Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
7Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TARIF PAJAK DAN DASAR PENGENAAN PAJAK

TARIF PAJAK DAN DASAR PENGENAAN PAJAK

Ratings: (0)|Views: 4,333|Likes:
Published by Hyun Jae Fullbuster

More info:

Published by: Hyun Jae Fullbuster on Apr 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/27/2013

pdf

text

original

 
BAB IIITARIF PAJAK DAN DASAR PENGENAAN PAJAKA. Tarif Pajak Pertambahan NilaiMenurut pasal 7 UU No 8 th 1983 sebagaimana diubah terakhir dengan UU No. 42 th2009, tarif pajak adalah :1. Atas penyerahan BKP & JKP dikenakan tarif tunggal sebesar 10%.Berdasarkan pertimbangan perkembangan ekonomi dan/atau peningkatan kebutuhan dana pembangunan, Pemerintah diberi wewenang mengubah tarif Pajak Pertambahan Nilaimenjadi serendah-rendahnya 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 15% (lima belas persen) dengan tetap memakai prinsip tarif tunggal. Perubahan tarif sebagaimana dimaksud pada ayat ini, dikemukakan oleh Pemerintah kepada Dewan PerwakilanRakyat dalam rangka pembahasan dan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan DanBelanja Negara.2. Atas ekspor BKP, ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud; dan/atau ekspor Jasa Kena Pajak dikenakan tarif 0%.Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean. Oleh karena itu, ekspor Barang Kena Pajak Berwujud;ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud; dan/atau ekspor Jasa Kena Pajak, dikenakan Pajak Pertambahan Nilai dengan tarif 0% (nol persen). Penggunaan tarif 0% (nol persen) bukan berarti pembebasan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. Dengan demikian, Pajak Masukan yang telah dibayar dari barang yang diekspor tetap dapat dikreditkan.B. Pengertian dan Jenis Dasar Pengenaan PajakDasar Pengenaan Pajak adalah nilai berupa uang yang dijadikan sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang. Pajak Pertambahan Nilai yang terutang dihitungdengan cara mengalikan tarif pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak. Dasar Pengenaan Pajak tersebut adalah Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor atauNilai Lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan dengan tarif pajak.Dengan demikian rumus penghitungan Pajak yang terutang adalah :PPN terutang = Tarif Pajak x Dasar Pengenaan Pajak1. Jenis-Jenis Dasar Pengenaan Pajaka. Harga JualHarga jual adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual, karena penyerahan Barang Kena Pajak, tidak termasuk PPN yang dipungut menurut UU PPN dan Potongan harga yang dicantumkan dalam faktur pajak.Contoh 1:Pengusaha Kena Pajak "A" menjual Barang Kena Pajak dengan Harga Jual Rp25.000.000,00. ditambah biaya pengiriman Rp. 1.000.000 dan biaya pemasangan Rp. 750.000.Dasar Pengenaan Pajak adalah :Harga jual Rp. 25.000.000Biaya pengiriman Rp. 1.000.000Biaya pemasangan Rp. 750.000Dasar Pengenaan Pajak Rp. 26.750.000PPN terutang = DPP x 10% Rp. 2.675.000Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp2.675.000,00 tersebut merupakan Pajak Keluaran, yang dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak "A".b. PenggantianPenggantian adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan Jasa Kena Pajak, tidak termasuk PPN yang dipungut menurut UU PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam faktur pajak.Faktor yang menjadi dipertimbangkan terhadap biaya yang merupakan unsur harga jual atau penggantian sehubungan dengan penyerahan BKP atau JKP antara lain, menurut Sukardji (2003:256) adalah adanya kaitan antara biaya tersebut dengan penyerahan BKP atau JKP, apabila biaya tersebut tidak dibayar sebagaimana telah disepa
 
kati dalam perjanjian, akan menghambat kelancaran penyerahan BKP atau JKP tersebut. Biaya tersebut antara lain biaya pengangkutan, biaya asuransi, biaya bantuanteknik, biaya pemeliharaan, biaya pengiriman, dan biaya garansi.Contoh 2:PKP B melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak dengan memperoleh Penggantian Rp 20.000.000,00. Maka DPP = Rp. 20.000.000 dan Pajak Pertambahan Nilai yang terutang =10% x Rp20.000.000,00 = Rp2.000.000,00.Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp2.000.000,00 tersebut merupakan Pajak Keluaran, yang dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak "B".c. Nilai ImporNilai impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan ketentuan perundang-undangan Pabean untuk impor Barang Kena Pajak, tidak termasuk PPN yang dipungut menurut UU PPN.Contoh 3:PT. Hamida mengimpor bahan baku pada harga CIF Usd. 100.000. Bea masuk 5 %, danbea masuk tambahan 2,5%, kurs KMK pada saat itu Rp. 9.000.Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak adalah :Harga CIF $ 100.000 x Rp. 9.000 = Rp. 900.000.000Bea masuk 5 % x Rp. 900.000.000 = Rp. 45.000.000BM Tambahan 2,5 % x Rp.900.000.000 = Rp. 22.500.000DPP = Nilai Impor Rp. 967.500.000PPN terutang = DPP x 10% Rp. 96.750.000d. Nilai EksporNilai ekspor adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.Contoh 4:PT. Zaki Putra Perkasa mengekspor BKP seharga $ 50.000 kurs KMK 9.000.Dasar Pengenaan Pajak = $50.000 x Rp. 9.000 = Rp. 45.000.000PPN terutang = DPP x 0% = Rp. 45.000.000 x 0% = Rp. 0.e. Nilai LainNilai Lain adalah suatu nilai berupa uang yang digunakan sebagai Dasar PengenaanPajak untuk penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena pajak yang memenuhi Kriteria tertentu. Pengenaan dengan menggunakan nilai lain diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 567/KMK.04/2000 jo. KMK No. 251/KMK.03/2002. Nilai Lain yang ditetapkan tersebut adalah :o Pemakaian sendiriDPP untuk pemakaian sendiri BKP dan atau JKP adalah harga jual atau harga penggantian tidak termasuk laba kotor.Contoh 5:PT. Riau Shoes, PKP, perusahaan industri sepatu pada Tgl. 28 Januari, menyerahkan kepada karyawan, sejumlah sepatu dengan harga jual Rp. 6.000.000, termasuk laba kotor 20 %.DPP atas pemakaian sendiri tersebut adalah :Harga jual Rp. 6.000.000Laba kotor 20/120 x 6.000.000 = Rp. 1.000.000Dasar Pengenaan Pajak = Rp. 5.000.000PPN terutang = DPP X 10% = Rp. 500.000o Pemberian Cuma-CumaDPP adalah harga jual atau harga penggantian setelah dikurangi laba kotor.Contoh sama seperti pemakaian sendirio Penyerahan BKP kepada Pedagang Perantara atau Melalui Juru LelangDasar Pengenaan Pajak adalah harga lelang.Contoh 6:Harga lelang atas BKP X sebesar Rp. 50.000.000Maka :Dasar Pengenaan Pajak = Rp. 50.000.000PPN terutang = 10% x DPP = Rp. 5.000.000
 
o Penyerahan Rekaman Suara/GambarDPPnya adalah perkiraan harga jual rata-rata.o Penyerahan Film CeritaDPPnya adalah perkiraan hasil rata-rata per judul film.o Persediaan BKP yang tersisa Saat Pembubaran PerusahaanDasar Pengenaan Pajaknya adalah Harga Pasar yang wajar.o Penyerahan BKP dan atau JKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan Penyerahan BKP dan atau JKP antar CabangDasar Pengenaan Pajak adalah harga jual atau harga penggantian setelah dikurangilaba kotor.o Aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan sepanjang PPN atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan.Dasar Pengenaan Pajaknya adalah Harga Pasar yang wajar.Pajak masukan yang dibayar oleh PKP yang menggunakan DPP nilai lain di atas tetap dapat dikreditkan, sepanjang berhubungan langsung dengan kegiatan usahanya danmenggunakan faktur pajak Standar.o Penyerahan Jasa Biro Perjalanan atau PariwisataDasar Pengenaan Pajak = 10 % x jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih.o Penyerahan Jasa Pengiriman PaketDasar Pengenaan Pajak = 10 % dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih.o Penyerahan Kendaraan Bermotor BekasDasar Pengenaan Pajak = 10 % dari harga jual.o Penyerahan Jasa Anjak PiutangDasar Pengenaan Pajak = 5 % x jumlah seluruh imbalan yang diterima berupa service charge, provisi, dan diskon.Pajak masukan yang dibayar oleh PKP Biro Perjalanan/pariwisata, jasa pengirimanpaket, Kendaraan bermotor bekas, jasa anjak piutang yang menggunakan DPP nilai lain di atas tidak dapat dikreditkan, karena pajak masukan atas perolehan BKP danatau JKP dalam rangka usaha telah diperhitungkan dalam nilai lain.o Ketentuan Nilai Lain Bagi Pedagang EceranKMK 567/KMK.04/2000 menentukan Dasar Pengenaan Pajak dengan nilai lain yang dapat digunakan Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran dengan cara sebagai berikut :PPN terutang = 10% X Harga Jual Barang Kena Pajak.Jumlah PPN yang harus dibayar oleh PKP Pedagang Eceran = 10% X 20% X jumlah seluruh penyerahan barang dagangan.Sejak berlakunya KMK 251/KMK.03/2002, Ketentuan KMK 567/KMK.04/2000 tentang nilai lain bagi PKP Pedagang Eceran yang membayar PPN sebesar 2 % dihapus.o Penyerahan Rumah / Tanah Siap Bangun oleh Real / Industrial Estat.Dasar Pengenaan Pajaknya diatur dalam Surat Edaran No. 55/PJ.3/1985 jo. S.1376/PJ.3/1986.
Apabila PKPnya melakukan penyerahan Tanah MatangDPP = 80 % x harga jual.
Apabila PKPnya melakukan penyerahan Bangunan beserta Tanah MatangDPP = 100% Harga Jual bangunan + 80% (harga jual tanah)Pajak masukan atas transaksi penjualan bangunan dan tanah matang dapat dikreditkan.Tetapi sejak 1 Juni 2002 berdasarkan SE-22/PJ.51/2002 DPP tanah matang adalah 100 % x harga jualnya. Dan Faktor pengurang sebesar 20 % dinyatakan tidak berlaku.Dengan DPPnya menjadi :DPP = 100% (Harga Jual bangunan + harga jual tanah)o Dasar Pengenaan Pajak Apabila Terdapat PPnBM (PP 143 tahun 2000 jo PP 24tahun 2002)
Atas penyerahan BKP yang tergolong mewah yang dilakukan oleh PKP yang menghasilkan BKP yang tergolong mewah, Dasar Pengenaan Pajak PPN tidak termasuk PPN & PPnBM yang dikenakan atas penyerahan BKP tersebut.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mas Andika liked this
gidut liked this
Ry Nha Part II liked this
Asrina Eka Putri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->