Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
25Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perhitungan-Normalitas

Perhitungan-Normalitas

Ratings: (0)|Views: 5,861|Likes:
Published by Nas Edsa's

More info:

Published by: Nas Edsa's on Apr 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/11/2014

pdf

text

original

 
Sonny Widiarto, 2009 Kimia Analitik 1
Perhitungan Volumetri Menggunakan
 
Normalitas
Normalitas suatu larutan menggambarkan banyaknya ekuivalen zat terlarut (
solute
) dalam 1 Llarutan.Ekuivalen dan miliekuivalen adalah satuan yang menggambarkan banyaknya suatu spesi kimiasebagaimana mol dan milimol. Konsep mol mungkin lebih dikenal dalam perhitungan -perhitungan stoikiometri, sedangkan konsep ekuivalen lebih banyak digunakan dalammenyelesaikan perhitungan dalam titrasi. Berikut ini adalah gambaran perbedaan kedua konseptersebut.Jadi banyaknya zat yang terkandung dalam satu ekuivalen dapat berbeda untuk reaksi yangberlainan. Konsekuensinya berat satu ekuivalen suatu zat tidak dapat dihitung tanpa diketahuireaksi dari zat tersebut. Demikian pula normalitas larutan tidak dapat ditentukan tanpamengetahui berat ekuivalennya. Adanya ketidakpastian inilah yang menyebabkan saat inipenggunaan satuan konsentrasi normalitas sudah jarang dipergunakan.
Berat Ekuivalen untuk Reaksi Asam Basa
Berat ekuivalen dalam reaksi asam basa adalah banyaknya zat (molekul atau ion) yang bereaksidengan atau menghasilkan 1 mol hidrogen dalam reaksinya. Untuk asam atau basa yangmengandung satu ion hidrogen (H
+
) atau hidroksida (OH
-
), berat ekuivalen (BE) nya samadengan berat molekul (Mr) nya.Contohnya: BE HCl = Mr HClUntuk basa sejenis Ba(OH)
2
yang mengandung 2 ion (OH
-
), maka BE nya setengah dari Mr nya.
 
Sonny Widiarto, 2009 Kimia Analitik 2
Untuk asam triprotik seperti H
3
PO
4
yang memiliki proton dengan kemampuan terionisasi yangberbeda, penentuan berat ekuivalennya menjadi agak rumit. Untuk indikator tertentu, hanyaproton pertama dari tiga proton yang dititrasi:H
3
PO
4
+ OH
-
H
2
PO
4-
+ H
2
OSedangkan untuk indikator lainnya, warnanya berubah setelah dua proton terionisasi:H
3
PO
4
+ 2 OH
-
HPO
42-
+ 2 H
2
OPada reaksi pertama, BE asam fosfat = Mr nya, sedangkan pada reaksi kedua BE asam fosfat =setengah Mr nya. Sedangkan untuk keseluruhan ketiga proton dari asam fosfat terionisasi tidakpernah dijumpai.
Berat Ekuivalen untuk Reaksi Redoks
Berat ekuivalen pada reaksi redoks adalah sejumlah reduktor atau oksidator yang melepaskanatau menangkap 1 mol elektron. Contoh pada reaksi redoks berikut ini:C
2
O
42-
+ MnO
4-
 
CO
2
+ Mn
2+
(dalam suasana asam)Pada reaksi ini,½ reaksi oksidasi: C
2
O
42-
CO
2
 C
2
O
42-
2 CO
2
 C
2
O
42-
2 CO
2
+
2e
-
 
X5
BE C
2
O
42-
= ½ (Mr C
2
O
42-
)
½ reaksi reduksi: MnO
4-
 
Mn
2+
 8H
+
+ MnO
4-
 
Mn
2+
+ 4H
2
O
5e
-
 
+ 8H
+
+ MnO
4-
 
Mn
2+
+ 4H
2
O X2
BE MnO
4-
= 1/5 (Mr MnO
4-
)
Reaksi keseluruhan 5 C
2
O
42-
+ 2 MnO
4-
+ 16 H
+
 
10 CO
2
+ 2 Mn
2+
+ 8 H
2
OSoal : Dalam suasana basa, MnO
4-
berubah menjadi MnO
2
, hitunglah BE MnO
4-
.Jawab: selesaikan dahulu ½ reaksi reduksi MnO
4-
:MnO
4-
 
MnO
2
 4H
+
+ MnO
4-
 
MnO
2
+ 2 H
2
O Hingga tahap ini penyelesaiansama seperti pada suasana asam4 OH
-
+ 4H
+
+ MnO
4-
 
MnO
2
+ 2 H
2
O + 4 OH
-
Tambahkan pada kedua ruasdengan OH
-
sebanyak mol H
+
4 H
2
O + MnO
4-
 
MnO
2
+ 2 H
2
O + 4 OH
-
 2 H
2
O + MnO
4-
 
MnO
2
+ 4 OH
-
 
3e
-
+ 2 H
2
O + MnO
4-
 
MnO
2
+ 4 OH
-
 
BE MnO
4-
= 1/3 (Mr MnO
4-
)
Dari contoh di atas, terlihat bahwa BE MnO
4-
berbeda pada dua keadaan reaksi.
 
Sonny Widiarto, 2009 Kimia Analitik 3
Berat ekuivalen dalam reaksi pengendapan dan pembentukan kompleks
Berat ekuivalen dalam reaksi pengendapan dan pembentukan kompleks adalah sama denganMr nya untuk kation bermuatan satu, setengah dari Mr nya untuk kation bermuatan dua, dansepertiga dari Mr untuk kation bermuatan tiga.Contoh: berapakah BE untuk AlCl
3
dan BiOCl, jika keduanya bereaksi dengan AgNO
3
 menghasilkan endapan AgCl.Jawab: dalam hal ini BE didasarkan pada banyaknya mol ion Ag
+
yang terlibat pada reaksi.Karena 1 mol Ag
+
bereaksi dengan 1 mol Cl
-
yang dihasilkan dari 1/3 mol AlCl
3
, maka BE AlCl
3
=1/3 Mr nya.Untuk BiOCl, 1 mol Cl dihasilkan dari 1 mol BiOCl, maka BE BiOCl = Mr nya.
Normalitas
Suatu larutan 0,2 N HCl berarti di dalam 1 L larutan tersebut terkandung 0,2 ekuivalen HClSoal: berapakah normalitas 0,1 M H
2
SO
4
?Jawab : di dalam 1 L larutan tersebut terkandung 0,1 mol H
2
SO
4
.BE H
2
SO
4
= ½ Mr H
2
SO
4
= 98/2 = 49 gram / ekuivalen0,1 mol H
2
SO
4
= 9,8 gram? ekuivalen H
2
SO
4
= 0,1 mol H
2
SO
4
x98 g H
2
SO
4
 x1 ekuivalen H
2
SO
4
 mol H
2
SO
4
49 g H
2
SO
4
 = 0,2 ekuivalen H
2
SO
4
 Jadi normalitas 0,1 M H
2
SO
4
=
0,2 N
Dapat juga dihitung dari 1 mol H
2
SO
4
= 2 ekuivalen H
2
SO
4
 0,1 M H
2
SO
4
= 0,1 mol H
2
SO
4
/ L larutan? N H
2
SO
4
=0,1 mol H
2
SO
4
 x2 ekuivalen H
2
SO
4
 L larutan
 
1 mol H
2
SO
4
 ? N H
2
SO
4
= 0,2 ek H
2
SO
4
/ L larutan =
0,2 N
 
Persamaan aljabar penting
ekuivalen zat A =gram zat ABE zat Aekuivalen zat A = Volume larutan x NormalitasDalam suatu reaksi titrasi, berlaku persamaan:Untuk sebarang reaksi: A + B
produkekuivalen zat A = ekuivalen zat B
N
A
V
A
= N
B
V
B
 
Perhitungan Normalitas Larutan Standar
Soal: Terangkan cara pembuatan larutan 0,1 N Na
2
CO
3
sebanyak 5 L dari padatannya,diasumsikan larutan tadi digunakan untuk titrasi dengan reaksi: CO
32-
+ 2H
+
 
2 H
2
O + CO
2
 

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
Muchammad Fazar liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Lulu Nurdini liked this
karewashi liked this
TukangSantet liked this
Retno Wulandhari liked this
Faranitach Aini liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->