Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kearifan lokal

Kearifan lokal

Ratings: (0)|Views: 703|Likes:
Published by Dafid Arga

More info:

Published by: Dafid Arga on Apr 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/08/2011

pdf

text

original

 
111
MENGGALI KEARIFAN LOKAL NUSANTARASEBUAH KAJIAN FILSAFATI
Sartini 
 
Abstract:
Local genius is local ideas that is characterized such as:wise, full of wisdom, good values, that planted and followed bysociety. Local genius is also a local wisdom. It stands from the outer culture, that accommodate and integrate the outer culture into inside,and give them the right way. Local genius emerge into: value, norm,faith, custom, ect. They have special meaning and function. It must bechanged because of cross culture and globalization. It gives achallenge to explore and criticize it in scientific ways.
Kata Kunci:
Kearifan Lokal, budaya nusantara, pengembangan
 
Eksplorasi terhadap kekayaan luhur budaya bangsa tersebut sangat perluuntuk dilakukan, sekaligus juga berupaya untuk mengkritisi eksistensinya terkaitdengan keniscayaan adanya perubahan budaya. Ruang eksplorasi dan pengkajiankearifan lokal menjadi tuntutan tersendiri bagi pengembangan institusionalfilsafat dan bagi eksplorasi khasanah budaya bangsa pada umumnya.
PENGERTIAN KEARIFAN LOKAL (
LOCAL WISDOM 
)
Dalam pengertian kamus, kearifan lokal (
local wisdom
) terdiri dari duakata: kearifan (
wisdom
) dan lokal (
local 
). Dalam Kamus Inggris Indonesia JohnM. Echols dan Hassan Syadily,
local 
berarti setempat, sedangkan
wisdom
(kearifan) sama dengan kebijaksanaan. Secara umum maka
local wisdom
 (kearifan setempat) dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat (
local 
)yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikutioleh anggota masyarakatnya.
Local Genius
sebagai
Local Wisdom
 
Dalam disiplin antropologi dikenal istilah
local genius. Local genius
inimerupakan istilah yang mula pertama dikenalkan oleh Quaritch Wales. Paraantropolog membahas secara panjang lebar pengertian
local genius
ini (lihatAyatrohaedi, 1986). Antara lain Haryati Soebadio mengatakan bahwa
local genius
adalah juga
cultural identity
, identitas/kepribadian budaya bangsa yangmenyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asingsesuai watak dan kemampuan sendiri (Ayatrohaedi, 1986:18-19). SementaraMoendardjito (dalam Ayatrohaedi, 1986:40-41) mengatakan bahwa unsur budayadaerah potensial sebagai
local genius
karena telah teruji kemampuannya untuk bertahan sampai sekarang. Ciri-cirinya adalah:1.
 
mampu bertahan terhadap budaya luar 2.
 
memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar 
Sartini adalah Dosen Filsafat Kebudayaan Fakultas Filsafat UGM 
 
Sartini, Menggali Kearifan Lokal 
 1123.
 
mempunyai kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalambudaya asli4.
 
mempunyai kemampuan mengendalikan5.
 
mampu memberi arah pada perkembangan budaya.I Ketut Gobyah dalam “Berpijak pada Kearifan Lokal” dalam http://www.balipos.co.id, didownload 17/9/2003, mengatakan bahwa kearifan lokal (localgenius) adalah kebenaran yang telah mentradisi atau
ajeg 
dalam suatu daerah.Kearifan lokal merupakan perpaduan antara nilai-nilai suci firman Tuhan danberbagai nilai yang ada. Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budayamasyarakat setempat maupun kondisi geografis dalam arti luas. Kearifan lokalmerupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus dijadikanpegangan hidup. Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung didalamnya dianggap sangat universal.S. Swarsi Geriya dalam “Menggali Kearifan Lokal untuk Ajeg Bali” dalamIun, http://www.balipos.co.id mengatakan bahwa secara konseptual, kearifanlokal dan keunggulan lokal merupakan kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara dan perilaku yang melembaga secaratradisional. Kearifan lokal adalah nilai yang dianggap baik dan benar sehinggadapat bertahan dalam waktu yang lama dan bahkan melembaga.Dalam penjelasan tentang
‘urf 
, Pikiran Rakyat terbitan 6 Maret 2003menjelaskan bahwa tentang kearifan berarti ada yang memiliki kearifan (al-‘addah al-ma’rifah), yang dilawankan dengan al-‘addah al-jahiliyyah. Kearifanadat dipahami sebagai segala sesuatu yang didasari pengetahuan dan diakui akalserta dianggap baik oleh ketentuan agama.Adat kebiasaan pada dasarnya teruji secara alamiah dan niscaya bernilaibaik, karena kebiasaan tersebut merupakan tindakan sosial yang berulang-ulangdan mengalami penguatan (
reinforcement 
). Apabila suatu tindakan tidak dianggap baik oleh masyarakat maka ia tidak akan mengalami penguatan secaraterus-menerus. Pergerakan secara alamiah terjadi secara sukarela karena dianggapbaik atau mengandung kebaikan. Adat yang tidak baik akan hanya terjadi apabilaterjadi pemaksaan oleh penguasa. Bila demikian maka ia tidak tumbuh secaraalamiah tetapi dipaksakan.
Contoh dan Fungsi Kearifan Lokal
Menurut Prof. Nyoman Sirtha dalam “Menggali Kearifan Lokal untuk AjegBali” dalam http://www.balipos.co.id, bentuk-bentuk kearifan lokal dalammasyarakat dapat berupa: nilai, norma, etika, kepercayaan, adat-istiadat, hukumadat, dan aturan-aturan khusus. Oleh karena bentuknya yang bermacam-macamdan ia hidup dalam aneka budaya masyarakat maka fungsinya menjadibermacam-macam.Balipos terbitan 4 September 2003 memuat tulisan “Pola Perilaku OrangBali Merujuk Unsur Tradisi”, antara lain memberikan informasi tentangbeberapa fungsi dan makna kearifan lokal, yaitu:1.
 
Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam.
 
Jurnal Filsafat, Agustus 2004, Jilid 37, Nomor 2
1132.
 
Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia, misalnya berkaitandengan upacara daur hidup, konsep
kanda pat rate
.3.
 
Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, misalnyapada upacara saraswati, kepercayaan dan pemujaan pada pura Panji.4.
 
Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan.5.
 
Bermakna sosial misalnya upacara integrasi komunal/kerabat.6.
 
Bermakna sosial, misalnya pada upacara daur pertanian.7.
 
Bermakna etika dan moral, yang terwujud dalam upacara Ngaben danpenyucian roh leluhur.8.
 
Bermakna politik, misalnya upacara
ngangkuk merana
dan kekuasaan
patronclient 
Dari penjelasan fungsi-fungsi tersebut tampak betapa luas ranah keraifanlokal, mulai dari yang sifatnya sangat teologis sampai yang sangat pragmatis danteknis.Elly Burhainy Faizal dalam SP Daily tanggal 31 Oktober 2003 dalamhttp://www.papuaindependent.com mencontohkan beberapa kekayaan budaya,kearifan lokal di Nusantara yang terkait dengan pemanfaatan alam yang pantasdigali lebih lanjut makna dan fungsinya serta kondisinya sekarang dan yang akandatang. Kearifan lokal terdapat di beberapa daerah:1.
 
Papua, terdapat kepercayaan
te aro neweak lako
(alam adalah aku). GunungErstberg dan Grasberg dipercaya sebagai kepala mama, tanah dianggapsebagai bagian dari hidup manusia. Dengan demikian maka pemanfaatansumber daya alam secara hati-hati.2.
 
Serawai, Bengkulu, terdapat keyakinan
celako kumali.
Kelestarianlingkungan terwujud dari kuatnya keyakinan ini yaitu tata nilai tabu dalamberladang dan tradisi tanam tanjak.3.
 
Dayak Kenyah, Kalimantan Timur, terdapat tradisi
tana‘ ulen
. Kawasanhutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat adat. Pengelolaan tanah diatur dan dilindungi oleh aturan adat.4.
 
Masyarakat Undau Mau, Kalimantan Barat. Masyarakat ini mengembangkankearifan lingkungan dalam pola penataan ruang pemukiman, denganmengklasifikasi hutan dan memanfaatkannya. Perladangan dilakukan denganrotasi dengan menetapkan masa
bera,
dan mereka mengenal tabu sehinggapenggunaan teknologi dibatasi pada teknologi pertanian sederhana dan ramahlingkungan.5.
 
Masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh Jawa Barat.Mereka mengenal upacara tradisional, mitos, tabu, sehingga pemanfaatanhutan hati-hati. Tidak diperbolehkan eksploitasi kecuali atas ijin sesepuh adat.6.
 
Bali dan Lombok, masyarakat mempunyai
awig-awig 
.Kerifan lokal merupakan suatu gagasan konseptual yang hidup dalammasyarakat, tumbuh dan berkembang secara terus-menerus dalam kesadaranmasyarakat, berfungsi dalam mengatur kehidupan masyarakat dari yang sifatnyaberkaitan dengan kehidupan yang sakral sampai yang profan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->