Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dewan Revolusi Islam

Dewan Revolusi Islam

Ratings: (0)|Views: 516 |Likes:
Published by shecutesib9835

More info:

Published by: shecutesib9835 on Apr 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2011

pdf

text

original

 
Dewan Revolusi Islam
Monday, 28 March 2011 11:00 | Written by Shodiq Ramadhan | 
KH. M. Al Khaththath
Sekjen Forum Umat Islam
(
FUI)
Berita “investigasi” yang dilansir Al Jazeeratentang isu kudeta para Jenderal pensiunan yangdikaitkan dengan Dewan Revolusi Islam (DRI)sempat menggegerkan media massa Jakartabeberapa hari pada minggu lalu.Berbagai tanggapan pro kontra tentang DRIdiberikan berbagai pihak. Isu tersebut telahmemetakan siapa dalam posisi apa. Para pejabatyang sudah mapan umumnya menolak DRI, mulaidari yang menganggapnya lucu hingga yangmenilai sebagai makar. Ada juga pihak yangmenuduh bahwa DRI mainan pemerintah untuk menjegal “revolusi” yang akan dilakukan olehpihak lain.Walau sejumlah kelompok anti Islam mendorong agar pemerintah mengambil tindakan kepadakelompok DRI, namun istana merasa tidak terusik dengan isu DRI dan mendapatkan laporanintelijen bahwa DRI tidak eksis. Sehingga wajar kalau ada tuduhan bahwa yang merekayasaDRI adalah pihak istana sendiri untuk memperbaiki image SBY.Isu DRI bermula dari wawancara Al Jazeera di Kantor FUI yang coba merangkai isu kudeta para jenderal dengan aktivitas pembubaran Ahmadiyah yang dipelopori oleh FUI yang sempatmenghasilkan kosakata revolusi menanggapi pernyataan SBY yang hendak bubarkan ormas.Namun Al Jazeera tidak berhasil mengorek-ngorek dari saya siapa jenderal-jenderal yangpernah saya sebut di TV dongkol pada SBY.Akhirnya Stephanie, wartawan Al Jazeera tersebut, mengeluarkan print out daftar KabinetDewan Revolusi Islam (DRI) dari internet yang mencantumkan Jenderal Tyasno Sudartosebagai Menkopolkam. Tentu saja saya senyum-senyum dan mengatakan kepadanya, itudaftar yang saya buat tahun lalu untuk perang sms dengan pihak lain yang juga mengeluarkandaftar kabinet dalam rangka mengantisipasi kevakuman pemerintahan pasca pansusCentury. Tapi Step tampaknya terus berilusi dan Al Jazeera me-launching daftar DRI tersebut. Indonesiapun geger!. Wajarlah kalau banyak nama-nama yang dicantumkan di dalam daftar kabinet DRIterkaget-kaget tidak siap dengan pertanyaan-pertanyaan konfirmasi para wartawan. Meski,daftar tersebut tahun lalu sudah saya kirim kepada nama-nama yang tercantum untukkeperluan internal. Salah seorang yang disebut anggota DRI mengaku kepada media pernahmenerima sms tersebut tahun lalu. Saya sendiri juga sudah lupa akan DRI karena pascaPansus Century waktu itu tidak terjadi kevakuman politik. Jelaslah bahwa DRI tidak ada kaitannya dengan isu kudeta para jenderal. Sebab DRI tidakuntuk kudeta, tapi untuk antisipasi vakum politik. Bahwasanya ada nama Jenderal Tyasnohanya untuk pemantes saja.Saya sempat ditanya seorang aktivis Islam, kenapa Tyasno masuk DRI?. “Bukankah dia sosialisdan anti Islam?.HemmWaktu memasukkan nama Tyasno dalam daftar DRI saya
khusnudzon
saja karena beliau
 
pernah tampil dan diberi topi pet berlambang
Laailahaillallah Muhamadur Rasulullah
diBunderan HI dalam sebuah aksi ormas Islam.Bahwasanya setelah isu DRI yang heboh Tyasno mengelak dan menolak untuk terlibat dalamDRI, ya saya maklum saja. Sebab, perlu pembinaan Islam intensif dan komprehensif buat para Jenderal untuk bisa menerima Islam dalam formalitas negara.Saya punya pengalaman hadir dalam sebuah diskusi di TIM beberapa waktu lalu membahasisu penanganan korupsi oleh rezim SBY dengan pembicara salah seorang jenderal yangdikenal dekat dengan mendiang Gus Dur. Diskusi tersebut mengkritik habis penanganankorupsi oleh rezim SBY dan sempat menyebut-nyebut sudah menyiapkan cabinet untukmelengserkan SBY. Namun setelah saya tawarkan revolusi Islam untuk membereskan korupsidengan cara yang seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, ternyata sang jenderalmengatakan tidak siap revolusi. Jelas jenderal tersebut dan kawan-kawan revolusionernyamenolak revolusi Islam yang saya paparkan. Oleh karena itu, kalau ada yang mengatakan jenderal-jenderal menunggangi FUI untuk mengkudeta SBY, saya tertawa geli aja.Adapun DRI sebenarnya suatu terobosan buat bangsa Indonesia yang mayoritas muslim iniuntuk menembus berbagai kebuntuan atas berbagai kasus korupsi, hukum, dan politik yangada selama ini. Di samping komposisinya yang meliputi seluruh ormas yang terbesar di negeriini, juga ditambah para ahli politik dan hukum serta ekonomi yang terkemuka di negeri iniyang memiliki kredibilitas. Komposisi itulah yang selama ini ditunggu-tunggu rakyat.DRI harus menyusun kebijakan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, danpapan masing-masing individu rakyat dengan membuka kesempatan kerja seluas-luasnya. Juga membuat kebijakan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan kolektif rakyat dalampendidikan, kesehatan, dan keamanan secara gratis berdasarkan Al Quran dan As Sunnahyang diwariskan ilmunya oleh Nabi Muhammad Saw kepada para ulama. Dan implementasi DRI ini akan menjadi persiapan menyambut datangnya
Khilafah A'laMinhajin Nubuwwah
sesuai kabar dari Rasulullah saw. Dengan demikian, jika kita berfikirpositif, maka keberadaan DRI sangat urgen untuk memajukan bangsa ini danmemerdekakannya dari segenap belenggu imperialism modern!.
Wallahua’lam!.
 
RSSComments (4)
|2011-03-29 13:25:53 Anonymousamiin ya allah...
o
0
 
o
|2011-04-02 09:02:44 adi - kembali pada jalan Rasul SAWkalo memang pengin khilafah, tentu harus sesuai dg teladan Rasul SAW....apa bener caradiatas sudah sesuai dg Beliau tuntunkan ???!!!!
o
0
o
|2011-04-05 20:46:42 wahyuIslam adl jalan! tidak yg laen lagi.
o
0
o
|2011-04-05 23:16:31 taqiyuddin al batawy - DRI sesuai sunnah rasulDRI menempatkan para ulama yang wara dalam dewan Fuqoha untuk menuntun pemerintahan Indonesia agar sesuai dengan ilmu syariat Islam dalam bidang pemerintahan sesuai sunnah Rasulullah. Jadi itu sesuai dengan sunnah Rasul. Kenapamasih ada yg mempertanyakan? Apakah meragukanilmu para ulama dalam Dewan

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nasrun Gayo liked this
Nera Il Kobah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->