Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Perjanjian

Pengertian Perjanjian

Ratings: (0)|Views: 731 |Likes:
Published by Putra Karno Semeru

More info:

Categories:Business/Law
Published by: Putra Karno Semeru on Apr 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

 
BAB IITinjauan Umum Tentang Hukum Perjanjian
A.
PENGERTIAN PERJANJIAN
Berdasarkan ketentuan pasal 1233 BW, perjanjian merupakan salah satu sumber yangbisa menimbulkan perikatan.
1
 Adapun pengertian dari perikatan adalah suatu perhubunganhukum antara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntutsesuatu hal dari pihak yang lain, dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutanitu.
2
 Meskipun bukan yang paling dominan, namun pada umumnya perikatan yang lahir dariperjanjian merupakan yang paling banyak terjadi dalam kehidupan manusia sehari-hari, danyang juga ternyata banyak dipelajari oleh ahli hukum, serta dikembangkan secara luas olehlegislator, para praktisi hukum, serta juga pada cendekiawan hukum, menjadi aturan-aturanhukum positif yang tertulis, yurisprudensi dan doktrin-doktrin hukum yang dapat kita temuidari waktu ke waktu.
3
 Perjanjian atau kontrak merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh orang untuk mendapatkan harta kekayaan yang diperlukan dalam hidupnya. Dalam kehidupan sehari-hari,kita bisa dengan mudah menemukan orang yang mengadakan berbagai perjanjian, misalnyajual beli, tukar-menukar, pemberian kuasa, penitipan barang, perjanjian kerja, dansebagainya.Dalam hukum asing dijumpai istilah
overeenskomst 
(bahasa Belanda),
contract,agreement 
(bahasa Inggris),
contract convention
(bahasa Prancis),
pacte conventie contractus
1
 
Dalam ketentuan pasal 1233 BW disebutkan : “Tiap-tiap perikatan dilahirkan karena persetujuan, baik karenaundang-undang.”
2
 
R. Subekti,
Hukum Perjanjian
, Intermasa, Jakarta, 2008
3
 
Kartini Muljadi dan Gunawan Widjaja,
Perikatan Yang Lahir Dari Perjanjian
, Raja Grafindo Persada,Jakarta, 2003, h. 1
 
(bahasa Latin),
kontrakt vertrag 
(bahasa Jerman), dan sebagainya yang merupakan istilahyang dalam hukum kita dikenal sebagai “kontrak” atau “perjanjian”.BW menggunakan istilah
overeenkomst 
dan
contract 
untuk pengertian yang sama. Hal inidapat dilihat jelas dari judul Bab II Buku III BW. Judul dari Bab II Buku III BW adalah“Tentang Perikatan-Perikatan yang Dilahirkan dari Kontrak atau Perjanjian”. Dari judultersebut dapat diberikan makna bahwa kontrak adalah perjanjian, dan perjanjian adalahkontrak.
4
Sementara itu banyak kalangan berpendapat sama sebagaimana Subekti berpendapat,bahwa “kontrak adalah perjanjian yang tertulis” dan justru pengertian yang terakhir inilahyang jamak diterima dalam pergaulan hidup bermasyarakat.Kenyataan ini, menurut hukum logika dikenal sebagai kesalahan logis (
fallacy of relevance
) jenis
argumentum ad verecvundian
, yaitu penalaran yang mendasarkan atau yangmenggantungkan pada pendapat orang yang memiliki otoritas.
5
Dalam hal ini yaitu pendapatSubekti, sebagai seorang penulis dari berbagai buku hukum dan juga seorang mantan KetuaMahkamah Agung Republik Indonesia.Menurut Peter Mahmud Marzuki, dalam suatu kesempatan perkuliahan Magister HukumBisnis Universitas Gadjah Mada, bahwa perjanjian mempunyai arti yang lebih luas daripadakontrak. Kontrak merujuk pada suatu pemikiran akan adanya keuntungan komersil yangdiperoleh kedua belah pihak.Sedangkan perjanjian dapat saja berarti
social agreement 
yang belum tentumenguntungkan kedua belah pihak secara komersil.
6
Dengan demikian pembedaan dua istilah
4
 
F. X. Suhardana,
Contract Drafting : Kerangka Dasar dan Teknik Penyusunan Kontrak 
, Universitas AtmaJaya, Yogyakarta, 2008, h. 8
5
 
Paulus J. Soepratignja,
Teknik Pembuatan Akta Kontrak 
, Universitas Atma Jaya, Yoogyakarta, 2007, h. 5
6
 
H. R. Daeng Naja,
Contract Drafting : Seri Keterampilan Merancang Kontrak Bisnis
, Citra Aditya Bakti,Bandung, 2006, h. 2
 
ini bukan pada bentuknya. Tidak tepat jika kontrak diartikan sebagai perjanjian yang dibuatsecara tertulis, sebab kontrak pun dapat dibuat secara lisan.
7
 Mengutip apa yang terdapat dalam
Black’s Law Dictionary
disebutkan bahwa kontrak adalah perjanjian antara 2 (dua) orang atau lebih yang menciptakan kewajiban untuk berbuatatau tidak berbuat sesuatu hal khusus (
Contract is agreement betwen two or more personswhich creates an obligation, to do or not a particular thing 
).
8
 Hal pokok dalam definisi tersebut adalah bahwa kontrak dipandang sebagai persetujuandari dua pihak untuk melaksanakan kewajiban, baik melakukan atau tidak melakukan sesuatuhal tertentu. Sedangkan menurut G.H. Treitel : “
a contract is an agreement giving rise toobligations which are enforced or recognised by law
.”
9
Lebih lanjut dikemukakan olehTreitel bahwa : “
The first requisite of a contract is that the parties should have reached agreement”
.
 Dalam hal ini, pengertian yang diutarakan oleh Treitel menekankan pada kesepakatanpara pihak dan tidak menyebutkan bahwa kontrak adalah perjanjian tertulis. Ronald A.Anderson dan Walter A. Kumpf memberikan pendapat mengenai
contract 
:
“Generally a contract is an exchange of promises or assents by two or more persons,resulting in an obligation to do or to refrain from doing a particular act, whichobligation is recognize or enforced by law. A contract may also be formed when apromise is made by one person in exchange for the act or the refraining from the doing of an act by another”.
7
 
Y. Sogar Simamora,
Prinsip Hukum Kontrak Dalam Pengadaan Barang dan Jasa oleh Pemerintah
, DisertasiFakultas Hukum Universitas Airlangga, 2005, h. 25
8
 
F. X. Suhardana,
op. cit.
, h. 11
9
 
G. H. Treitel,
The Law of Contract 
, Sweet & Maxwell, London, 2003, h. 1
10
 
Ibid.
, h. 8
11
 
Ronald A. Anderson dan Walter A. Kumpf,
Business Law
, South-Western Publishing, Cincinnati, 1973, h. 79

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Made Wirjanta liked this
Rìdhö Añtèk liked this
Cazman Errorre liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->