Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
5
BAB IILANDASAN TEORI
2.1 Elektrolisa
Elektrolisa adalah peristiwa berlangsungnya reaksi kimia oleh arus listrik.Alat elektrolisa terdiri atas sel elektrolitik yang berisi elektrolit (larutan atau leburan),dan dua elektroda, anoda dan katoda. pada anoda terjadi reaksi oksida sedangkanpada elektroda katoda terjadi reaksi reduksi.Pada suatu percobaan elektrolisa reaksi yang terjadi pada katoda bergantungpada kecenderungan terjadinya reaksi reduksi. Elektrolisa NaCl pada berbagaikeadaan menunjukkan pentingnya suasana sistem yang dielektrilisa. Jika larutanNaCl yang sangat encer dielektrolisa menggunakan elektroda platina maka reaksipada kedua elektroda sebagai berikut ;anoda : 2 H
2
O
O
2
+ 4 H
+
+ 4 ekatoda : 2 H
2
O + 2 e
H
2
+ 2 OH
-
Jika larutan cukup pekat, reaksi-reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :anoda : 2 Cl
-
 
Cl
2
+ 2 ekatoda : 2 H
2
O + 2 e
H
2
+ 2 OH
-
Jika leburan NaCl dielektrolisis maka reaksi pada elektroda adalah sebgai berikut :
 
6anoda : 2 Cl
-
 
Cl
2
+ 2 ekatoda : Na
+
+ e
NaJika pada elektrolisis larutan NaCl digunakan raksa sebagai katoda, reaksi-reaksi padaelektroda adalah sebagai berikut :anoda : 2 Cl
-
 
Cl
2
+ 2 ekatoda : Na
+
+ e
NaNatrium yang berbentuk melarut dalam raksa membentuk amalgam.Melanjutkan percobaan Michelson dan Carlisle tentang elektrolisa, MichaelFaraday (1791-1867) pada tahun 1833 mengemukakan gagasan terkuantisasinyamuatan listrik menjadi unit-unit muatan, dengan menunjukkan bahwa jumlah zat yangberaksi pada elektroda-elektroda sel elektrolisis berbanding lurus dengan jumlah arusyang melalui sel tersebut. Selain dari pada itu ia membuktikan bahwa jika jumlaharus tertentu mengalir melalui beberapa sel elektrolisa, maka akan dihasilkan jumahekivalen masing-masing zat.Yang kemudian oleh Stoney pada tahun 1874, dan diperkuat oleh J.J.Thomson pada tahun 1897, dihipotesiskan adanya zarah pembawa unit muatan listrik,yang lalu dinamakan elektron. Sebagaimana resin, elektron itu dikatakanmenghasilkan muatan listrik negatif maka elektronpun dikatakan bermuatan listrik negatif.
 
7Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatanlistrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan olehsuatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udaravakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi teganganlistrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda)metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujungmetal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karenaterpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan"selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomenakapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif diawan.Gambar 2.1 prinsip dasar kapasitor Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1coulomb = 6.25 x 10
18
elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulatbahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more