Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
contoh-jurnal-pendidikan-jasmani

contoh-jurnal-pendidikan-jasmani

Ratings: (0)|Views: 1,684 |Likes:
Published by Hendra Harianto

More info:

Published by: Hendra Harianto on Apr 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2013

pdf

text

original

 
KrisisldentitasdanLegitimasidalamPendidikanJasmani
OlehCalySetiawanUniversitasNegeri Yogyakarta
Abstrak. Apayangdisebutsebagaikebangkrutanidentitasdalam pendidikanjasmanibaikdisadari maupun tidak telah terjadi selama ini. Sebagaimatapelajaran,sebagaiprofesi,sebagainilai,dan sebagai bidang studi,pendidikanjasmanitidak munculsebagaientitasyangdiperhitungkan.Justru dalam situasi-situasi tertentu seringkalidianggapremeh temeh.Padahalpendidikanjasmanimemilikipotensiuntuk menjadiurgen dalam usahapendidikannasional.Oleh sebab itu, tulisaniniberusahauntuk memetakanstatuspendidikanjasmanisaatinidalamlevelyanglebihbasis.Tulisanini diawali oleh introduksi mengapapemikiranini harusdimunculkan sebagaiwacanabaru di Indonesia. Memasukiwilayah inti,tulisaninidibagimenjadidua bagian. Bagianpertamamengupastentang krisisyangdihadapi, terutama krisis identitas. Perbincangannyalebih kearahkonteks di mana Indonesia menjadi latarnya. Meskipunbeberapa bandingandan sumber berasaldari konteksdiluar masyarakat Indonesia.Bagian kedua merupakan upayapencarianlegitimasibaru bagipendidikanjasmaniuntuk menjadi sesuatuyangharus dipertimbangkanpenting.Konsekuensinya,usaha ini membutuhkanpetakonseppendidikanjasmaniyangmempengaruhicara berpikir terhadappendidikanjasmanibaik bagi komunitasnya langsung maupunmerekayangberada di luarnya. Dengan kata lain,bagiankeduaakan menawarkanjalanalternatif bagipemikirankonseptualpendidikanjasmani.Setelah bagiankeduapokoktulisanini,maka akan diakhiri dengan konklusidimana intinyaperbincanganiniadalah bahwa apar/angdipersoalkan dan digagassepanjang tulisanini merupakanpemicuawal. Sehingga masih banyak dibutuhkanperbincanganlanjutan untuk mencapai kesempurnaan.Kata kunci: Krisisldentitas,Legitimasi,Pendidikan Jasmani
Pendahuluan
Kerinduanuntukmemikirkanpendidikanjasmanisecara lebih mendalamadalah semangatpemacutulisan ini. DominasipenulisanartikelmaupunhasilVolunrc1.No.1.2004 /
 
C.alqSetiatoartpenelitiandijurnal-jurnalpendidikanjasmanimasihdan selaluberkutatpadaaspek teknispendidikanjasmani.Padahalpendidikanjasmanibukan sajasemata-mataperistiwapengajarandi sekolahtetapiia memilikikoneksiyangluasterhadapduniadi luarnya.Terlebihlagidalamteoripendidikankonstruktivissosial,menurut AzzaritodanEnnis,kelasdilihat sebagaikomunitassiswa.Menurutkonstruktivissosial,pembelajaranberlangsungmelalui interaksisebaya,kepemilikansiswaterhadapkurikulumdanpengalamankependidikanyangotentik(2003:179).Dengandemikiantulisanini mencobamembukabeberapapersoalanmendasarpendidikanjasmani.Pembahasannya,olehkarenaitu,akanmeminjam beberapaalat analisisdari sosiologidan filsafat.Sehinggadiharapkantulisanini akandapatmelampauiperbincanganpendidikanjasmaniyangbersifatteknis.Bagianawaltulisanini merupakaneksplorasi krisisyangdihadapipendidikanjasmaniterutamakrisisidentitaspendidikanjasmani.Lebihdari 10 tahunyanglalu, Australiasudahmenyadarihal ini. Tepatnyabulan Oktober1991, secara khusus diselenggarakanlokakarya nasionaltentang"AustralianPhysicalEducationin Crisis"(Thorpe,2003: 131).Sedangkanbagiankeduatulisaniniakanmengupasbeberapakemungkinanlegitimasibaru atas eksistensipendidikanjasmanidenganmemaparkanpetakonsepyangdianut komunitaspendidikanjasmani.
Krisis Identitas dalamPendidikanJasmani
Eksplorasistatusidentitaspendidikanjasmaniakan menjadi titikpemberangkatandiskusidalamtulisanini. MenurutO'Connordan Macdonald, Identitasdi sini-dipahamiuntuk merujukpadaidentitasdiri(self-identity)-merupakansuatu kerangkareferensibagaimanaposislindividudan memahamidiri mereka mengikutisuatu tradisi sosiologidaripada psikologi(20O2:aI).Dengankerangkapemikiranini, tulisan ini kemudianakan dimulaidariposisipendidikanjasmanidi antarapeta politiknasional.Adanyakementerianolahragadanpemudasejak erapemerintahanSusiloBambangYudhoyonomembawaperubahanpetaorganisasipendidikanjasmani.Dimulaisaat kepemerintahanGus Dur dan kemudianMegawati, peranmenteriolahragadigantikanolehdirektoratjenderalolahraga.Tentusaja hal inimenguntungkansebab direktoratiniberadadi bawah menteripendidikannasionaldimanapendidikanjasmanimendapatporsi pengelolaandanpengembanganyangsangat memadai(Muthohir,2OO4).Namunsetelaholahragamenjadikementerianmaka organisasimacamapayangakan mengelolapendidikanjasmanimasih menyisakanpertanyaan.Nampaknyahanyaada kemungkinanyangsangatkecilbilamasihada organisasiseleveldirektoratjenderal.Artinyapengelolaanpendidikanjasmaniakandikembalikanpada posisiyangsama denganmatapelajaranyanglain.Akibatnyaakan terjadipemotongananggaranyangsangat besarterhadappengelolaanpendidikanjasmani.Tidakakan lagi ada subsidipembinaanpendidikanjasmani,pengadaandanpendistribusianCompactDlsc(CD)modelpendidikanjasmani,penerbitanjurnalpendidikanjasmani,pelatihan,konferensiinternasional(Muthohir,2OO4)sepertiyangdulupernahdilakukanolehdirektoratjenderalolahraga.Persolaanini menjadisemakinpelikketikapersoalan-persoalanlainyangdihadapipendidikanjasmaniselamaini. Beberapapersolaantersebutadalah(1)adanyadesakanuntukpenyelenggaraanmatapelajaranbaru semacaminformasiteknologi(IT).Hal ini akan membawapadakritisnyaposisipendidikanjasmaniyangdianggapbukanpelajaran"penting"untuk digusuroleh matapelajaranbaruyangurgen untuk diberikankepadasiswa.Anggapantidak)
Iurnal PendidiknnIttsnnniI ndonesis
 
Kisis ldentitns dnn l-cgitimasi dslam Pendidikmlasnuni
pentingini bukanhanya fenomenadinegaraberkembangtetapijuganegaramaju. SepertiSingapuramisalnya(McNeilldkk), sangatjelasdalam deasinsekolahbahwapendidikanjasmanidan olahragabukanmenjadihal yangpenting(2003:49). Hal iniberakarpada(2)skeptisismeoutcomepembelajaranpendidikanjasmani.Parapakar pendidikanjasmanidiperguruantinggiterlalusibuk denganpernyataanbahwapendidikanjasmanimampu menjadialatampuh dalammembangunkarakterbangsa,moral, disiplindannilaipositiflainnyatetapilupauntukmeneliti keampuhannyatersebut.Penelitianpendidikanjasmaniselamainiterlalupositivistikyangmenumpulkankemampuannyauntuk menggalimasalah-maslahtersebutdi atas (Setiawan,2004, Silverman,2003). Dalamkonstelasiini, (3) posisipendidikanjasmanidalam kurikulumsekolahmenjadirapuh.Sehinggapada gilirannya,(4)krisisidentitasprofesipendidikanjasmanitidak terelakkanlagisebagaibagiandarikrisismultidemensionalyangdihadapipendidikanjasmani(Thorpe,2003: 131)
PendidikanJasmanidanKebutuhanLegitimasiBaru
Petapersoalandi atasbarangkalimerupakanpekerjaanrumahbagimerekayangterlibatdalampendidikanjasmani.Dengankata lain,pendidikanjasmanimembutuhkanlegitimasibaru untuk reposisidanrevitalisasieksitensinya.Langkahpertamayangharusdilakukanadalahmendefinisikan persoalanutamaataspersoalan-persoalanpermukaandi atas. MenurutCrum(2003)komunitaspendidikanjasmanitidak secaranyata menerimadan memberikanprioritasdalam kosmologinilaiprofesionalnyauntukproposisibahwa fungsi utamaseorangguru pendidikanadalahuntuk membantusiswa belajar.Banyak gurupendidikanjasmaniyangtidak terlalu berkomitmendanterdoronguntuk"mengajar"sebagaisuatuyangesensialdari usahapendidikanjasmani.Keadaaninisemakindiperparaholeh beberapasalah konsep tentangpendidikanjasmani.Salahkonsepiniakan membawapadaketidaktepatankebijakan,programdanpraksispendidikanjasmanidi tingkat sekolah.Setidaknyaada dua salahkonsepdalampendidikanjasmani(Crum,2003).Pertama,pendidikanjasmanidikonsepsikansecarabiologistik(pelatihan-dari-jasmani).Carapandangkonsepbiologisini adalahbahwapendidikanjasmanimerupakanpelatihan-dari-jasmani.Konsepyangberasaldari"gimnasiumswedia"ini memilikikonseptubuh bahwatubuhmerupakansebuahmesin/instrumen.Artinya,tubuh adalahsuatu kumpulaninstrumenyangmemilikifungsinyamasing-masingdan bekerjauntuk satu keseluruhansistem. Dalampandanganinitubuhperludireparasidan ditingkatkankinerjanyamelalui latihanjasmani.Menurut konsepinipendidikanjasmanimerupakanmatapelajaranyangberfungsiuntukmengkompensasikekurangangerakataumatapelajaranuntukmelatih"organisme".MenurutGleysedkk tujuannyaadalah,sebagaimanadiformulasikandalam terminologiefeklatihan,peningkatandaya tahankardiovaskular,kekuatandandaya tahanotot,kelentukan,dan lain sebagainyayang padadasarnyamerujukpadaaktifitasolahragayangenergik(2002:5).Dengandemikianisipembelajarannyamerupakanlatihan-latihanyangdiklasifikasikanmenurutefek latihandanbagian-bagiantubuh. Oleh karenaitubagi siswa, tidak ada tugaspembelajaranakan tetapi tugas latihan.Sedangkanguru pendidikanjasmaniyangmemilikikonsepiniakanmengevaluasi"produknya"dengan cara-carasemacamtes kebugaranjasmani(fitnestfest).Kedua,carapandangtentangpendidikanjasmaniyangberasaldari konseppedagogistik(pendidikan-melalui-gerak).Asalusulpandanganini adalahsekolahaustriadenganfilsafat philantropisme.Konseppedagogistikini memilkikonseptubuh di mana tubuh sebagai"entry" kearahpemikiran,karakte4dankepribadian.Pendidikanjasmanimenurutkonsepiniadalahmatapelajaran
Volunrc1, No.1,2004

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fara Farahana liked this
Nadia Hfz liked this
Ary Win Qull liked this
miftahol liked this
Rifal Satya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->