•
Sumpah yang dilarang dan akan mendapat hukuman bagi hamba yang melakukannyaadalah sumpah yang disengaja berdusta dengan tujuan dari sumpahnya tersebut untuk mendapatkan manfaat duniawiyah yang dia inginkan. Inilah maksud dari ayat,
“akantetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu.”
Dan sumpah ini disebut ‘al-Yamin al-Ghamus’ (sumpahpalsu).
•
Dan sumpah yang mewajibkan atasnya ‘kaffarah’ adalah sumpah yang diucapkan seoranghamba untuk melakukan sesuatu ternyata ia tidak mampu melakukannya. Ataubersumpah untuk tidak melakukan sesuatu ternyata karena kondisi yang memaksasehingga ia melakukannya dan ketika ia mengucapkan sumpahnya tersebut tidak mengucapkan ‘Insya Allah’. Dan kaffarh sumpah adalah sebagaimana yang disebutkandidalam surat al-Maidah ayat 89, yaitu ‘memberi makan 10 orang miskin atau memberimereka pakaian atau memerdekakan budak dan apabila tidak mendapatinya makaberpuasa selama 3 hari.
•
Tidak ada hukuman bagi seorang hamba yang tidak sengaja dalam lafadz, ucapan ataupembicaraan yang diucapkan; faidah ini adalah kaidah yang sangat agung, yangmengandung banyak permasalahan, diantaranya :
o
Apabila terucap kata-kata ‘thalaq’ (cerai) dari lisan seseorang tanpa kesengajaan(tidak disengaja) maka belum jatuh talak pada istrinya;
o
Apabila seorang laki-laki mengucapkan kata ‘talak’ untuk istrinya dalam kondisisangat marah (hingga kehilangan kendali) maka belum jatuh talak;
o
Dan apabila seseorang mengucapkan suatu ucapan kekufuran (yang menyebabkanpelakunya menjadi kafir) dalam kondisi sangat gembira (hingga hilang kesadaran)maka ia tidak kafir, sebagaimana hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim tentanggembiranya Allah dari taubat seorang hamba melebihi kegembiraan orang yangmenemukan kendaraan dan bawaannya kembali setelah hilang;
o
Demikian pula apabila seseorang di paksa untuk mengucapkan ucapan kekufurandan hatinya tetap teguh dengan keimanannya maka dia tidak kafir; dan masalah-masalah lainnya yang masuk dalam kaidah tersebut.
•
Bahwa tolok ukur dari perkara tersebut adalah ‘apa yang terdapat didalam hati’.Sebagamana firman Allah Ta’ala dalam ayat diatas,
‘akan tetapi Allah menghukum kamudisebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu’.
•
Di antara pelajaran dari ayat diatas adalah, bahwa bagi hati itu terdapat amal usaha (yangdapat mendatangkan balasan) sebagaimana anggota badan; adapun apa yang terbersitdalam hati yang tidak dengan ketenangan atau kesengajaan terhadapnya maka hal itutidak ada hukuman (balasan) baginya, karena hal itu bukan suatu perbuatan, oleh karenaitu rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah Ta’alamemaafkan terhadap apa yang terbersit dalam hati ummatku selama tidak melakukannyaatau mengucapkannya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
•
Penjelasan tentang penetapan dua nama yang mulia bagi Allah Ta’ala yaitu,
‘Al-Ghafur dan Al-Halim’
(Yang Maha Pengampu dan Maha Penyantun), dan apa-apa yang menjadikonsekwensi dari keduanya berupa sifat, hikmah dan hukumnya.
•
Adanya isyarat bahwa ampunan Allah dan sifat kesantunanNya menggugurkan hukumanbagi sumpah yang tidak disengaja.
•
Hendaknya kita berputus asa dari rahmat Allah Ta’ala; karena Dia Maha Pengampun.Dan janganlah kita merasa aman dari makar Allah Ta’ala; karena Allah Maha Lembut