11/04/20113
Stabilisasi Tanah (2/3)
Stabilisasi secara kimiawi dapat dilakukan dengan penambahan bahan
additive
, diIndonesia stabilisasi secara kimiawi dilakukan pada tanah-tanah kohesif (tanah liat)karenatanahliattersebutsecaraekonomisdipakai
stabilizing agent
.Stabilisasidapatdilakukanberupatindakan-tindakansebagai berkut:
Perbaikan Secara dinamis yaitu pemadatan tanah dengan alat pemadat gradasi dengancara menambah tanah pada fraksi tertentu yang dianggap kurang sehingga tercapaisuatu gradasi yang rapat. Fraksi yang kurang biasanya adalah fraksi yang berbutir kasar,cara yang dilakukan adalah mencampur tanah dengan fraksi butir kasar seperti pasir dankerikilataupasirsaja
Stabilisasi kimiawi dengan menambahkan bahan kimia tertentu sehingga terjadi reaksikimia. Bahan yang biasanya digunakan antara lain
portland cement
, kapur tohor danbahan kimia lainya. Stabilisasi ini dilakukan dengan dua cara yaitu mencampur tanahdengan bahan kimia kemudian diaduk dan dipadatkan, cara kedua adalah memasukanbahankimiakedalamtanah
(grouting)
.
Pembongkaran dan penggantian tanah jelek. Pada tanah yang mengandung bahanorganik akan terjadi pembusukan apabila terkena beban akan mengalami penurunan yang tidak sama. Perbaikan dilakukan dengan mengganti tanah dengan tanah yangberkualitasbaik, misalnyadengantanahyang memilikiCBRyang sesuai.
5
Stabilisasi Tanah (3/3)
Untuk tanah yang mempunyai sifat yang tidak sesuai terhadap rencana teknisatau pada tanah lempung, yang mempunyai perilaku yang kurangmenguntungkan konstruksi sipil karena daya dukung yang sangat rendah,tanah tersebut dapat dilakukan stabilisasi atau diperbaiki dengan beberapacara,yang seringdilakukan antaralain :
Perbaikanpermukaan tanahdengan menggunakandrainase.
Perpindahan yaitu dengan mengganti lapisan tanah yang tidakmenguntungkanatau jelek.
Timbunan imbangan
(counter weight fill)
, misal untuk bangunan tangguldimaksudkan untuk mengimbangi sisi tanggul supaya stabil, bilamana tidakdiperoleh faktor keamanan yang diperlukan terhadap longsoran selamapenimbunandilaksanakan.
Memberikan pembebanan perlahan-lahan diterapkan bilamana kekuatan gesertanah pondasi tidak besar dan cenderung akan runtuh jika timbunandilaksanakandengancepat, tetapi berakibatpekerjaan bertambah lama.
6