Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Perkawinan dengan Ahli Bid'ah

Hukum Perkawinan dengan Ahli Bid'ah

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 6,092|Likes:
Hukum Perkawinan dengan Ahli Bid'ah karya Asy Syaikh DR. Ibrahim Ar Ruhaili
Hukum Perkawinan dengan Ahli Bid'ah karya Asy Syaikh DR. Ibrahim Ar Ruhaili

More info:

categoriesTypes, School Work
Published by: Dennies Rossy Al Bumulo on Aug 28, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/05/2012

pdf

text

original

 
Diperbolehkan memperbanyak ebook ini dengan menyertakan sumber :
 Maktabah As Sunnah
Hukum Perkawinan Dengan Ahli Bid’ah
[
Asy Syaikh DR. Ibrahim Ar Ruhaili
]
Penerjemah:
 
Al Ustadz Muhammad Ali Ishmah Al Medani
Daftar Isi
Hukum Perkawinan Dengan Ahli Bid’ahUcapan
Fuqaha
Dalam Permasalahan
Kufu
Dalam KeagamaanMadzhab HanafiMadzhab MalikMadzhab Syafi’i …
N/A
Madzhab Hanbali …
N/A
Hukum Perkawinan Dengan Ahli Bid’ah
Pernikahan dengan ahli bid’ah terlarang secara global menurut Ahlus Sunnahwal Jamaah karena akan memberi dampak negatif yang besar. Dan akanbertentangan dengan hal-hal yang disepakati dalam syariat yaitu tidak ber-
wala’ 
(loyalitas, ed.), mencintai mereka (
ahlul bid’ah
), wajibnya mengisolirmereka, dan menjauhi mereka
1
Tetapi hukumnya haram mengadakan pernikahan dengan mereka danmenikahi wanita-wanita mereka dan hukum kepastian rusaknya dan sahnyaakad-akad pernikahan mereka dengan Ahlus Sunnah tergantung dengan jauh dekatnya mereka terhadap agama. Maka hukum terhadap
mubtadi’ 
1
Penguraian masalah ini akan datang dengan membawakan riwayat-riwayat yang menunjukkanhal itu, yaitu ucapan-ucapan para Salaf dan contoh-contoh sebagian kerusakan yangditimbulkan karena pernikahan dengan
ahlul bid’ah
.
 
 
Diperbolehkan memperbanyak ebook ini dengan menyertakan sumber :
 Maktabah As Sunnah
(
ahlul bid’ah
, ialah orang yang mengada-adakan atau menambahi dalamagama yang tidak ada contoh dari Rasulullah, ed.) yang telah sampai kederajat
kufu
r dikarenakan kebid’ahannya tidaklah sama terhadap orang yangkebid’ahannya belum sampai ke derajat
kufu
r sebagaimana juga berbedanyahukum pernikahan mereka dengan wanita-wanita Ahlis Sunnah danpernikahan Ahlis Sunnah dengan para wanita mereka di sebagian keadaan.Berikut ini rincian hukum tentang masalah di atas menurut keadaan-keadaan yang tersebut tadi.Adapun hukum pernikahan
ahlul bid’ah
yang telah dihukumi (sudah sampaiderajat, ed.) dengan kekafiran maka hukumnya haram secara mutlak. Itudisebabkan ke
kufu
ran dan kemurtadan mereka dari agama, maka AhlusSunnah tidak halal menikahi wanita-wanita mereka sebagaimana jugasebaliknya mereka haram menikahi para wanita Ahlis Sunnah. Hal itudikarenakan banyak dalil-dalil dan Ahlus Sunnah telah
ijma’ 
(sepakat)tentang keharaman menikah dengan orang-orang kafir dan kaum musyrikinselain Ahli Kitab dengan dua keadaan tadi (yaitu menikah dengan merekadan dinikahi mereka).Adapun keharaman seorang lelaki Muslim menikahi wanita kafir lagi musyrikmaka itu berdasarkan firman Allah
Ta’ala
:
Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum merekaberiman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanitamusyrik walaupun dia menarik hatimu.” 
 
(QS. Al Baqarah : 221)
Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir.” 
 
(QS. Al Mumtahanah : 10)
Maka dua ayat ini menunjukkan kepada kita keharaman menikahi wanita-wanita musyrikah secara umum bagi kaum Muslimin. Dan yang dikecualikanAllah hanya wanita-wanita Ahlul Kitab dengan firman-Nya :
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan)orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal  pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini wanita-wanita yang menjagakehormatan) di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yangmenjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang diberi Al Kitab sebelumkamu.” 
 
(QS. Al Maidah : 5)
 
Diperbolehkan memperbanyak ebook ini dengan menyertakan sumber :
 Maktabah As Sunnah
Maka hal-hal yang Allah beri keringanan padanya (laki-laki dari AhlusSunnah, ed.) seperti menikahi para wanita Ahlul Kitab maka itu boleh.Adapun wanita-wanita selain mereka seperti wanita-wanita musyrik makahukum keharamannya tetap berlaku secara umum seperti wanita-wanitayang menyembah patung dan berhala atau bintang-bintang dan api. Makahukum wanita-wanita
ahlul bid’ah
yang telah dihukumi dengan kekafiransama dengan wanita-wanita tadi walau mereka (wanita-wanita
ahlul bid’ah
,ed.) mengaku sebagai Muslimah.Ibnu Katsir
rahimahullah
berkomentar dalam
Tafsir 
-nya ayat pertama (QS.2:221) tadi : “Ini adalah pengharaman dari Allah yang dibebankan kepadakaum Mukminin agar mereka tidak menikahi para wanita musyrikahdaripada penyembah berhala. Kemudian, walau secara umum tampaknyawanita-wanita musyrikah dari Ahlul Kitab tergolong kepadanya tapi adapengecualian berupa kebolehan menikah dengan wanita-wanita Ahlul Kitabdengan firman-Nya :
(Dan dihalalkan mengawini wanita-wanita yang menjaga kehormatan) di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjagakehormatan di antara wanita-wanita yang diberi Al Kitab sebelum kamu bilakamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud untuk berzina.” 
(QS. Al Maidah : 5) [
Tafsir Ibnu Katsir 
1/257]
Banyak para ulama yang menukil
ijma’ 
para ulama yang mengharamkanmenikahi wanita-wanita musyrikah --selain wanita-wanita Ahlul Kitab--.Ibnu Qudamah berkata : “Dan semua orang-orang kafir selain Ahlul Kitabseperti orang yang menyembah apa yang dia anggap baik seperti berhala-berhala, batu-batu, pohon-pohon, dan hewan-hewan maka tidak adaperbedaan pendapat antara para ulama tentang keharaman menikahiwanita-wanita mereka dan memakan sembelihan-sembelihan mereka.” 
(
 Al Mughni 
9/548)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam kandungan pembicaraannyatentang Qadariyah (kelompok yang menolak takdir, ed.) dan hukum-hukumtentang mereka : “Dan adapun kaum musyrikin maka umat ini telah sepakatterhadap keharaman menikahi wanita-wanita mereka dan memakanmakanan mereka.” 
(
Majmu’ Fatawa
8/100)
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->