Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Keberangkatan

Keberangkatan

Ratings: (0)|Views: 105 |Likes:
Published by watipwt

More info:

Published by: watipwt on Apr 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2012

pdf

text

original

 
PERJALANAN
KE TANAH SUCI
MENGGAPAI RIDLA ILLAHI
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah, yaitu bagiorang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah, danbarangasiapa mengingkari ( kewajiban haji ), maka sesungguhnya AllahMaha kaya ( tidak memerlukan sesuatu ) dari alam semesta ( termasukdari manusia )
( QS Ali Imran 97 )Cepat-cepatlah kalian menunaikan ibadah haji ( jika telah mampu ) yaknihaji wajib, karena sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang akan terjadipadamu ( HR Imam Ahmad bin Hambal )Aku memenuhi panggilanMu ya Allah, Aku datang memenuhipanggilanMu, Sesungguhnya segala puji, nimat dan segenap kekuasaanadalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.Ibadah haji sebenarnyalah nikmat, bukan beban seperti dibayangkanbanyak orang yang belum menunaikannya.
PENDAHULUAN
Haji adalah salah satu Rukun Islam yang lima yang diwajibkan oleh Allah SWT kepada orang-orangyang mampu menunaikannya, yakni memiliki kesanggupan biaya, sehat jasmani serta rohani untuk menunaikanperintah tersebut. Kewajiban haji disyariatkan mulai tahun ke-6 Hijriah. Rasulullah sendiri hanya mengerjakannyasekali yang kemudian dikenal dengan sebutan Haji Wada. Saya sadari bahwa seluruh ritual peribadahan dalamIslam, termasuk ibadah haji di bulan Zulhijah ini, disamping memiliki dimensi ritual yang bersifat vertikal, jugamemiliki dimensi sosial yang bersifat horizontal. Oleh karenanya terasa, setelah usai melaksanakan ibadah haji itusayai merasakan ada suatu lembaran baru dalam kehidupan. Ada rasa-rasanya seperti terlahir kembali dengan suatu
mind set”
 
yang
 
baru, ada perasaan seakan
menjadi lebih siap menghadapi “kehidupan”, sekaligus “kematian”
.Rahasia Illahi yang akan dalami oleh kita semua yang tidak ada seorangpun dapat meramalkan kapan akan datang.Seperti ada suatu rasa sesal yang mendalam andaikata saja, saya sampai menunda pelaksanaan ibadah haji kemarinitu.. Luar biasa itulah kesan saya ... Alhamdulillah, segala puji bagi-Mu ...ya Allah, yang telah memberikan yangterbaik bagi saya.Haji merupakan ibadah yang unik, karena ia wajib dilaksanakan oleh setiap muslim dan muslimah yangmampu untuk melaksanakannya dan dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali seumur hidup. Keunikan itubertambah oleh karena ibadah haji tidak dapat dilaksanakan sembarang waktu, hanya dapat dilaksanakan padabulan Zulhijah, tepatnya pada tanggal 6 - 12 Zulhijah setiap tahunnya. Ibadah haji mengingatkan kembali kitasemua anak cucu Adam, akan Maha Pengampun dan Maha Kasih Allah kepada umat-Nya setelah Adam diusir darisurga Eden oleh karena melanggar laranganNya. Awal kehidupan dengan dipertemukannya pertama kali setelahberada di dunia dengan Hawa serta pengampunan-Nya di Arafah.Ritual ibadah haji dapat dikatakan dimulai dengan thawaf dan diakhiri dengan thawaf. Dimana diantarathawaf-thawaf para jemaah melakukan rukun, wajib serta banyak ibadah sunah yang dapat dilakukan sebagaipilihan. Salah satu rukun diantaranya adalah wukuf di padang Arafah. Oleh karenanya kegiatan utama peribadahandipusatkan di Kabah dan Arafah. Ritual itu bermula dari tradisi keagamaan Nabi Ibrahin as yang terkait erat denganibadah kurban, dimana merupakan perintah Allah kepada Ibrahim untuk mengorbankan dengan menyembelihIsmail anaknya. Perintah mana benar-benar merupakan ujian berat, karena
Ismail adalah ” sesuatu ” dan satu
-satunya yang paling berharga dan paling disayangi Ibrahim yang ada di dunia ini.Ritual ibadah haji dilaksanakan dalam suasana pakaian ihram, hal ini menggambarkan suasana dimanatidak ada perbedaan, semua makhluk Tuhan yang namanya manusia ini sama tak ada bedanya, baik oleh karenaharta, pangkat, jabatan atau symbol-simbol perbedaan lainnya yang pada saat mana harus ditanggalkan. DihadapanAllah semua sama, dan yang membedakan adalah kadar ketakwaannya kepada Allah swt semata.Ibadah haji yang baru kami laksanakan benar-benar telah memberikan pengalaman yang luar biasa.Saat-
saat menunaikan ibadah haji, saya merasa mengalami puncak “kehidupan spiritual”, sehingga saya benar 
-
benar bisa merasakan “ nikmatnya ” beribadah
, bersujud, mengadu dan memohon dihadapan kekuasaan. keagungandan kebesaran Allah. Terasa nikmatnya berlomba melakukan ritual ibadah untuk mempersembahkan secaramaksimal kesujudan dan keberserahan diri kita pada keagunganNya. Pengalaman seperti itu benar-benar sulitdiungkapkan dengan kata-kata.
 
Saya bersyukur dapat merasakan sebagai suatu kenikmatan serta anugerah dalam hidup ini, ketika sayadiberi kesempatan, kemampuan, dan diijinkan oleh Allah SWT untuk dapat menunaikan ibadah haji pada tahun2005-2006 bersama dengan istri. Tepatnya berangkat pada 28 Desember 2005 dan kembali pada 7 Februari 2006.Panggilan menunaikan ibadah haji ini kami anggap sebagai rakhmat dari Allah SWT, apalagi bagi saya sendiri yangbekal hajinya pas-pasan, baik bekal uang maupun bekal pengetahuan agamanya masih jauh dari sempurna. Padahalibadah haji seperti ini merupakan ibadah yang sebenarnya sangat dirindukan oleh semua umat Islam.Ibadah haji yang telah saya lakukan seperti layaknya
muzizat
 
dalam kehidupan ini ( maaf saya hanyapinjam istilah saja, sebab muzizat hanya dikaruniakan Allah kepada para Nabi dan Rasul saja ). Saya bukan orangyang termasuk semenjak awal bercita-cita kelak akan berhaji. Barangkali latar belakang mulai dari kehidupankanak-kanak saya yang kelabu, sehingga menganggap hal itu sebagai sesuatu yang tak mungkin. Bahasanya yangtepat mungkin tahu diri ... lah. Demikian pula dalam masalah agama yang masih hijau. Di lingkungan kehidupandidesaku, seseorang yang naik haji sepertinya dipersyaratkan yang sudah hampir sempurna segala-galanya baik amal ibadah, agama maupun hartanya. Barangkali hanya karunia hidayah serta innayahNya sajalah yang telahmengubah hidupku ini. Subhanallah walhamdulillah Catatan ini mengungkapkan beberapa moment perjalanan hajisaya bersama istri dengan refleksinya yang kami jalani pada 2005 sampai Februari 2006 lalu itu.Masih terbayang saja ketika aku berpamitan kepada salah satu orang tuaku yang masih hidup didesa. Iabercerita sambil menitikan air mata yang menyertai rasa terima kasihnya kepadaku disamping doa-doanya. Katanyaselama hidupnya ia menunggu penantian yang tak kunjung tiba, katanya dalam penantian itu siapakah dariketurunan darah keluarga besarku yang menjadi pewaris, bisa menunaikan haji ini. Konon mbah buyutku terakhirdalam garis keturunan keluarga yang terakhir dapat menunaikan haji ini. Jadi beliau benar-benar menangis ketikasecara mengagetkan aku berpamitan akan berhaji, benar-benar seperti orang tua yang bijaksana terobati penantiandan doanya. Betapa bahagiamu
… nak, dan aku ikut bahagia sekaligus bangga. Semoga menjadi haji mabrur, ….demikian ujarnya, sambil terisak… Amin ! akupun tak kuasa meneteskan airmata.
 
PERSIAPAN PEMBERANGKATAN
Saya termasuk rombongan calon haji dari kabupaten Banyumas yang jumlahnya ada 960 orang.Beberapa minggu bahkan beberapa bulan sebelumnya, kami memperoleh pembekalan dan latihan manasik, buku
pedoman ibadah haji serta peragaan praktek thawaf, sa‟i maupun lempar jumrah. Jemaah haji Kabupaten Banyumas
tahun itu semua terbagi dalam 3 kelompok terbang ( kloter ), yaitu Kloter 67, Kloter 68 dan Kloter 69. Saya sendiridengan istri masuk di dalam Kloter 68. Jemaah dalam kloter kami berjumlah 325 orang. Untuk memudahknpengecekan, pengaturan dan komunikasi, jemaah dikelompokan menjadi 7 rombongan yang setiap rombonganterdiri atas 4 regu, dan setiap regu terdiri dari 11 atau 12 orang. Sehingga di setiap kelompok terbang ada KetuaKloter, Ketua Rombongan (Karo) dan Ketua Regu (Karu)Alhamdulillah diantara teman-teman dalam rombongan kami sudah ada yang pernah menunaikan ibadahhaji, mereka banyak memberikan masukan, diantaranya selama di Tanah Suci kita dianjurkan agar meluruskan niat,bersabar, bersikap positif, tidak mudah mengeluh, ikhlas tidak takabur serta menghindarkan diri dari perkataankotor, berbantah-bantahan, merusak sesuatu melukai seseorang, mencabut pepohonan, atau membunuh binatang,seperti diperintahkan melalui Al Quran Surat Al Baqarah : 197. Sayapun bertekad untuk menjadi tamu Allah yangbaik.Pakaian maupun alat serta bahan makanan sudah kami siapkan. Banyak rekan-rekan yang membantumemberi saran berdasar pengalaman perjalanan haji yang telah mereka laksanakan. Saya dan istri menyiapkanpakaian 2 sampai 3 stel, pakaian ihram 2 stel, khusus saya beserta sabuknya yang lebar dan bersaku, sarung, kopiah,sajadah,. Beberapa teman menyarankan membawa sarung dan kopiah beberapa buah, biasanya untuk souvenirbeberapa kenalan atau orang yang membantu kita selama disana. Tidak lupa sandal ringan dua pasang plus sepaturingan/rileks untuk bepergian. Makanan kering seperti supermi, lauk kering seperti abon, kering kentang, bumbukering, bumbu pecel,
srundeng
atau lauk kering lainnya. Karena disana sulit sekali menemukan bumbu yang sesuaidengan lidah kita. Beras dimasukan jrigen 5 liter, kelak pulang jrigennya diisi air zamzam. Bumbu masak sepertigula, garam, bawang merah, cikur,cengkih, bawang putih. teh, kopi atau bahan minuman lainnya seperti nutrisari,energen, sesuai kebiasaan dan kesukaan masing-masing.Mengenai bekal makanan ini ada yang berpendapat tidak perlu karena disana berlimpah makanan,bahkan ada pula yang berpendapat ekstrim apa disana kita takut tidak makan dan sebagainya. Saya berpendapattidak ada salahnya kita menyiapkan, toh jika makanan itu tidak kita konsumsi sendiri, bisa saja kita berikan padaorang lain yang mungkin lebih membutuhkan. Lagi pula menjaga
– 
dalam arti berhati-hati dengan menyiapkan -itu lebih baik, daripada disana kita tergantung kepada orang lain. Lagi pula tidak semua orang yang berangkat keTanah Suci membawa bekal uang yang cukup.Tidak lupa kami juga menyiapkan obat-obatan seperti obat sakit kepala, sakit gigi, diare, obat merah,perban, tensoplas, antibiotik, multivitamin dan obat-obatan khusus yaitu obat sakit yang biasa diderita masing-masing. Khusus obat-obatan harus didaftarkan dengan disahkan dalam buku paspor oleh petugas Puskesmaskecamatan masing-masing. Bagi yang memerlukan disamping imunisasi meningitis ( termasuk paket ) bisa denganimunisasi lainnya. Tidak lupa kami juga membawa krim pelembab atau tabir surya untuk melindungi kulit darisengatan terik matahari dan kekeringanPeralatan yang perlu dibawa adalah
kunci gembokan
untuk mengunci kopor besar, tali plastik, pisau,gunting, jarum,
tas kresek 
satu pak, karet gelang, perebus air (
waterheater 
), 2 buah piring, 2 buah sendok, 2 buahgarpu, gantungan pakaian. Sedangkan alat-alat masak lainnya terlalu repot jika dibawa, lebih baik dibeli di Mekahsecara beregu sesuai kebutuhan. Alat-alat itu semua masuk kopor besar.
Tas tentengan
berisi pakaian ihram satustel terutama bagi jemaah seperti kami yang termasuk dalam pemberangkatan gelombang 2 ( bagi jemaah yangtermasuk pemberangkatan gelombang pertama tidak mengapa dimasukan kopor besar ), serta beberapa potong
 
pakian yang sering digunakan. sedang yang berada di tas kecil yang selalu dikenakan melingkar didada masing-masing jemaah adalah surat-surat, paspor, dan alat yang paling sering digunakan seperti kacamata,
handphone
, obatsakit kepala, tolak angin, multivitamin sebagian kecil.Kelak yang selalu bersama kita adalah tas tentengan dan khususnya tas dada ( tas paspor ) yang tak boleh lepas kecuali pada waktu tidur dan mandi, kopor besar akan berpisah dengan kita semenjak 1-2 hari sebelumkeberangkatan dan baru kemudian ketemu nanti di bandara King Abdul Aziz, ketika akan diangkut dengan bus kepondokan. Jangan sekali-kali membawa pisau, gunting, pemotong kuku dalam tas kecil, karena akan terdeteksisinar-X dan disita oleh petugas. Jangan lupa membawa Al Quran yang biasa kita baca, kalau bisa yang berukurankecil atau sedang sehingga praktis dibawa.Persiapan fisik yang penting adalah menjaga stamina dan kesehatan. Istirahat cukup, usahakanmengkonsumsi makanan yang bergizi. Upayakan dapat melakukan latihan fisik ringan, misalnya jalan kaki sampaidengan joging. Karena biasanya kita mendapat tempat pemondokan di hotel yang agak jauh dari Masjid, baik diMasjidil Haram maupun Masjid Nabawi di Madinah, yaitu 500 sampai 3500 m sesuai dengan undian yangditetapkan. Hotel-hotel yang dekat biasanya sudah
dibooking
oleh jamaah haji tamu kenegaraan Kerajaan ArabSaudi atau Biro perjalanan haji plus yang biayanya cukup tinggi bagi seukuran kami.Persiapan non fisik lainya seperti disampaikan didalam manasik meliputi meluruskan niat, memohonbimbingan dari Allah SWT, memperbanyak doa dan dzikir, membersihkan diri baik secara jasmaniah maupunrohaniah, seperti halnya bekal yang tidak halal, meningkatkan ketawakalan, berlatih sabar, ikhlas dan berserah dirikepada Allah SWT.Terutama sekali ikhlas terhadap apapun yang akan menjadi ketentuan terhadap diri kita. Bahkanada mitos pada sebagian masyarakat kita yang berangkat dengan berharap meninggal dalam melaksanakan haji,dengan
keyakinan
bahwa yang demikian itu sebagai khusnul khotimah. Tapi siapa yang tahu akan kematian, bisa-bisa kita yang berharap demikian tetapi yang terjadi justru orang lain yang meninggal. Kematian memang rahasiaIlahi. Kamipun diharapkan untuk menyelesaikan urusan keduniaan agar keluarga dan ahli waris yang ditinggaltidak terbebani, termasuk membuat surat wasiat. Kelak hal seperti itu akan meringankan langkah kita dalammelakukan peribadahan. Termasuk diantaranya bersilaturahmi meminta maaf dan doa restu karib kerabat, sertahandai taulan.Pada umumnya beberapa calon haji mengikuti pula Kelompok Bimbingan Ibadah Haji ( KBIH ), melaluikelompok bimbingan ini diharapkan, persiapan bekal-bekal spiritual lebih baik. Saya dengan istri kebetulan tidak mengikuti kelompok bimbingan semacam itu. Disamping keterbatasan kami juga ada motivasi tersendiri untuk menjadi lebih kuat belajar serta menajamkan kepekaan. Kebetulan beberapa regu dalam rombongan kami jugaseperti itu. Oleh karenanya perbedaan usia anggota regu kami tidak mencolok, maka pola fikirnya juga tidak terlalubanyak berbeda. Biasanya jemaah haji dari regu non KBIH seperti itu, punya dinamika tersendiri dalam polapelaksanaan ibadahnya.Yang tidak boleh dilupakan, adalah untuk kembali memahami dan mengingat apa yang menjadi rukunhaji maupun wajib haji, serta sunnah yang mana yang apabila terpaksa bisa ditinggalkan atau diwakilkan dansebagainya. Yang mana yang jika tidak dilakukan atau dilanggar diharuskan dengan syarat membayar
dam
ataudenda misalnya, semuanya kita fahami, meskipun dalam pelaksanaan toh tidak sendiri sehingga akan tetap bisasaling mengingatkan. Kami juga sempat mengadakan
walimatussafar lil- haj
acara silaturahmi, selamatan,pengajian dan sekaligus permohonan pamit untuk perjalanan haji agar didoakan kerabat handai taulan di masjiddekat rumah kami.Adat didaerah kami menjelang beberapa hari keberangkatan banyak pulau kerabat yang bertamu.Mereka biasanya menyatakan silaturakhmi, mendoakan agar kami sehat, lancar dan memperoleh haji mabrur. Tak jarang mereka juga minta didoakan, katanya tol
ong saya dipanggil dari sana. Aneh memang,… padahal menurut
ustadz Attabik Yusuf Zuhdi dalam pengajiannya, semuanya sudah dipanggil melalui perintah Allah kewajiban haji.Hanya saja ada yang mendengarkan dan ada yang pura-pura tidak mendengar, demikian selorohnya. Tapi itulahkenyataan yang ada di masyarakat kita. Kedatangan handai taulan yang sambung menyambung ke rumah calonhaji, membuat jemaah yang mau berangkat seperti layaknya punya hajatan, memang hal itu menjadikan tuan rumahsukacita namun juga melelahkan.
KEBERANGKATAN
Setelah masa persiapan dilalui, akhirnya pada hari Rabu bertepatan dengan tanggal 28 Desember 2005,dengan haru dan dibarengi cuaca yang sejuk pagi itu, diantar sanak saudara, tetangga dan kerabat. kami berdua,yaitu saya dan istri dilepas dari halaman rumah setelah melaksanakan shalat sunah 2 rakaat. Saya diantar naik mobilkijang dengan drivernya Pak Ujang, sedangkan istri dengan Aris ipar saya menggunakan mobil T-100nya. Semua 3mobil dengan yang satu lagi mobil adik saya sendiri Yono.Di halaman rumah bersama tetangga dan kerabat yang hadir saya awali sendiri langsung dengan doa,kemudian kendaraan berangkat menuju ke Gelanggang Olahraga Satria tempat dikumpulkanya jemaah haji dariBanyumas untuk diadakan upacara pelepasan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, sampai disana sekitarpk 08.00. Kami masih termasuk yang datang awal sehingga tidak mengalami hambatan yang biasanya terjadiakibat kemacetan lalu lintas. Pada saat-saat seperti itu kerabat dan handai taulan biasanya berebut ingin mengantar,sehingga jumlah pengantar bisa puluhan kali lipat jumlah calon haji. Belum lagi jumlah kendaraannya. Itulah yangbiasanya menjadikan sebab kemacetan lalu lintas. Ketika mobil calon haji dan pengantar yang lain berdatanganhalaman GOR-pun mulai padat, untunglah petugas telah mengatur dengan sigapnya, mereka memisahkan jaluruntuk bus calon haji dengan kendaraan para pengantar.Kami berpelukan dengan saudara-saudara yang mengantar pemberangkatan, barulah kemudian naik bus.Banyak diantara mereka belum puas, ada yang dengan isak tangis. Itulah pertama kali saya berpeluk dengan anak-anak setelah mereka menginjak remaja. Suasana haru benar-benar kami rasakan.tidak berbeda dengan yang lain.Sementara itu kemudian hujanpun turun rintik-rintik, yang semakin lama semakin besar. Banyak diantara mereka

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->