primitif.Dalam memecahkan soal asal-mula dari suatu gejala, sudah jelas orang akan melihatkepada apa yang dianggapnya sisa-sisa dari bentuk-bentuk tua dari gejala itu. Dengandemikian bahan etnorgafi mengenai upacara keagamaan dari berbagai suku bangsa didunia sangat banyak diperhatikan dalam usaha penyusun teori-teori tentang asal-mulaagama.B. Unsur-unsur Khusus Dalam Rangka Sistem Religi.Dalam rangka pokok antroplogi tentang religi, sebaiknya juga di bicarakan sistem ilmugaib sehingga pokok itu dapat dibagi menjadi dua pokok khusus, yaitu (1) sistem religidan (2) sistem ilmu gaib.Semua aktivitas manusia yang bersangkutan dengan religi berdasarkan atas suatu getaranjiwa, yang biasanya disebut emosi keagamaan, atau religious emotion. Emosi keagamaanini biasanya pernah dialami oleh setiap manusia, walaupun getaran emosi itu mungkinhanya berlangsung untuk beberapa detik saja, untuk kemudian menghilng lagi. Emosikeagamaan itulah yang mendorong orang melakukan tindakan-tindakan yang bersifatreligi. Mengenai masalah apakah emosi itu, tidak akan kita persoalkan lebih lanjut dalambuku ini. Pokoknya, emosi keagamaan menyebabkan bahwa sesuatu benda, suatutindakan, atau suatu gagasan, mendapat suatu nilai keramat, atau sacred value, dandianggap keramat. Demikian juga benda-benda, tindakan-tindakan atau gagasan-gagasanyang biasanya tidak keramat, yang biasanya profane, tetapi apabila dihadapi olehmanusia yang dihinggapi oleh emosi keagamaaan, sehingga ia solah-olah terpesona,maka benda-benda, tindakan-tindakan dan gagasan-gagasan tadi menjadi keramat.Suatu sistem religi dalam suatu kebudayaan selalu mempunyai ciri-ciri untuk sedapatmungkin memelihara emosi keagamaan itu diantara pengikut-pengikutnya. Dengandemikian emosi keagmaan merupakan unsur penting dalam suatu religi bersama dengantiga usnur lain, yaitu (i) sistem keyakina; (ii) sistem upacar keagamaan; (iii) suatu umat