Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Komponen Dasar Sistem Kontrol

Komponen Dasar Sistem Kontrol

Ratings: (0)|Views: 201|Likes:
Published by black_mechanic

More info:

Published by: black_mechanic on Apr 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2015

pdf

text

original

 
Komponen Dasar Sistem Kontrol
56
BAB 5KOMPONEN DASAR SISTEM KONTROL
5. 1 SENSOR DAN TRANSMITER
Sensor:
menghasilkan fenomena, mekanik, listrik, atau sejenisnya yangberhubungan dengan variabel proses yang diukur.
Trasmiter:
mengubah fenomena ini kedalam sinyal yang dapat ditransmisikan.Ada 3 hal penting:1)
 Range of the instrument 
: harga yang rendah dan tinggi
 
Misal: sensor/transmiter tekanan yang telah dikalibrasi untuk mengukur tekanan prosesantara 20 psig dan 50 psig2)
Span of the instrumen
: beda antara harga tinggi dan rendah; dari contoh berartispannya 30 psi.3)
 Zero of the instrument 
: harga range yang rendah; dari contoh berarti zeronya 20 psig.Untuk menggambarkan perilaku sensor/transmiter:
Gain of a sensor/transmitter 
(rasio antara span keluaran dan span masukan).Ada 2 jenis gain:1) Gain yang konstan
 
Contoh: sensor/transmiter tekanan elektronik yang memiliki range 0-200 psig dengansinyal keluarannya 4-20 mA, maka:
 
psimA
 08,0  0200 420
==
 psig psigmAmA
 
 
Komponen Dasar Sistem Kontrol
572) Gain sebagai sebuah fungsi
 
Contoh: sensor tekanan differensial yang digunakan untuk mengukur tekanandifferensial
(h)
yang melalui orifis. Persamaan sinyal keluaran dari transmiter tekanandifferensial elektronik:
 
22max
)(164
 M 
+=
 
 M 
=
sinyal keluaran (mA) dan
= aliran volumetrik 
 
Gainnya:
 
dF  M 
2max
)()16(2
==
 
(Gain sebagai fungsi aliran).Respon dinamik dari sensor/transmiter lebih cepat dari pada proses, sehinggakonstanta waktu dan dead time diabaikan. Fungsi alihnya hanya berisi gain yang murni.Karena sifatnya dinamik, maka fungsi alih instrument dinyatakan dalam sistemorde-satu atau orde-dua:
1)(
+=
ssG
τ
atau
12)(
22
++=
sssG
τξτ
5. 2 CONTROL VALVE
Control valve merupakan elemen kontrol akhir yang umum. Ia bekerja sebagaisebuah pembatasan yang berubah-ubah
(variable restricton)
dalam pipa proses.
Aksi control valve
PertanyaanTindakan apa yang kita inginkan terhadap valve saat suplai energinya gagalJawabannya berkaitan denganposisi gagal
(fail position)
dari valve.Pertimbangan utama:
safety.
 
Komponen Dasar Sistem Kontrol
58Ada 2 jenis control valve berdasarkan suplai udara, yaitu:1) Fail-open (FO) atau air-to-close (AC)
 
Gambar 5.1 Control valve jenis FO/AC
 
Gambar 5.1 menunjukkan bahwa posisi awal katup jenis ini adalah terbuka atau dengankata lain, bila tidak ada suplai udara (
 fail
) maka katup terbuka (
open
). Untuk menutupnya (
close
) diperlukan suplai udara (
air 
).
 
2) Fail-closed (FC) atau air-to-open (AO) Gambar 5.2 Control valve jenis FC/AO
 
Gambar 5.2 menunjukkan bahwa posisi awal katup jenis ini adalah tertutup atau dengankata lain, bila tidak ada suplai udara (
 fail
) maka katup tertutup (
close
). Untuk membukanya (
open
) diperlukan suplai udara (
air 
).Pemilihannya tergantung prosesnya, bahkan proses secara keseluruhan.Contoh:Proses pemanasan yang baik adalah menggunakan FC valve; tetapi kalau fluida yangdipanasi itu berupa polimer yang kalau pemanasnya mati bisa terjadi solidasi maka yangaman adalah menggunakan FO valve.
Udara instrumenUdara instrumen

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->