Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BENTUK

BENTUK

Ratings: (0)|Views: 866|Likes:

More info:

Published by: Sayed Robby Almahdali on Apr 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/09/2011

pdf

text

original

 
1
BENTUK- BENTUK KONSTITUSI SUATU NEGARA
Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu bahwa hampir semua negara memiliki konstitusi.Apabila dibandingkan anata satunegara dengan negara lain akan nampak perbedaan danpersamaannya. Dengan demikian akan sampai pada klasifikasi dari konstitusi yang berlaku disemua negara. Para ahli hukum tata negara atau hukum konstitusi kemudian mengadakanklasifikasi berdasarkan cara pandang mereka sendiri, antara lain K.C. Wheare, C.F. Strong,James Bryce dan lain-lainnya.Dalam buku K.C. Wheare ³Modern Constitution´ (1975) mengklasifikasi konstitusi sebagaiberikut:a. Konstitusi tertulis dan konstitusi tidak dalam bentuk tertulisb. Konstitusi fleksibel dan konstitusi rigidc. Konstitusi derajat tinggi dan konstitusi derajat tidak derajat tinggid. Konstitusi Negara Serikat dan Negara Kesatuane. Konstitusi Pemerintahan Presidensial dan pemerintahan Parlementer 1) Konstitusi fleksibel yaitu konstitusi yang mempunyai ciri-ciri pokok, antara lain:a. Sifat elastis, artinya dapat disesuaikan dengan mudahb. Dinyatakan dan dilakukan perubahan adalah mudah seperti mengubah undang-undang2) Konstitusi rigid mempunyai ciri-ciri pokok, antara lain:a. Memiliki tingkat dan derajat yang lebih tinggi dari undang-undang;b. Hanya dapat diubah dengan tata cara khusus/istimewac. Konstitusi derajat tinggi, konstitusi yang mempunyai kedudukan tertinggi dalam negara(tingkatan peraturan perundang-undangan). Konstitusi tidak derajat tinggi adalah konstitusiyang tidak mempunyai kedudukan seperti yang pertama.d.Konstitusi Serikat dan KesatuanBentuk negara akan sangat menentukan konstitusi negara yang bersangkutan. Dalam suatunegara serikat terdapat pembagian kekuasaan antara pemerintah federal (Pusat) dengannegara-negara bagian. Hal itu diatur di dalam konstitusinya. Pembagian kekuasaan sepertiitu tidak diatur dalam konstitusi negara kesatuan, karena pada dasarnya semua kekuasaanberada di tangan pemerintah pusat.e. Konstitusi pemerintahan presidensial dan parlementer.Dalam sistem pemerintahan presidensial (strong) terdapat ciri-ciri antara lain:- Presiden memiliki kekuasaan nominal sebagai kepala negara, tetapi juga memilikikedudukan sebagai Kepala Pemerintahan- Presiden dipilih langsung oleh rakyat atau dewan pemilih- Presiden tidak termasuk pemegang kekuasaan legislatif dan tidak dapat memerintahkanpemilihan umumKonstitusi dalam sistem pemerintahan parlementer memiliki ciri-ciri (Sri Soemantri) :- Kabinet dipimpin oleh seorang Perdana Menteri yang dibentuk berdasarkan kekuatanyang menguasai parlemen- Anggota kabinet sebagian atau seluruhnya dari anggota parlemen- Presiden dengan saran atau nasihat Perdana menteri dapat membubarkan parlemen danmemerintahkan diadakan pemilihan umum.Konstitusi dengan ciri-ciri seperti itu oleh Wheare disebut ³Konstitusi sistem pemerintahanparlementer´. Menurut Sri Soemantri, UUD 1945 tidak termasuk ke dalam keduakonstitusi di atas. Hal ini karena di dalam UUD 1945 terdapat ciri konstitusi pemerintahanpresidensial, juga terdapat ciri konstitusi pemerintahan parlementer. PemerintahanIndonesia adalah sistem campuran.
 
2
 
KONSTITUSI-KONSTITUSI YANG PERNAH BERLAKU DIINDONESIA
Sebelum membahas tentang konstitusi-konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia, perlu kalianketahui terlebih dahulu pengertian, fungsi, dan kedudukan konstitusi. Pemahaman terhadap hal ini sangatperlu mengingat pentingnya konstitusi dalam mengatur kehidupan bernegara.Apakah konstitusi itu? Cobalah kalian lihat dalam kamus Bahasa Inggris-Indonesia. Konstitusi(constitution) diartikan dengan undang-undang dasar. Benarkah pengertian konstitusi sama dengan Undang-Undang Dasar (UUD)? Memang, tidak sedikit para ahli yang mengidentikkan konstitusi dengan UUD.Namun beberapa ahli yang lain mengatakan bahwa arti konstitusi yang lebih tepat adalah hukum dasar.Menurut Kusnardi dan Ibrahim (1983), UUD merupakan konstitusi yang tertulis. Selain konstitusiyang tertulis, terdapat pula konstitusi yang tidak tertulis atau disebut konvensi. Konvensi adalah kebiasaan-kebiasaan yang timbul dan terpelihara dalam praktik ketatanegaraan. Meskipun tidak tertulis, konvensimempunyai kekuatan hukum yang kuat dalam ketatanegaraan. Dalam uraian bab ini, konstitusi yangdimaksudkan adalah konstitusi yang tertulis atau Undang-Undang Dasar. Suasana Sidang MPR yang berwenang mengubah dan menetapkan UUD.Konstitusi atau Undang-Undang Dasar berisi ketentuan yang mengatur hal-hal yang mendasar dalam bernegara. Hal-hal yang mendasar itu misalnya tentang batas-batas kekuasaan penyelenggarapemerintahan negara, hak-hak dan kewajiban warga negara dan lain-lain. Menurut Sri Soemantri (1987),suatu konstitusi biasanya memuat atau mengatur hal-hal pokok sebagai berikut.1. jaminan terhadap hak-hak asasi manusia dan warga Negara2. susunan ketatanegaraan suatu Negara3. pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraanKonstitusi yang memuat seperangkat ketentuan atau aturan dasar suatunegara tersebut mempunyai fungsi yang sangat penting dalam suatu Negara.Mengapa? Sebab, konstitusi menjadi pegangan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Dengan katalain, penyelenggaraan negara harus didasarkan pada konstitusi dan tidak bertentangan dengan konstitusinegara itu. Dengan adanya pembatasan kekuasaan yang diatur dalam konstitusi, maka pemerintah tidak boleh menggunakan kekuasaannya secara sewenang- wenang. Sebagai aturan dasar dalam negara, makaUndang - Undang Dasar mempunyai kedudukan tertinggi dalam peraturan perundang-undangan diIndonesia. Artinya semua jenis peraturan perundang-undangan di Indonesia kedudukannyadi bawahUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yakni UUD 1945. Peraturan perundang-undangantersebut adalah Undang- Undang/Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang, Peraturan Pemerintah,Peraturan Presiden, dan Peraturan Daerah. Hal ini dapat lebih kalian dalami dalam pembahasan babberikutnya.Sudahkah kalian merumuskan pengertian konstitusi? Jika sudah, coba bandingkan pendapat kaliandengan pendapat beberapa ahli di bawah ini. Sekarang, marilah kita kaji konstitusi atau UUD yang pernahberlaku dan masih berlaku di Indonesia! Materi ini perlu dipahami agar kalian mampu menjelaskanberbagai UUD yang pernah berlaku serta di-namika ketatanegaraan di negara kita.Sejak tanggal 18 Agustus 1945 hingga sekarang (tahun 2008), di negara Indonesia pernahmenggunakan tiga macam UUD yaitu UUD 1945, Konstitusi RIS 1949, dan UUD Sementara 1950. Dilihatdari periodesasi berlakunya ketiga UUD tersebut, dapat diuraikan menjadi lima periode yaitu:
 
3
 
a) 18 Agustus 1945 ± 27 Desember 1949 berlaku UUD 1945,b) 27 Desember 1949 ± 17 Agustus 1950 berlaku Konstitusi RIS 1949,c) 17 Agustus 1950 ± 5 Juli 1959 berlaku UUD Sementara 1950,d) 5 Juli 1959 ± 19 Oktober 1999 berlaku kembali UUD 1945e) 19 Oktober 1999 ± sekarang berlaku UUD 1945 (hasil perubahan).a. Konstitusi adalah naskah yang memaparkan rangka dan tugas- tugas pokok dari badan-badan pemerintahansuatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebut (E.C.S.Wade dan G.Philips,1970).b. Konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraan dari suatu negara, berupa kumpulan peraturan-peraturanyang membentuk dan mengatur atau memerintah dalam pemerintahan suatu negara (K.C.Wheare, 1975).c. Konstitusi adalah sekumpulan asas-asas yang mengatur kekuasaan pemerintahan, hak-hak dari yangdiperintah, dan hubungan antara pemerintah dengan yang diperintah (C.F. Strong, 1960). Untuk memahami pelaksanaan konstitusi atau UUD pada setiap periode tersebut, perhatikan uraian di bawah inidengan seksama!
1.UUD 1945 periode 18 Agustus 1945 ± 27 Desember 1949
Pada saat Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, negara Republik Indonesia belummemiliki konstitusi atau UUD. Namun sehari kemudian, tepatnya tanggal 18 Agustus 1945,PanitiaPersiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan sidang pertama yang salah satukeputusannya adalah mengesahkan UUD yang kemudian disebut UUD 1945. Mengapa UUD 1945 tidak ditetapkan oleh MPR sebagaimana diatur dalam pasal 3 UUD 1945? Sebab, pada saat itu MPR belumterbentuk. Naskah UUD yang disahkan oleh PPKI tersebut disertai penjelasannya dimuat dalam BeritaRepublik Indonesia No. 7 tahun II 1946. UUD 1945 tersebut terdiri atas tiga bagian yaitu Pembukaan,Batang Tubuh, dan Penjelasan.Perlu dikemukakan bahwa Batang Tubuh terdiri atas 16 bab yang terbagi menjadi 37 pasal, serta 4pasal Aturan Peralihan dan 2 ayat Aturan Tambahan. Bagaimana sistem ketatanegaraan menurut UUD1945 saat itu? Ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui, antara lain tentang bentuk negara, kedaulatan,dan system pemerintahan. Mengenai bentuk negara diatur dalam Pasal 1 ayat (1) UUD 1945 yangmenyatakan ³negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik´. Sebagai Negara UUDNegara RI UUD Sementara 1950 UUD 1945Urutan periode pelaksanaan UUD di Indonesiakesatuan, maka di negara Republik Indonesia hanyaada satu kekuasaan pemerintahan negara, yakni di tangan pemerintah pusat. Di sini tidak ada pemerintahnegara bagian sebagaimana yang berlaku di negara yang berbentuk negara serikat (federasi). Sebagainegara yang berbentuk republik, maka kepala negara dijabat oleh Presiden. Presiden diangkat melaluisuatu pemilihan, bukan berdasar keturunan.Mengenai kedaulatan diatur dalam Pasal 1 ayat (2) yang menyatakan ³kedaulatan adalah di tanganrakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusywaratan Rakyat´. Atas dasar itu, maka kedudukanMajelis Permusywaratan Rakyat (MPR) adalah sebagai lembaga tertinggi negara. Kedudukan lembaga-lembaga tinggi Negara yang lain berada di bawah MPR.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->