UNIVERSITAS MATARAM2010
BAB I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
kita mengetahui bahwa Sebuah magnet akan dapat menarik benda-benda yang terbuatdari besi. Semua magnet, bentuk batang atau tapal kuda memiliki dua ujung atau mata,yangdisebut kutub, dimana efek magnet paling kuat. Jika dua magnet didekatkan, masing-masingakan memberikan gaya pada yang lainnya. Gaya tersebut bisa tarik-menarik atau tolak-menolak dan dapat dirasakan bahkan saat magnet-magnet tersebut tidak bersentuhan.
Kemagnetan mempunyai sifat yaitu mampu menarik besi. Daerah pada magnet yangmempunyai kekuatan menarik besi terbesar yaitu pada daerah yang terletak diujung-ujungmagnet dan disebut kutub magnet. Pada setiap magnet selalu ada dua kutub yaitu kutub utaradan kutub selatan.Bila sebuah magnet batang dipotong ditengah menjadi dua bagian, maka akan terjadi kutub-kutub baru dengan polaritas yang berlawanan pada kedua ujung potongan. Setiap seperduamagnet batang itu memiliki sebuah kutub utara dan sebuah kutub selatan. Jadi setiap magnetyang dipotong dua akan menghasilkan dua magnet baru yang lebih kecil. Bagian terkecilsekalipun yang telah dipotong akan bersifat magnet. Bagian-bagian magnet kecil yangmenyusun sebuah magnet disebut magnet elementer. Semua bahan magnetik seperti besi ataubaja tersusun dari magnet-magnet elementer juga. Dalam besi atau baja yang bersifat magnetterletak magnet-magnet elementer yang tidak teratur (berarah secara acak) dan arahnyamembentuk hubungan tertutup. Sehingga tidak memberikan pengaruh magnetik keluar. Arah-arah magnet elementer dapat diubah menjadi teratur dengan jalan mendekatkan magnet tetappada bahan magnetik atau dengan jalan menggosokkan kutub magnet tetap pada bahan feromagnetik dalam satu arah secara terus menerus. Tetapi yang lazim digunakan adalah dengancara melilitkan kumparan berarus bahan magnetik sehingga bahan tersebut menjadi magnet.Bila pada besi atau baja itu didekatkan dengan sebuah magnet atau lilitan kumparan berarus,maka sebagian atau seluruh magnet-magnet elementer arahnya menjadi teratur. Magnet-magnet elementer mengarahkan diri sedemikian rupa, sehingga kutub utara dan kutub selatanmasing-masing magnet elementer menghadap kearah yang sama dan akhirnya besi atau bajaitu akan menjadi magnet. Kemagnetan menyebabkan semua magnet elementer mengarahkandiri sehingga membentuk kutub utara dan kutub selatan pada satu arah yang sama. Semakinbanyak magnet-magnet elementer yang mengarahkan diri didalam bahan magnetik, makasemakin kuat pengaruh magnetiknya.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh jarak pada sebuah batang magnet terhadap kuat medannya?2. Berapa besar kuat medan magnet pada sebuah atau 2 buah batang magnet pada jaraktertentu?3. Bagaimana pengaruh perbedaan atau kesamaan kutub-kutub magnet terhadap besar kuatmedannya pada jarak tertentu?
2