Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Di Balik Sukses Jaringan Rudy

Di Balik Sukses Jaringan Rudy

Ratings: (0)|Views: 1,691|Likes:
Published by Yayah Cheriyah

More info:

Published by: Yayah Cheriyah on Apr 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/13/2012

pdf

text

original

 
Di Balik Sukses Jaringan Rudy
Posted By Sudarmadi On July 29, 2010 @ 12:40 pm In Manajemen, Swa Majalah
Kelompok salon ini terus berkembang dengan jaringan yang luas danmerek yang beragam. Apa kunci suksesnya?
Easy come, easy go
. Itulah salah satu gambaran yang umum dipakaiuntuk melukiskan fenomena bisnis salon. Tak sulit membuka usaha salondan tak sulit juga menutupnya suatu saat. Bisnis ini
entry barrier 
-nyamemang rendah, jumlah pemainnya pun berjibun. Karena usaha salonlebih cocok untuk usaha kelas rumahan, ada asumsi bisnis ini sulitdikembangkan menjadi usaha serius dengan skala yang lebih besar.Betul begitu? Tampaknya tak selalu demikian. Setidaknya bila menengokkelompok usaha salon Rudy Hadisuwarno, yang dirintis dari gang sempitdi Jl. K.H. Hasyim Ashari (dikenal dengan nama Jalan Kemakmuran). Taksalah bila kini disebutkan bahwa bisnis salon tergolong besar.Salon Rudy sudah berkembang menjadi berpuluh-puluh gerai denganmerek dan pelanggan setia yang berbeda-beda. Ada Salon RudyHadisuwarno, Salon Rudy, Brown Salon By Rudi Hadisurwarno, Maxx,Nabila, dll. Gerainya tak hanya di Jakarta, tetapi sudah menyebar keseluruh Indonesia, termasuk Papua. Malahan usahanya telah masuk keproduk ritel perawatan rambut, tak semata-mata jasa salon.Saat ini di bawah grup usaha PT Rudy Hadisuwarno setidaknya terdapattiga unit bisnis. Pertama, divisi salon: mengelola semua salon, baik yangdimiliki sendiri maupun yang dikembangkan dengan konsep waralaba.Kedua, divisi institusi pendidikan. Ketiga, divisi produk dan distribusi,antara lain memasarkan merek-merek produk perawatan rambut (sampo,kondisioner,
 
produk pewarna, dll.)Membesarnya salon Rudy yang dirintis pada 1968 (baru berbentuk PTpada 1972) sejatinya tak lepas dari pengelolaannya yang memang laindari umumnya pengelolaan salon. Khususnya bila melihatkesungguhannya mengembangkan organisasi, termasuk SDM yangmenjadi tulang punggung bisnisnya.Oliver Hadisuwarno, CEO PT Rudy Hadisuwarno, menggambarkan bahwasejak 2003 pihaknya serius menata usaha salon dan memperbaikimanajemennya. Ketika itu bisnis salon Rudy memang punya momentumperkembangan yang pesat sehingga kemudian dilakukan peralihan dariperusahaan keluarga ke profesional. “Sebelum 2002 bisnis masih dikelolagenerasi pertama. Tahun 2003 perekrutan tim profesional mulai gencar,” ujar Oliver yang bergabung dengan salon Rudy pada 2006. Sebagaiinformasi, dari keluarga Rudy, yang ikut mengelola grup usaha ini adalah
1
 
Rudy sendiri, Gunawan (saudara kandung), Oliver (keponakan) dan adikOliver.Mengiringi profesionalisasi pengelolaan bisnis, model bisnisnya pundirapikan, disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Dulu grupusaha ini hanya bermain di salon premium yang eksklusif dan mahaldengan nama Salon Rudy Hadisuwarno (latar desain salon ini mayoritashitam). Namun, krisis moneter 1997 yang menyebabkan penurunan dayabeli mendorong grup usaha ini berani mengambil segmen menengah.Itulah yang menjadi pemicu dikeluarkannya merek baru, Salon Rudy.Awalnya, muncul kekhawatiran citra premium Salon Rudy Hadisuwarnoakan turun ketika membuat merek baru yang menggarap pasar lebihbawah. Nyatanya, tidak. “Salon Rudy sekarang paling menjamur,” Olivermenunjuk fakta. Saat ini Salon Rudy Hadisuwarno yang eksklusif punya10 cabang, sedangkan Salon Rudy berkembang menjadi 68 cabang.“Kami hanya punya 20% dari total cabang, sisanya milik
franchisee
,” imbuhnya. Salon Rudy tersebar ke berbagai kota di Indonesia, bahkanada 7 cabang di Merauke, Papua Barat.Pengembangan terus dilakukan. Tahun 2000, Rudy membuat terobosandengan membuka salon yang menyasar mereka nan berjiwa muda dan
funky 
. “Anak muda kan tidak mau masuk ke salon yang kesannya tua!Maka kami buat yang bergaya retro,
funky 
, warna- warni, servisnya punberjiwa anak muda,” papar Oliver yang sempat bekerja 3,5 tahun diCitigroup. Maka, lahirlah Brown Salon by Rudy Hadisuwarno yang kinipunya 17 cabang.Selanjutnya, dua tahun lalu Rudy juga mengeluarkan merek salon khususpria: Salon Maxx. Salon ini menyasar laki-laki
stylish.
Gerainya ada dibeberapa wilayah seputar Jakarta seperti Serpong, Tangerang, Cinere(Depok), dan segera akan buka di Medan. Bahkan, pihaknya punmembuka salon khusus muslimah di Surabaya dengan nama SalonNabila.Dalam penataan manajemen, grup ini kemudian lebih banyakmengembangkan bisnis dengan pola waralaba ketimbang model kerjasama. Dulu, meski Salon Rudy Hadisuwarno merupakan pelopor waralabasalon di Indonesia dan memulai waralaba pada 1996, dalamoperasionalnya lebih banyak dipakai konsep kerja sama (
partnership
)dengan pemilik modal atau properti. Kini pola itu tidak dipakai lagi.“Sekarang, dari seluruh
outlet 
salon kami, kalau tidak 100% milik kami,kemungkinannya salon waralaba, yang operasionalnya semua di bawah PTRudy Hadisuwarno,” papar Oliver.Menurut pengamatan lulusan London School of Economic yang selama 6tahun tinggal Inggris itu, grup salon Rudy berkembang karena Rudy
2
 
memiliki perhatian yang sangat kuat terhadap pengembangan SDM diperusahaannya, selain karena kharisma Rudy yang disegani. “Pak Rudyselalu berpikir untuk beberapa tahun ke depan, 10 tahun ke depan,” ungkap Oliver. Tak mengherankan, di perusahannya sudah dibangunorgansiasi, lengkap dengan jabatan-jabatan dan tanggung jawabnya,sebagaimana perusahaan modern umumnya.Hanya saja, struktur organisasinya dibuat sangat ramping. Sama sepertiperusahaan lain, perusahaan ini dipimpin oleh
board of director 
. Dibawahnya ada sejumlah
general manager 
yang mengelola unit-unit bisnis.Lalu, ada Departemen Pemasaran yang mengurusi komunikasipemasaran, kehumasan, promo konsumer, desain, dan sebagainya. Lalu,ada Divisi Operasional yang mengelola salon, serta Divisi InstitusiPendidikan. Jadi, organisasinya sejak awal sudah disiapkan, tak sepertisalon pada umumnya yang berkembang semata-mata karena faktor
entrepreneurship
. Rudy kini menjabat sebagai komisaris utama.Bentuk kepedulian pada SDM antara lain tecermin dalam pengelolaannya.Di grup salon Rudy, pengelolaan SDM dipegang manajer HRD yang didalamnya ada dua bagian: Rekrutmen dan Edukasi. Masing-masing ada
chief 
-nya. “Kami tidak ingin HRD hanya sebatas personalia, tapi harusmemikirkan pengembangan SDM. Maka, dipegang oleh dua orangberbeda,” Oliver menjelaskan kiatnya. Bagian Edukasi dibutuhkan gunamengembangkan para
stylist 
supaya tidak ketinggalan teknik dan agargrup selalu menghasilkan orang terbaik. Adapun Bagian Rekrutmenmemikirkan bagaimana mendapat orang bagus, mengurusi jenjang karierdan bagaimana mencetak orang.Di grup salon Rudy, pengembangan SDM memang jadi tuntutanmengingat salon tumbuh pesat, baik salon milik sendiri maupun waralaba.“Para
franchisee
bisa minta kami supaya cari orang-orangnya, tapi adajuga yang mencari sendiri. Orang-orang yang mereka bawa tetap harusmasuk ke kampus kami untuk standardisasi,” katanya. Karena itulah,Divisi
Training Center 
di Salon Rudy Hadisuwarno sangat vital.Sejauh ini manajemen menawarkan karier di grup melalui dua jalur.Oliver menyebutnya dengan
people technique
dan
people managerial 
.Keduanya memiliki jenjang dan pelatihan yang berbeda. Soal rekrutmen,ada karyawan yang mendapat edukasi dari beasiswa, kemudian dikontrakbekerja dengan salon ini. Namun, ada juga yang mulai dari melamar kerjake grup ini. Yang sudah siap secara teknis langsung masuk ke kelaspemantapan: bukan hanya pemantapan teknik, tetapi juga visi-misiperusahaan, layanan pelanggan dan loyalitas. Semua pekerjaan inidikelola Divisi
Training Center 
.Di jalur
people
 
managerial 
pun karyawan harus masuk ke kelas pelatihan,tetapi dengan modul berbeda. Ilmu yang diberikan ke mereka antara lain
3

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ge la P liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->