merupakan salah satu pendiri sosiologi yang beraliran Jerman. Sementaraitu, gagasan awal Kal Marx tidak pernah lepas dari pemikiran-pemikiran Hegel. Hegelmemiliki pengaruh yang kuat terhadap Karl Marx, bahkan Karl Marx muda menjadi seorangidealisme justru berasal dari pemikiran-pemikiran radikal Hegel tentang idealisme.Kemudian Karl Marx tua menjadi seorang materialisme.Menurut Ritzer, dalam buku Burhan Bungin yang berjudul
Sosiologi Komunikasi
, pemikiranHegel yang paling utama dalam melahirkan pemikiran-pemikiran tradisional konflik dankritis adalah ajarannya tentang dialektika dan idealisme. Dialektika merupakan suatu caraberpikir dan citra tentang dunia. Sebagai cara berpikir, dialektika menekankan arti pentingdari proses, hubungan, dinamika, konflik dan kontradiksi, yaitu cara berpikir yang lebihdinamis. Di sisi lain, dialektika adalah pandangan tentang dunia bukan tersusun dari strukturyang statis, tetapi terdiri dari proses, hubungan, dinamika konflik, dan kontradiksi.Pemahaman dialektika tentang dunia selanjut dikemukakan oleh Jurgen Habermas dengantindakan komunikatif (interaksi).Dengan demikian, sejarah sosiologi komunikas menempuh dua jalur. Bahwa kajian dansumbangan pemikiran Auguste Comte, Durkheim, Talcott Parson, dan Robert K. Merton,merupakan sumbangan paradigma fungsional bagi lahirnya teori-teori komunikasi yangberaliran struktural-fungsional. Sedangkan sumbangan-sumbangan pemikiran Karl Marx danHabermas menyumbangkan paradigma konflik bagi lahirnya teori-teori kritis dalam kajiankomunikasi.
B. Ruang Lingkup Sosiologi Komunikasi
Pada dasarnya manusia tidak mampu hidup sendiri di dalam dunia ini baik sendiri dalamkonteks fisik maupun dalam konteks sosial budaya. Terutama dalam konteks sosial budaya,manusia membutuhkan manusia lain untuk saling berkolaborasi dalam pemenuhankebutuhan fungsi-fungsi sosial satu dengan lainnya. Karena pada dasarnya suatu fungsiyang dimiliki oleh manusia satu akan sangat berguna dan bermanfaat bagi manusia lainnya.Sehingga fungsi-fungsi sosial yang diciptakan oleh manusia ditujukan untuk salingberkolaborasi dengan sesama fungsi sosial manusia lainnya, dengan kata lain, manusiamenjadi sangat bermartabat apabila bermanfaat bagi manusia lainnya.Fungsi-fungsi sosial manusia lahir dari adanya kebutuhan akan fungsi tersebut oleh oranglain, dengan demikian produktivitas fungsional dikendalikan oleh berbagai macamkebutuhan manusia. Setiap manusia memiliki kebutuhan masing-masing secara individualmaupun kelompok, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka perlu adanyaperilaku selaras yang bisa diadaptasi oleh masing-masing manusia. Penyelarasan kebutuhandan penyesuaian kebutuhan individu, kelompok, dan kebutuhan sosial satu dan lainnya,menjadi konsentrasi utama pemikiran manusia dalam masyarakatnya yang beradab.Sosiologi berpendapat bahwa tindakan awal dalam penyelarasan fungsi-fungsi sosial danberbagai kebutuhan manusia diawali oleh dan dengan melakukan interaksi sosial atautindakan komunikasi satu dengan yang lainnya. Aktivitas interaksi sosial dan tindakankomunikasi itu dilakukan baik secara verbal, nonverbal, mapun simbolis. Kebutuhan adanyasinergi fungsional dan akselerasi positif dalam melakukan pemenuhan kebutuhan manusiasatu dengan lainnya ini kemudian melahirkan kebutuhan tentang adanya norma-norma dan
 
nilai-nilai sosial yang mampu mengatur tindakan manusia dalam memenuhi berbagaikebutuhannya, sehingga tercipta keseimbangan sosial (
sosial equilibirium
) antara hak dankewajiban dalam pemenuhan kebutuhan manusia, terutama juga kondisi keseimbangan ituakan menciptakan tatanan sosial (
social order 
) dalam proses kehidupan masyarakat saat inidan di waktu yang akan datang.Fokus interaksi sosial dalam masyarakat adalah komunikasi itu sendiri. Sebagaimanadijelaskan oleh sosiologi bahwa komunikasi menjadi unsur terpenting dalam seluruhkehidupan manusia. Dominasi perspektif ini dalam sosiologi yang begitu luas danmendalam, maka lahirlah kebutuhan untuk mengkaji kekhususan dalam studi-studi sosiologiyang dinamakan Sosiologi Komunikasi, yaitu perspektif kajian sosiologi tentang aspek-aspekkhusus komunikasi dalam lingkungan individu, kelompok, masyarakat, budaya, dan dunia.
Sosiologi
Kata sosiologi berasal dari
sofie
, yaitu bercocok tanam atau bertaman, kemudianberkembang menjadi
socius
, dalam bahasa Latin yang berarti teman atau kawan.Berkembang lagi menjadi kata
social
yang artinya berteman, bersama, berserikat.Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi mengatakan bahwa sosiologi ialah ilmu yangmempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitukaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok,serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segikehidupan bersama, umpamanya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan hukum dansegi kehidupan agama, antara segi kehidupan hukum dengan segi kehidupan ekonomi, dansebagainya. Salah satu proses sosial yang bersifat tersendiri adalah dalam hal terjadiperubahan-perubahan di dalam struktur sosial.Pembentukan struktur sosial dan terjadinya proses sosial serta kemudian adanyaperubahan-perubahan sosial tidak lepas dari adanya aktivitas interaksi sosial yang menjadisalah satu ruang lingkup sosiologi. Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial merupakansuatu hubungan di mana terjadi proses saling mempengaruhi antara para individu, antaraindividu dengan kelompok, maupun antara kelompok.Pitirin Sorokin mengemukakan sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari beberapa haldi bawah ini:
Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial(misalnya antara gejala ekonomi dengan gejala hukum, gejala politik dengan gejalaekonomi, dan lain-lain);
Hubungan dengan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial(misalnya gejala geografis);
Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.
Komunikasi
Garbner mendefinisikan komunikasi sebagai proses interaksi sosial melalui pesan-pesan.Sedangkan Onong Uchyana menjelaskan hakikat komunikasi ialah proses penyampaianpikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiranbisa merupakan gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dari benaknya.Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastian, keraguan, kekhawatiran, kemarahan,keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati.
 
 Jadi, lingkup komunikasi menyangkut persoalan-persoalan yang ada kaitannya dengansubstansi interaksi sosial orang-orang dalam masyarakat; termasuk konten interaksi(komunikasi) yang dilakukan secara langsung maupun dengan menggunakan mediakomunikasi. Unsur-unsur komunikasi adalah sebagai berikut:
Komunikator (orang yang menyampaikan pesan)
Komunikan (orang yang menerima pesan)
Pesan
Media
EfekMisalnya saja, model komunikasi yang dikemukakan oleh Harold D. Laswell seperti di bawahini:
Who
Says What 
In Which Channel
To Whom
With What Effect 
Unsur sumber atau komunikator
(who
) mengundang pertanyaan mengenai siapa yangmengendalikan pesan. Unsur pesan (
says what 
) merupakan bahan untuk menganalisispesan apa yang disampaikan. Lalu, unsur saluran komunikasi (
in which channel
) menarikuntuk membahas media apa yang digunakan. Unsur penerima atau komunikan (
to whom
)dianalisis untuk mengetahui siapa khalayak atau audiennya. Unsur pengaruh (
with what effect 
) berkaitan dengan efek pesan apa yang dihasilkan.Onong Uchjana Effendy mengidentifikasikan bahwa terdapat lima jenis komunikasi, yakni:1) Komunikasi individu dengan individu (antarpribadi)Adalah komunikasi antarperorangan dan bersifat pribadi baik yang terjadi secara langsung(tanpa medium) ataupun tidak langsung (melalui medium). Contohnya, kegiatan percakapantatap muka.2) Komunikasi individu dengan kelompokKomunikasi kelompok memfokuskan pembahasannya kepada interaksi di antara orang-orang dalam kelompok-kelompok kecil. Komunikasi kelompok juga melibatkan komunikasiantarpribadi di dalamnya. Pembahasannya meliputi dinamika kelompok, bagaimanapenyampaian informasinya, pola dan bentuk interaksi, serta pembuatan keputusan.3) Komunikasi organisasiKomunikasi organisasi menunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalamkonteks dan jaringan organisasi. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasiantarpribadi dan komunikasi kelompok. Pembahasannya meliputi struktur dan fungsiorganisasi serta kebudayaan organisasi.

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Panji Jdm liked this
Nyong'Burhan Bungin added this note
saya tak pernah mamasukan bagaian-bagaian dr buku-buku saya di dalam naskah online seperti ini, apalagi dijual seperti ini. Jadi pasti ini adalah plagiat dan kejahatan di dunia pengetahuan yg dilakukan oleh seseorang tanpa ijin penulis dan penerbit karya-karya ini. Jadi dimohon masayarakat tidak mebaca naskah ini karena naskah aslinya sdh di edit sesuai dengan perkembangan zaman.
apik_palupi liked this
Galang Legowo liked this
Marsum El Barca liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->