Sejarah dan pasang surut penerapan demokrasi di indonesia
Istilah demokrasi sangatlah akrab di telinga kita, karena negara kita merupakan negara yang menganut sistem tersebut, dari demokrasi parlementer,demokrasi terpimpin, sampai demokrasi pancasila. Semua sistem ini pernah di terapkan di negara kita.
Semua konsep-konsep di atas mengunakan istilah demokrasi, demokrasi sendiri pertama kali di perkenalkan pada zaman yunani kuno, demokrasi terdiri dari dua kata yaitu demos dan kratos/kratein yang artinya rakyat dan kekuasaan. Istilah ini pertama kali di pergunakan oleh plato dan aristoteles. Namun ternyata plato dan aristoteles memiliki pengertian yang berbeda tentang demokrasi, menurut plato demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat miskin. Karena salah mempergunakannya maka keadaan ini berakhir dengan kekacauan atau anarki, sedangkan menurut aristotoeles demokrasi adalah pemerintahan dari orang-orang yang tidak tau sama sekali tentang soal-soal pemerintahan1.
Inilah yang menyebabkan plato dan aristoteles tidak mendukung demokrasi sebagai sistem dalam kehidupan bernegara, demokrasi di anggap menyesatkan karena rakyat yang menentukan haluan negara padahal pada umumnya rakyat tidak mengetahui perihal pemerintahan.
Namun perlu kita ketahui bahwa demokrasi yang di perkenalkan oleh plato dan aristoteles sangatlah berbeda dengan demokrasi yang hari ini di terapakan hampir di seluruh negara, demokrasi yang di maksud oleh plato dan aristoteles adalah demokrasi langsung (direct demseocracy) yang di terapkan pada negara kota pada zaman yunani kuno, pada saat itu warga negara terbagi menjadi tiga golongan (budak,orang pendatang,penduduk asli) dan semua bebas mengeluarkan pendapatnya perihal pengambilan kebijakan negara dan keputusan politik, kecuali golongan budak karena mereka tidak di anggap sebagai subjek hukum. Sedangkan demokrasi yang hari ini di terapkan di hampir seluruh negara adalah demokrasi tidak langsung ( representative democracy) yang berdasarkan perwakilan. Jadi demokrasi yang di pahami oleh plato dan aristoteles sangatlah berbeda dengan demokrasi yang berkembang hari ini. Menurut penelitian yang di lakukan oleh Amos J Peaslee pada tahun 1950 jumlah negara yang menganut sistem ini berjumlah 90%, namun angka tersebut tidaklah menjadi jaminan bahwa demokrasi merupakan sistem yang sempurna, karena para ahli sepakat bahwa demorasi merupakan sistem terbaik dari sistem buruk yang ada saat ini, pendapat ini cukup beralasan melihat prinsip demokrasi ºone man one voteª yang menyerahkan keputusan kepada suara mayoritas, sehinnga suara minoritas harus mengikuti keputusan yang di ambil oleh suara terbanyak padahal tidak ada jaminan bahwa suara mayoritas menjadi tolak ukur kebenaran dan keadilan.
Demokrasi di indonesia
Sejak kemerdekanan indonesia di proklamirkan apada tanggal 17 agustus 1945 indonesia tercatat telah beberapa kali mengalami pasang surut dalam perkembangan demokrasi. Permasalahn mendasar dalam perkembangan demokrasi di indonesia adalah tidak sejalannya demokrasi normatif dan demokrasi empiris.
Demokrasi normatif menyangkut gagasan-gagasan atau idealita tentang demokrasi yang terletak dalam alam filsafat sedangkan demokrasi empiris adalah pelaksanaannya di lapangan2.
Panggung sejarah indonesia telah di hiasi oleh beberapa kali perubahan sistem demokrasi, hal ini dapat di bagi dalam 4 masa.
Pada masa ini pula pengaruh komunis mulai masuk ke dalam negara kita dan masa ini berakhir di tandai dengan peristiwa G 30 S/PKI.
3.Masa demokrasi pancasila(1965-1998) Masa ini di kenal juga dengan istilah orde baru,yang lahir sebagai protes atas pemerintahan orde lama yang otoriter. sesuai dengan namanya demokrasi ini berlandaskan pada pancasila, kesalahankesalahan yang terjadi pada masa-masa terdahulu coba untuk di perbaiki pada masa ini, ketetapan MPRS No. III/ 1963 yang mengangkat presiden soekarno menjadi presiden seumur hidup telah di batalkan dan jabatan presiden di kembalikan menjadi 5 tahun, hak kontrol yang pada masa sebelumnya di cabut,kembali di berikan kepada dewan perwakilan rakyat. Pada awalnya sistem ini di anggap sebagai angin segar di tengah penderitaan bangasa yang terus menerus terjadi, namun setelah beberapa tahun berjalan nya sistem ini mulai menunjukkan gejala yang menyimpang dari demokrasi yang di cita-citakan.perlunya menjaga ke stabilan politik, pembangunan nasional dan itegrasi nasional di gunakan sebagai alat pembenaran pemerintah untuk melakukan tindakantindakan politik termasuk yang bertentengan dengan nilai-nilai demokrasi5. Pada masa ini indonesia tercatat melakukan 6 kali pemilihan umum, namun hal itu tak lebih dari sebuah formalitas belaka karena kesalah-kesalahan di masa sebelumnya yang coba untuk di perbaiki pada masa ini kembali terulang. Pemerintahan orde baru yang bertahan kurang lebih 30 tahun ternyata lebih banyak membawa penderitaan bagi rakyat, pertumbuhan ekonomi yang menanjak di iringi pula dengan KKN yng semakin ganas, hal ini lah yang memaksa rakyat untuk turun kejalan, dan masa ini berakhir pada tanggal 20 mei 1998 dengan turunnya presiden soeharto dari jabatan nya sebagai presiden.
4.Masa reformasi (1998-sekarang) Setelah turunnya soeharto dari jabatannya, maka di mulailah masa baru di negara ini, presiden B J habibie yang naik menggantikan soeharto pada saat itu memiliki pekerjaan rumah yang berat, presiden habibie mencoba untuk memperbaiki praktek demokrasi dengan memberikan kebebasa kepada pers dan kebebasan berbicara, selain itu fungsi ganda yang di miliki ABRI di tiadakan, dan ABRI hanya di berikan fungsi pertahanan. Setelah presiden B J Habibie, tongkat ªestafetª demokrasi di lanjutkan oleh abdurrahman wahid, Megawati soekarno putri, dan yang terakhir adalah susilo bambang yudhoyono. Namun tidak bisa kita pungkiri dari tahun ke tahun praktek demokrasi di negeri ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat hal ini dapat terlihat pada beberapa tahun terakhir dimana UUD 1945 telah di amandemen sebanyak 4 kali (1999-2004), jaminan atas hak asasi manusia, pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung,kebebasan mengeluarkan pendapat,DLL.
Penutup Indonesia telah tercata beberapa kali melalui periode/ masa demokrasi, Dan sampai hari ini indonesia belum sampai kepada demokrasi yang di idam-idankan, karena dalam perjalanan nya demokrasi aka selalu menghadapi tantangan. Seperti apa yang di katakan oleh plato, ketika demokrasi itu salah dalam penerapannya maka akan berujung kepada kekacauan, disinilah fungsi hukum sebagai kontrol terhadap penerapan demokrasi sehingga tidak terjadi kekacauan, jadi demokrasi yang ideal adalah demokrasi yang betul-betul menanamkan nilai-nilai kebenaran dan tetap mengikuti aturan-aturan yang ada. Apabila demokrasi dan hukum telah sejalan maka suatu negara dapat di sebut sebgai negara demokrasi dan negara hukum6